Kamis, 22 Oktober 2026
21:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Sate Ponorogo

Sate Ponorogo

salah satu olahan daging

Bagikan:
Artikel ini berisi konten yang ditulis dengan gaya sebuah iklan. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menghapus konten yang dianggap sebagai spam dan pranala luar yang tidak sesuai, dan tambahkan konten ensiklopedis yang ditulis dari sudut pandang netral dan sesuai dengan kebijakan Wikipedia. (Januari 2022)
330px-Sate_Ponorogo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sate Ayam Ponorogo

Sate Ponorogo (bahasa Jawa:ꦱꦠꦺ​ꦥꦤꦫꦒ, translit. Saté Panaraga) adalah jenis sate yang berasal dari kota Ponorogo, Jawa Timur. Kata "sate" berasal dari bahasa Jawa dialek Ponorogo, yakni Sak Biting (dibaca Sak Beteng) yang berarti satu tusuk, biting adalah lidi. Oleh karena itu, sate Ponorogo menggunakan lidi sebagai tusuknya.

Awal Mula

Sate telah menjadi salah satu makanan masyarakat Ponorogo sejak zaman Wengker. Makanan ini baru diketahui oleh Batoro Katong selaku Bupati Ponorogo pertama pada abad ke-15 setelah menaklukkan Wengker menjadi Ponorogo. Sate telah menjadi makanan para warok, sehingga usia makanan sate bisa lebih tua sejak diketahui oleh Batoro Katong.

Penyajian

Seperti halnya Sate Madura, sate Ponorogo juga menggunakan daging ayam sebagai bahan utamanya. Namun, terdapat hal yang membedakan antara sate Ponorogo dengan sate Madura, yaitu cara memotong daging ayamnya. Daging ayam sate Ponorogo tidak dipotong menyerupai dadu, tetapi dipotong dengan cara memfilet yaitu memotong tipis daging ayam.[1] Oleh karena itu, daging yang dihasilkan tipis dan bebas lemak sehingga menjadi kurang gurih. Perbedaan berikutnya adalah sate Ponorogo melalui proses perendaman bumbu atau dibacem agar bumbu meresap ke dalam daging.

Setelah bumbunya merata, sate dipanggang selama kurang lebih 3-5 menit. Alat pemanggang sate Ponorogo terbuat dari tungku yang terbuat dari tanah liat. Sate beberapa kali dicelupkan atau dioles bumbu selama proses pemanggangan. Setelah matang, sate dilumuri dengan bumbu kacang.

Gang Sate di Ponorogo

Di Ponorogo terdapat sentra sate terbesar di dunia yang berada di Gang Sate yang terletak di Jalan Lawu, Gang 1, Ponorogo. Disebut demikian karena dalam gang tersebut banyak masyarakat penjual sate Ponorogo dalam per harinya para penjual sate Ponorogo di Gang Sate ini bila dijumlahkan tusuknya yang dijual mencapai ratusan ribu tusuk sate. Selain itu, penjual sate Ponorogo juga dilakukan dengan cara berkeliling dengan membawa pikulan.

Pengembangan

Sate Ponorogo telah mengalami perkembangan salah satunya dengan dipadukannya sate ayam dengan gulai kambing sehingga disebut sebagai sate gulai.[2][3]

Topik Ponorogo
Bupati: Sugiri Sancoko — Wakil bupati: Lisdyarita
Sejarah
Lambang Kabupaten Ponorogo
Pemerintahan
Eksekutif
Legislatif
Pendidikan
Demografi
Wisata
Wisata Kota
Gunung dan Bukit
Air Terjun
Waduk
Gua
Hutan
Seni dan Budaya
Tarian dan Kesenian
Upacara Adat
Festival
Kuliner
Makanan
Minuman
Jajanan
Tempat ibadah
Belanja dan Hiburan
Olahraga
Transportasi
Lainnya
Lihat pula: Kategori • Commons

Referensi

  1. ↑ Tim detikJatim (2022-09-23). "Asal-usul Sate Ponorogo hingga Resepnya". detikJatim. Diakses tanggal 2022-01-25.
  2. ↑ "Kuliner Sate Gule Ponorogo yang Gurih dan Lembut". Bisnis.com. 2017-05-18. Diakses tanggal 2023-01-07.
  3. ↑ Marhaban (MG-90), M. "Wisata Kuliner Ponorogo, Nikmati Sate Gule Legendaris Mbah Jambul - TIMES Indonesia". timesindonesia.co.id. Diakses tanggal 2023-01-07.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Kabupaten Ponorogo ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan