Minggu, 20 September 2026
21:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Rempeyek

Rempeyek

salah satu jenis camilan garing

Infotaula de menjarRêmpèyèk
250px-Rempeyek_kacang_tanah.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pèyèk dengan campuran kacang tanah.
Asal
Nama lain nomsPèyèk (singkatan)
WilayahDaerah Istimewa Yogyakarta dan secara nasional tersebar ke seluruh wilayah Indonesia, serta Malaysia[1]
Negara asalIndonesia[2]
Keahlian memasakKripik
Rincian
Jenismakanan goreng dan kerupuk Suntingan nilai di Wikidata
Metode penyajiangoreng Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamaTepung beras, kacang, teri atau udang kering, santan
VariasiPeyek bayam, peyek yutuk, peyek kedelai dll.

Rempeyek (rêmpèyèk) atau Peyek (pèyèk) adalah makanan (lauk) terbuat dari tepung dengan tambahan kacang (udang, dan sebagainya), digoreng dalam bentuk pipih.[3]

Rempeyek merupakan penganan tradisi adat Jawa yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sudah ada sejak abad ke-16 masa Kesultanan Mataram. Penganan ini juga terdokumentasi dalam Serat Centhini yang diterbitkan pada abad ke-18M.[4][5][6][7][8]

Pembuatan

Secara umum, rempeyek terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan air hingga membentuk adonan kental, diberi bumbu (terutama garam, bawang putih) dan daun jeruk, serta diberi bahan pengisi yang khas, biasanya biji kacang tanah atau kedelai. Tepung beras berfungsi sebagai pengikat adonan. Isian rempeyek dapat berupa bahan pangan hewani berukuran kecil, seperti ikan teri, ebi, udang kecil, yutuk, jingking (kepiting kecil), atau laron. Saat ini, orang juga membuat rempeyek dari daun bayam dan kepiting.[9]

Sebagai makanan pelengkap, fungsi rempeyek sama dengan kerupuk, yaitu sebagai pelengkap hidangan. Selain itu, rempeyek juga kerap di sajikan ketika orang Jawa melangsungkan upacara adat. Seperti saat selametan bayi, selametan khitanan, selametan pernikahan bahkan selametan untuk orang yang sudah meninggal.[10] Rempeyek mudah ditemukan di warung makan, pasar, ataupun di pasar swalayan. Makanan ini juga sangat mudah ditemukan karena banyaknya masyarakat yang gemar mengkonsumsinya. Di pedesaan, biasanya disajikan dalam acara pernikahan atau pelayatan.

Etimologi

Kata Rempeyek atau yang biasa disebut peyek saja (dari bahasa Jawa:ꦉꦩ꧀ꦥꦺꦪꦺꦏ꧀, translit. Rêmpèyèk,[11] dari "rêmpah" dan "jiyèk"), yang berarti makanan berbentuk "gépéng" dan "lébar" dengan tambahan rempah-rempah.

Sejarah

Rempeyek sudah dikenal di Daerah Istimewa Yogyakarta sejak abad ke-16 masehi, era kesultanan Mataram. Bermula dari perjalanan Ki Ageng Pamanahan bersama dengan rombongan untuk melakukan Bedhol Desa yang diperintahkan oleh Sultan Hadiwijaya. Kala itu rombongan harus menempuh jarak dari wilayah Surakarta menuju Alas Mentaok. Di ujung perjalanannya rombongan dijemput oleh Ki Gede Karanglo, saat itu rombongan bertemu di pinggir Kali Opak. Mereka pun beristirahat setelah melakukan perjalanan jauh dan kemudian meneruskan perjalanan menuju kediaman Ki Gede Karanglo. Mereka dipersilahkan untuk beristirahat dan disajikan makanan. Saat itu menu yang disajikan adalah nasi putih, sayur pecel, peyek, dan sayur kenikir. Untuk pertama kalinya, rempeyek dianggap sebagai makanan yang mudah untuk dibuat dan memberikan rasa asin di tengah-tengah makanan hambar seperti nasi dan sayur saja. Saat itulah rempeyek mulai dikenal.[12]

Galeri

  • Rempeyek kacang
    Rempeyek kacang
  • Rempeyek udang
    Rempeyek udang
  • Rempeyek yutuk
    Rempeyek yutuk
  • Rempeyek kacang hijau
    Rempeyek kacang hijau

Lihat pula

Referensi

  1. "Quality of machine-produced peanut crisps (rempeyek)" (PDF). Malaysian Agricultural Research and Development Institute. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 7 April 2014. Diakses tanggal 4 Maret 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Resep Masakan Rempeyek Kacang (Jawa Tengah)". Kitab Masakan. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-26. Diakses tanggal 17 Agustus 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Rempeyek". kbbi.kemendikdasmen.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 30 Januari 2024.
  4. S. T. Wahjudi Pantja Sunjata, Kuliner Jawa dalam Serat Centhini. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya, 2004.
  5. D. Dwiyanto, Ensiklopedi Serat Centhini. Yogyakarta: Panji Pustaka, 2008.
  6. S. Marsono, Timbul Haryono, Daru Winarti, Makanan Tradisional dalam Serat Centhini. Yogyakarta: Pusat Kajian Makanan Tradisional UGM, 1998.
  7. Ricklefs, M. C.,. ""Centhini, Serat", in: Encyclopaedia of Islam". referenceworks.brillonline.com. Encyclopedia of Islam. Diakses tanggal 29 Januari 2024.{{cite web}}: no-break space karakter dalam |title= pada posisi 23Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  8. Trisna Kumala Satya Dewi. "Kearifan Lokal "Makanan Tradisional": Rekontruksi Naskah Jawa dan Fungsinya dalam Masyarakat". journal.perpusnas.go.id. Journal Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. ISNN: 2088-9631 (vol.1, no.1, 2011).
  9. Lyliana, Lea (2021-08-28). Lyliana, Lea (ed.). "7 Bahan untuk Isi Rempeyek, Mulai dari Kacang Tanah hingga Teri". Kompas.com. Diakses tanggal 2021-12-13.
  10. Tak Hanya Lezat, Rempeyek Memiliki Sejarah Dengan Value Tinggi, Ini Kandungan Kisah yang Ada Didalamnya
  11. (1) rêmpèyèk (r|mpEyE?) : lontho (Kd.) ing Sk. araning panganan. Sumber: Javaansche Woordenlijst, De Nooy, 1893, #24. (2) rêmpèyèk (r|mpEyE?) : kn: ar. panganan ut. lawuh. Sumber: Bausastra Jawa, Poerwadarminta, 1939, #75. (3) rêmpèyèk : fried peanuts covered with spiced rice flour. Sumber: Javanese-English Dictionary, Horne, 1974, #1968.
  12. Graaf, H.J. de 1899-1984. De Regering van panembahan Senopati Ingalaga. Grafiti

Pranala luar

Media terkait Rempeyek di Wikimedia Commons

Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan