Minggu, 20 September 2026
23:23 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Megono

Megono

variasi makanan khas Indonesia

Sego Megono
250px-Megono_Pekalongan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sajian khas Sego Megono
SajianHidangan utama
Tempat asalIndonesia
DaerahJawa Tengah
Suhu penyajianPanas atau hangat
Bahan utamaNangka muda, kelapa parut, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, terasi, kencur, cabai merah, serai, bunga kecombrang, daun melinjo, daun salam, lengkuas, daun jeruk dan aneka bumbu rempah (opsional)
VariasiMegono Pekalongan, Megono Banjarnegara, Megono Temanggung

Sego Megono (bahasa Jawa:ꦱꦼꦒꦩꦼꦒꦤ, translit. Sĕga Mĕgana) adalah sebuah hidangan khas Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda dengan perpaduan kelapa parut yang dibumbui sehingga menciptakan rasa gurih.[1] Sego Megono awalnya berasal dari Kabupaten Pekalongan di pesisir utara Jawa.[1] Kemudian berkembang di Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung. Megono biasanya disajikan dengan nasi, mendoan, cumi masak hitam, telur balado, tempe orek, mentimun, dan sambal.

Asal-usul

Nilai sejarah dan budaya mengawali terciptanya megono sebagai hidangan para pejuang. Megono berasal dari kata bahasa Jawa merga (karena) dan ana (ada).[1] Makanan ini berawal dari sajian yang diberikan untuk para pasukan Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Bahureksa yang hendak berperang melawan VOC di Batavia pada tahun 1628.[2]

Kondisi perang yang menyebabkan sulitnya perekonomian rakyat pada kala itu berdampak pada minimnya kebutuhan sandang dan pangan. Suatu ketika, rombongan pasukan Mataram memasuki wilayah Kabupaten Pekalongan untuk beristirahat di perkampungan penduduk dalam kondisi kelelahan dan lapar. Penduduk setempat bersimpatik dan tak tinggal diam melihat kondisi pasukan Mataram tersebut. Mereka saling bahu-membahu dan membantu mengumpulkan makanan dari rumah setiap penduduk untuk diberikan secara sukarela. Namun, dengan kondisi yang serba terbatas para penduduk hanya mendapatkan kerak nasi tanpa adanya sayur.[1]

Inisiatif untuk mencari sayur pun muncul. Hingga diperoleh nangka muda yang banyak ditanam oleh penduduk di Pekalongan. Nangka muda itu pun kemudian diolah dengan singkat hingga menjadi cacahan nangka muda yang terpotong kecil-kecil dan dibumbui kelapa parut. Semenjak itu makanan ini disebut dengan megono yang merupakan akronim merga ana, dalam bahasa Jawa berarti karena ada. Karena hanya ada nangka muda tersebut yang dapat dijadikan sayur sebagai hidangan untuk pasukan Mataram.[1]

Meskipun makanan sederhana berbahan dasar nangka muda, mengonsumsi nangka muda dapat memperkuat imunitas tubuh dan sumber antioksidan yang baik guna memperkuat ketahanan fisik. Oleh sebab itu, pasukan Mataram disajikan nangka muda tersebut.[1]

Pembuatan

Megono terbuat dari nangka muda yang masih mentah dan kulitnya telah dikupas, nangka muda itu kemudian dicincang atau diiris halus terlebih dahulu menjadi potongan kecil-kecil. Kemudian potongan tersebut di masukkan ke dalam wadah yang tahan panas. Selanjutnya tambahkan irisan halus bunga kecombrang, kelapa parut, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, terasi, kencur, cabai merah, serai, daun melinjo, daun salam, daun jeruk, dan bumbu rempah ke dalam wadah nangka muda dan diaduk hingga tercampur merata. Setelah itu, kukus nangka muda yang telah tercampur dengan bumbu sekitar 45 menit–1 jam hingga nangka menjadi lunak dan bumbunya telah meresap.[3]

Warna megono yang dihasilkan biasanya berwarna kuning kecokelatan. Warna kematangan megono dipengaruhi oleh bumbu rempah yang digunakan. Bumbu rempah ini yang memberikan cita rasa utama pada megono. Sedangkan rasa gurih yang dihasilkan dipengaruhi dari kelapa parut yang diberikan.[3] Megono hadir dalam berbagai warna dan variasi. Variasi hidangan megono menjadi jenis tersendiri bagi megono tersebut. Selain di Pekalongan megono memiliki variasi lain di Wonosobo. Ciri khas megono Wonosobo adalah adanya tambahan irisan kubis hijau, parutan kelapa, dan ebi. Bumbu megono Wonosobo sendiri terdiri dari bawang merah, bawang putih, garam, dan cabai. Parutan kelapa dan ebi tersebut yang memberikan rasa gurih.[4]

Penyajian

Megono merupakan jenis hidangan vegetarian atau sayuran, karena hanya terdiri dari nangka muda, parutan kelapa dengan paduan bumbu rempah lainnya. Namun, megono biasanya disajikan dengan tambahan lauk seperti cumi, daging ayam, atau ikan.

Megono umumnya disajikan dengan nasi putih dan cumi yang dimasak hitam, telur rebus balado, mendoan, tempe orek, mentimun, dan sambal. Megono biasanya dikemas dengan daun pisang untuk menguatkan aromanya menjadi wangi dan lebih enak.

Penjualan

Di pesisir pantai utara Jawa Tengah, megono merupakan hidangan populer di warung makan, restoran dan jajanan kaki lima. Megono umumnya dijajakan dalam warung makan, lesehan, hingga menggunakan mobil khusus untuk berjualan.

Megono juga ada yang dijual sebagai makanan kalengan, megono kaleng biasanya berisi megono setengah matang yang dilengkapi dengan bumbu rempah. Namun, ada pula megono kaleng yang hanya berupa nangka muda dan harus dimasak sendiri.[5]

Galeri

  • 120px-Nasi_megono_Wonosobo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Nasi_megono.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Megono_Pekalongan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-3_Sego_megono_220826-084443_pkl.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Megono_240102-130526_tdp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Nasi_Megono_Khas_Batang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Megono.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Megono_Pekalongan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Bread_and_wine.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buku resep Wikibooks memiliki artikel mengenai

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 K., Triya; K., Haning; Sutrusmi (April 2012). "Megono Instan Pemasaran Budaya Kuliner Khas Pekalongan". Jurnal Ilmiah Mahasiswa. 2 (1): 42–44.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Soekmono, R. (1981). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 3, 2nd ed (Edisi 2003). Yogyakarta: Penerbit Kanisius. ISBN 9794132918.
  3. 1 2 W.S., Odilia (2021-08-19). "Resep Nasi Megono Pekalongan yang Sedap Bumbunya". detikcom. detikFood. Diakses tanggal 2022-06-30.
  4. Lustiono, Dhimas Raditya (2020-12-21). "Selain Pekalongan, Wonosobo Juga Punya Nasi Megono yang Tak Kalah Nylekamin". Mojok. Diakses tanggal 2022-06-30.
  5. W., Indar; Hartati; A., Zaenal (2018). "Kemasan Makanan Kuliner Tradisonal Megono Sebagai Upaya Memperpanjang Waktu Simpan dan Daya Saing Produk". Jurnal Litbang Pekalongan. 15: 17–25.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan