Kamis, 08 Oktober 2026
00:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Keumamah

Keumamah

variasi makanan khas Indonesia

Bagikan:
250px-Keumamah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keumamah
250px-Keumamah_Aceh_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keumamah tumis
60px-Bread_and_wine.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buku resep Wikibooks memiliki artikel mengenai

Keumamah adalah hidangan tradisional masyarakat Aceh yang dibuat dari bahan baku ikan tongkol atau ikan cakalang dan tuna.[1] Keumamah terkenal juga dengan nama ikan kayu karena keras seperti kayu.[2] Ikan ini diawetkan dengan beberapa proses pembuatan. Mulai dari pembersihan ikan, perebusan, pengeringan dan penyimpanan. Karena itu keumamah bisa disimpan hingga bertahun-tahun dengan syarat harus tetap dalam keadaan kering atau tidak lembap.[butuh rujukan]

Sejarah

Selain berperan penting dalam budaya masyarakat Aceh, Keumamah memiliki nilai historis. Dahulu, Keumamah dijadikan sebagai salah satu logistik para pejuang Aceh saat perang melawan pemerintah Kolonial Belanda.[3] Selain itu, Keumamah juga hadir sebagai salah satu penganan utama yang dihidangkan saat berlangsungnya pesta adat atau kenduri.[4]

Proses memasak

Memasak keumamah memerlukan bumbu-bumbu seperti asam sunti, salam koja, cabai rawit dan cabai hijau. Selain itu, juga ditambahkan bumbu berupa bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, merica dan garam. dengan bahan utama tetaplah ikan.[5]

Proses membuat Keumamah adalah menyerupai pembuatan abon, dengan merebus ikan dan dijemur sehari, kemudian disuwir-suwir yang selanjutnya diaduk bersama bumbu yang sudah dihaluskan sebelumnya. Setelah itu, ikan akan ditumis hingga kering agar kadar airnya berkurang sehingga dapat bertahan lama. Keumamah juga bisa dilumuri dengan tapioka sebagai pelindung dan dijemur hingga kering menyerupai kayu.[5]

Penggunaan bahan asam sunti bertujuan sebagai bahan pengawet alami, yang terbuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan, diberi garam dan dijemur.[5]

Referensi

  1. ↑ "Mengungkap Sejarah Resep Kuliner Khas Aceh Keumamah". Tempo.co. 2016-06-15.
  2. ↑ Andriani, R. (2016-06-15). "Mengungkap Sejarah Resep Kuliner Khas Aceh Keumamah". Tempo. Diakses tanggal 2026-06-06.
  3. ↑ Buku Penetapan Warisan Buaya Takbenda Indonesia Tahun 2018 oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal. 1
  4. ↑ Hanifah, Muthi Nur. "Eungkot Keumamah, Ikan Kayu Masakan Khas Aceh yang Pedas dan Gurih". detiksumut. Diakses tanggal 2026-06-08.
  5. 1 2 3 Gardjito, Murdiati; Santoso, Umar; Utami, Nurullia (2018). Ragam Kuliner Aceh: Nikmat yang Sulit Dianggap Remeh. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. ISBN 978-602-386-284-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan