Senin, 21 September 2026
19:43 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Lepat

Lepat

variasi makanan khas Indonesia

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Lepat"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2025)
Infotaula de menjarLepat
250px-Lepat_Ubi_Kayu_%281%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asal
Negara asalIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
Jenishidangan penutup Suntingan nilai di Wikidata
Metode penyajiankukus Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamaBeras ketan, minyak goreng dan Daun pisang Suntingan nilai di Wikidata

Lepat adalah makanan khas Indonesia, yang banyak dijumpai pada masyarakat Sumatra, seperti Minangkabau, Aceh, dan Melayu. Lepat terbuat dari tepung ketan yang diisi dengan gula merah hingga kalis, kemudian dibungkus dengan menggunakan daun pisang dan di bagian tengahnya diberi kelapa parut yang telah disangrai dengan gula yang dinamakan inti, kemudian dikukus hingga matang. Di Minangkabau, lepat dikenal dengan sebutan lapek, salah satu jenisnya yang terkenal yaitu lapek bugih.[1]

Jenis

Terdapat berbagai jenis kue lepat yang ada, tergantung kepada ramuan yang digunakan.[butuh rujukan] Berikut adalah beberapa jenis kue lepat yang paling populer diantaranya adalah sebagai berikut:[butuh rujukan]

  1. Lepat pisang
  2. Lepat ubi
  3. Lepat jagung

Sejarah

Menjelang ramadan tiba, masyarakat Gayo kerap membuat penganan ini di hari meugang (sehari sebelum masuk bulan ramadan). Bahkan, masyarakat Gayo membuatnya dalam jumlah banyak untuk menu berbuka puasa dan juga sebagai teman kopi saat sahur selama bulan puasa.[2] Selain meugang puasa, lepat juga disajikan saat meugang lebaran, acara pernikahan atau momen-momen lainnya.[butuh rujukan]

Hal ini menjadi sebuah kerinduan yang besar mendekati bulan ramadan para ibu-ibu masyarakat Gayo untuk berbondong-bondong berbelanja membeli bahan bahan olahan lepat, seperti kelapa, gula merah, tepung ketan, dan daun pisang muda. Dengan bahan baku yang mudah ditemukan itu, sehingga lepat selalu hadir setiap menjelang bulan puasa.[butuh rujukan]

Dahulu, kebiasaan anak-anak orang Gayo akan ikut membantu Ine (Gayo Read) atau Mamak pada saat membungkus lepat, dan mereka diperbolehkan memakan adonan lepat yang belum dikukus bercampur dengan inti kelapa yang diletakkan dalam sebilah daun pisang. Namun, hal ini tidak masalah untuk pencernaan meski tanpa dikukus adonan lepat tetap aman untuk dimakan.[butuh rujukan]

Selain itu, masyarakat Gayo juga memercayai bahwa tiap hari besar, anggota keluarga yang sudah meninggal akan kembali ke rumah dan mengajak teman-teman mereka untuk bertamu dan menikmati lepat Gayo yang disajikan. Apabila tradisi membuat dan menyajikan lepat Gayo tidak dilakukan, maka anggota keluarga yang telah meninggal akan malu terhadap teman-temannya.[3]

Seiring dengan perkembangan zaman, lepat mulai dijual di pasar-pasar tradisional atau pusat kuliner di Gayo. Penganan itu pun saat ini menjadi camilan saat menikmati kopi di Tanah Gayo.[2]

Referensi

  1. "5 Varian Lapek Minangkabau yang Wajib Anda Coba Saat Mudik Lebaran". Liputan6. 4 April 2024. Diakses tanggal 26 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Rahayu, Sri (2024-01-27). "Lepat Kudapan Khas Gayo di Momen Penting". RRI.co.id. Diakses tanggal 2024-08-18.
  3. Tarigan, Arita Beru (2023-04-10). "Eksistensi Lepat Sebagai Makanan Tradisional Masyarakat Gayo".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan