Senin, 21 September 2026
05:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Orem-orem

Orem-orem

variasi makanan khas Indonesia

Orem-orem
250px-Orem-orem_Malang.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orem-orem
Tempat asalIndonesia
DaerahKota Malang (Jawa Timur)
Dibuat olehSeni kuliner Jawa
Bahan utamatempe goreng, ayam, kuah santan kental, ketupat iris, tauge

Orem-orem adalah masakan kuliner Jawa dari Kota Malang yang berbahan dasar irisan tempe goreng, ayam, dan dimasak bersama kuah santan kental. Penyajiannya adalah dengan ketupat iris yang diberi tauge, tempe dan disiram kuah sayur kuah santan. Rasa kuah orem-orem mirip seperti sayur lodeh dengan rasa sedikit pedas, dan bisa ditambah kecap manis dan sambal sesuai selera.[1] Masakan ini adalah khas dari Kota Malang, Jawa Timur.[2] Makanan ini terbilang cukup ramah dikantong dengan harga yang dibanderol seporsi Rp 8.000- Rp 12.000.[3]

Deskripsi

Orem-orem pada mulanya merupakan hidangan yang umumnya disajikan dalam acara hajatan masyarakat, seperti pernikahan, syukuran, dan kenduri keluarga di wilayah Kota Malang dan sekitarnya. Pola penyajian ini sejalan dengan tradisi kuliner Jawa Timur yang menempatkan masakan bersantan sebagai hidangan utama pada peristiwa sosial dan ritual komunal.[4]

Sejak dekade 1980-an, seiring dengan berkembangnya ekonomi perkotaan dan meningkatnya aktivitas perdagangan informal, orem-orem mulai dijual secara lebih luas di warung-warung tradisional serta oleh pedagang kaki lima. Perubahan ini menandai pergeseran fungsi orem-orem dari hidangan seremonial menjadi makanan konsumsi harian yang mudah dijangkau oleh masyarakat perkotaan.[5]

Kota Malang sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu sentra produksi tempe di Jawa Timur. Produk seperti “tempe khas Malang” dan keripik tempe telah menjadi identitas kuliner daerah tersebut.[6] Ketersediaan tempe sebagai bahan pangan lokal yang melimpah menjadi faktor penting dalam berkembangnya orem-orem sebagai masakan khas Malang.

Secara umum, orem-orem merupakan masakan yang terbuat dari irisan tempe khas Malang yang digoreng, potongan ayam, dan dimasak bersama kuah santan yang relatif kental. Penyajiannya dilakukan dengan cara menuangkan kuah santan beserta isian tempe dan ayam di atas irisan ketupat, kemudian ditambahkan tauge sebagai pelengkap. Hidangan ini memiliki kemiripan dengan sayur lodeh, namun dibedakan oleh konsistensi kuah yang lebih kental serta cita rasa gurih dengan sentuhan pedas ringan. Dalam praktik konsumsi sehari-hari, orem-orem sering disajikan bersama kecap manis atau sambal sesuai selera konsumen.[7]

Dari sudut pandang ilmu pangan, penggunaan santan dalam orem-orem menghasilkan sistem emulsi lemak-air yang berperan penting dalam pembentukan tekstur, aroma, dan cita rasa masakan. Santan juga berfungsi sebagai medium pelarut senyawa aromatik dari rempah-rempah, sehingga memperkaya profil sensorik hidangan.[8]

Keunikan lain dari orem-orem terletak pada metode memasaknya yang secara tradisional menggunakan bahan bakar arang. Penggunaan bara arang memungkinkan proses pemanasan berlangsung stabil tanpa api besar, sehingga membantu mempertahankan aroma bumbu dan mencegah kerusakan emulsi santan akibat panas berlebih. Praktik ini sejalan dengan temuan dalam kajian teknologi pangan tradisional yang menyebutkan bahwa metode pemasakan berpanas rendah dan stabil berpengaruh positif terhadap kualitas sensori masakan bersantan.[9]

Meskipun secara konseptual orem-orem dapat dibuat di daerah lain, hidangan ini secara kultural sangat melekat pada Malang karena penggunaan tempe khas Malang dan racikan bumbu lokal. Oleh sebab itu, orem-orem sering dipandang sebagai representasi identitas kuliner lokal yang mencerminkan keterkaitan antara bahan pangan setempat, teknik memasak tradisional, dan dinamika sosial masyarakat Malang.[10]


Referensi

  1. "Aroma Khas Orem-orem Arema". Kompas.com (dalam bahasa Indonesia). kompas.com. 30 April 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-02. Diakses tanggal 30 April 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Menikmati Kelezatan Orem-Orem Kuliner Khas Malang yang Menggugah Selera". Liputan6. 10 Februari 2024. Diakses tanggal 2 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Kuliner Legenda, Orem-Orem Arema Eksis Hingga Kini – Pemerintah Kota Malang" (dalam bahasa American English). 2021-12-31. Diakses tanggal 2025-10-10.
  4. Purwanto, H. (2013). Budaya Makan Masyarakat Jawa. Yogyakarta: Ombak.
  5. Handayani, S. (2019). “Perkembangan Kuliner Tradisional di Kota Malang”. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 11(2).
  6. Astuti, M., Meliala, A., Dalais, F. S., & Wahlqvist, M. L. (2000). Tempe, a nutritious and healthy food from Indonesia. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 9(4), 322–325.
  7. "Resep Orem-orem Khas Malang". Resepmamiku. Diakses tanggal 10 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Winarno, F. G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia.
  9. Wills, R., McGlasson, B., Graham, D., & Joyce, D. (2007). Postharvest: An Introduction to the Physiology and Handling of Fruit, Vegetables and Ornamentals. Wallingford: CAB International.
  10. Kompas.com, “Orem-orem, Kuliner Tradisional Malang yang Bertahan di Tengah Modernisasi”, artikel kuliner.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan