Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Pekhos asin" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Pekhos Masin
Pekhos Masin (atau sering juga disebut Peros Masin) adalah salah satu warisan kuliner tradisional khas dari Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Secara harfiah, nama ini diambil dari cita rasa yang dominan pada hidangan tersebut: "Pekhos" berarti asam dan "Masin" berarti asin. Hidangan ini merupakan olahan ikan baik ikan laut maupun ikan tawar yang dimasak menjadi sejenis gulai atau sup berbumbu, namun uniknya sering kali disajikan tanpa menggunakan santan. Filosofi rasa asam dan asin inilah yang membuat Pekhos Masin menjadi makanan yang sangat menyegarkan dan cocok dipadukan dengan nasi hangat.
Sebagai masakan pesisir, bahan utama Pekhos Masin adalah ikan segar yang dibumbui dengan bumbu-bumbu sederhana namun berkarakter, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, lengkuas, dan yang terpenting adalah penggunaan bahan yang memberikan rasa asam yang kuat. Cara memasaknya mirip seperti pindang, di mana bumbu dihaluskan (atau diiris) kemudian direbus hingga mendidih sebelum ikan dimasukkan. Variasi lain dari masakan ini adalah Pekhos Masin Khita yang menggunakan gurita sebagai bahan utamanya, menunjukkan kekayaan hasil laut yang diolah oleh masyarakat sekitar.