Sabtu, 26 September 2026
14:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Ipau

Ipau

makanan khas daerah

IpauWadai ipau
Wadai ipau yang dibentuk menjadi gulungan
Nama lainLasagna Kalimantan, Petah AsiaTempat asalIndonesiaDaerahKalimantan SelatanHidangan nasional terkaitIndonesiaDibuat olehSuku BanjarSuhu penyajianHangat dan dinginBahan utamaTepung beras, tepung terigu, daging ayamBahan yang umum digunakantelur, bawang

Ipau adalah makanan khas dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan sudah ditetapkan dalam SK Wali kota nomor 811/2017.[1] Kue Ipau berwarna putih, berbentuk bulat dengan taburan daging di lapisan atasnya dan memiliki tekstur lembut. Ipau dikenal sebagai kue tradisional yang diolah oleh warga dari keturunan Arab yang berasal dari Kelurahan Antasan Kecil Barat, Banjarmasin Tengah atau di Kampung Arab-nya Banjarmasin.[2] Kue Ipau ada yang disajikan kering dan ada yang basah.[butuh rujukan] Kue Ipau yang basah dikarenakan ditambah siraman kuah santan. Kue ini memiliki cita rasa manis dan gurih dari kuah santan dan taburan daging sapi.[butuh rujukan]

Sekilas kue ini memiliki tampilan yang mirip dengan Lasagna. Hal ini dikarenakan bentuk kue Ipau yang memiliki banyak lapisan dengan daging di setiap lapisannya. Ipau biasanya dijual di bulan Ramadan dan merupakan salah satu takjil untuk berbuka puasa.[2] Kue Ipau akan dijual dalam bentuk loyang atau potongan kecil.[butuh rujukan]

Etimologi

Tidak mudah untuk melacak asal mula nama kue ini. Penamaan Ipau bukan berasal dari kosakata bahasa Banjar melainkan berasal dari kebiasaan orang Banjar yang terbiasa menambahkan huruf vokal 'i' di depan nama orang. Ipau diduga berasal dari nama pembuat pertama kali kue ini.[3] Asumsi lain menyatakan bahwa Ipau adalah bentuk penyimpangan dari bahasa Arab 'Upuu' yang berarti 'iris' atau 'kerat'. Sesuai dengan bagaimana kue ini disajikan.[4]

Pembuatan

Kue Ipau terbuat dari lapisan-lapisan adonan yang terbuat dari tepung terigu, telur dan susu. Sedangkan isinya terdiri dari campuran wortel, kentang, bawang bombay, daging dan sayuran lainnya. Lapisan-lapisan tersebut dikukus dan ketika matang bisa disajikan dengan cara disiram kuah santan dan ditaburi seledri, daun bawang dan bawang goreng.[butuh rujukan]

Penghargaan

Pada 16 Desember 2017, diselenggarakan acara Festival Kuliner Wadai Khas Banjar di mana salah satu rangkaian acaranya adalah Parade 1000 Wadai Ipau. Sekitar 1005 porsi kue Ipau disajikan untuk pengunjung.[1] Hal ini membuat kota Banjarmasin mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) untuk kategori:[5]

  1. Pemrakarsa Rekor Penyajian Ipau Terbanyak
  2. Penyelenggara Makan Ipau Terbanyak
  3. Makan Bersama Wadai Ipau Peserta Terbanyak
  4. Tim Penggerak PKK Penyelenggara Rekor Penyajian dan Makan Ipau Terbanyak;

Referensi

  1. 1 2 "Banjarmasin Pecahkan Rekor Dunia Makan Ipau Terbanyak - Kabar Kalimantan". 2017-12-17. Diakses tanggal 2022-06-06.
  2. 1 2 Yoenus, 2015-06-19 (Mohamad). "Ipau, Kue Arab yang Populer di Banjarmasin, Kental Santannya Menggoda". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2022-06-06.{{cite news}}: |first= memiliki nama numerik; Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ prokal.co. "Yang Asyik dari Bulan Ramadan di Banjarmasin: Konon Diambil dari Nama Pembuat Pertama | Radar Banjarmasin". kalsel.prokal.co (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 2022-06-06.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ↑ Permana, Johdan Ahmed Adi (2021-11-19). "Wadai Ipau, Sajian asli Arab dan Menjadi Kudapan Khas Warga Banjarmasin - Ayo Indonesia". Wadai Ipau, Sajian asli Arab dan Menjadi Kudapan Khas Warga Banjarmasin - Ayo Indonesia. Diakses tanggal 2022-06-06.
  5. ↑ "Parade 1000 Wadai Ipau". Media Center Banjarmasin. Diakses tanggal 2022-06-06.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan