Selasa, 20 Oktober 2026
02:24 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Bubur baayak

Bubur baayak

variasi makanan khas suku Banjar, Indonesia

Bagikan:
Infotaula de menjarBubur baayak
250px-Bubur_Baayak_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asal
Negara asalIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
Jenismakanan tradisional dan bubur Suntingan nilai di Wikidata
Metode penyajiandirebus hingga mendidih Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamatepung beras, wheat flour (en) Terjemahkan, air, Santan, pandan wangi, gula merah, gula, garam, gamping, Sirih dan calsium carbonat Suntingan nilai di Wikidata

Bubur baayak merupakan kue (wadai) khas dari Kalimantan Selatan yang proses pembuatannya melalui tahapan pengayakan atau penyaringan. Pengayakan dilakukan dengan menggunakan nyiru jarang. Mulanya tepung beras diayak dengan nyiru jarang, yaitu tampah yang berlubang-lubang. Awalnya, tepung beras diayak dengan nyiru jarang, dan hasil pengayakan inilah yang kemudian dijadikan bahan utama dalam pembuatan bubur Baayak. Makna filosofis dari proses pengayakan ini menggambarkan bahwa dalam kehidupan diperlukan proses seleksi atau penyaringan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

Bubur Baayak memiliki cita rasa yang manis dan gurih. Teksturnya unik karena menyerupai adonan cendol yang berbentuk butiran kecil-kecil setelah melalui proses pengayakan.[1] Pembuatan bubur Baayak diawali dengan mencampurkan tepung beras, air kapur, dan sedikit garam hingga membentuk adonan kental. Selanjutnya, gula merah direbus hingga larut dalam air mendidih. Setelah itu, adonan tepung beras disaring menggunakan nyiru jarang sehingga membentuk butiran-butiran kecil yang langsung jatuh ke dalam rebusan gula merah. Butiran tersebut akan mengapung ke permukaan ketika sudah matang. Ada dua macam cara pengolahan bubur baayak tersebut, yaitu bisa langsung dimasak dengan campuran santan, atau dimasak tanpa santan tetapi saat disajikan bubur dikuahi dengan santan cair terpisah.[2]

Sejarah

Bubur Baayak sudah menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Banjar sejak zaman dahulu. Dahulu, bubur ini kerap dihidangkan pada acara-acara keluarga besar, menjamu tamu, serta dalam perayaan adat dan keagamaan.

Seiring berjalannya waktu, Bubur Baayak menjadi simbol kebersamaan dan tradisi keluarga. Kehadirannya dalam berbagai acara menggambarkan keramahan dan kehangatan hubungan sosial dalam budaya Banjar. [3]

Rujukan

  1. ↑ Times, I. D. N.; Akhmal, Gilang Khuatul. "Resep Bubur Baayak Khas Kalimantan Selatan, Kudapan Bergizi". IDN Times (dalam bahasa In-Id). Diakses tanggal 2025-03-05.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Rahmawati, Neni Puji Nur,. Makna simbolik dan nilai budaya kuliner "wadai Banjar 41 macam" pada masyarakat Banjar Kalsel (Edisi Cetakan pertama). Yogyakarta. ISBN 978-602-1228-94-4. OCLC 957057293.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  3. ↑ "Bubur Baayak: Camilan Tradisional yang Delicious 2024" (dalam bahasa American English). 2024-12-15. Diakses tanggal 2025-03-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan