Kamis, 08 Oktober 2026
17:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Pratikno

Pratikno

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia ke-6

Bagikan:
Pratikno
250px-Menko_PMK_Pratikno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi, 2025
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesiake-6
Mulai menjabat
2 Oktober 2026
PresidenPrabowo Subianto
PendahuluWiranto
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesiake-19
Masa jabatan
21 Oktober 2024 –1 Oktober 2026
PresidenPrabowo Subianto
PendahuluMuhadjir Effendy
Pengganti Sugiono
Menteri Sekretaris Negara Indonesiake-17
Masa jabatan
27 Oktober 2014 –20 Oktober 2024
PresidenJoko Widodo
PendahuluSudi Silalahi
PenggantiPrasetyo Hadi
Rektor Universitas Gadjah Madake-14
Masa jabatan
16 Juli 2012 –24 November 2014
PendahuluSudjarwadi
PenggantiDwikorita Karnawati
Informasi pribadi
Lahir13 Februari 1962 (umur 64)
Partai politik  Independen
Suami/istriSiti Faridah
Anak3
KerabatSetyo Wahono (adik)
PendidikanUniversitas Gadjah Mada
Universitas Birmingham
Universitas Flinders
PekerjaanAkademikus

Pratikno (lahir 13 Februari 1962) adalah akademisi dan politikus Indonesia. Pratikno menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI ke-6 Sejak dilantik pada 2 Oktober 2026.[1] pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sejak 21 Oktober 2024. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara selama masa Kepresidenan Joko Widodo selama 2 periode. Sebelum masuk dunia politik, Pratikno adalah Rektor Universitas Gadjah Mada.[2] Ia juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM. Pada Pilpres 2009 silam, ia mendapat kepercayaan KPU untuk menjadi salah satu pemandu debat calon presiden.

Pendidikan

Pratikno memulai pendidikan dasar dan menengahnya di Bojonegoro. Ia bersekolah SMP Padangan (sekarang SMP Negeri 1 Padangan Bojonegoro), kemudian melanjutkan pendidikan menengah atas di SMPP Bojonegoro (sekarang SMA Negeri 2 Bojonegoro). Pratikno lulus SMPP pada tahun 1980[3]

Selanjutnya di tingkat pendidikan tinggi, Pratikno meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada pada 1985 tahun. Kemudian ia melanjutkan magisternya bidang Administrasi Pembangunan di Inggris. Pratikno meraih gelar Master of Social Science (M.Soc.Sc.) dari Birmingham University pada tahun 1991. Selanjutnya ia menempuh pendidikan doktoral bidang Ilmu Politik di Flinders University, Australia. Ia memperoleh gelar Doktor Filsafat pada tahun 1997.[4]

Pada Desember 2008, ia dikukuhkan sebagai guru besar sekaligus profesor bidang ilmu politik dari Universitas Gadjah Mada.

Pengalaman profesional[5]

Akademsi

Pratikno memulai karier profesionalnya sebagai akademisi di almamaternya. Ia menjadi Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1986.

Perwakilan Kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri

Pratikno beberapa kali mendapat jabatan perwakilan kerjasama antar Universitas Gadjah Mada dengan universitas-universitas luar negeri. Pada tahun 1998 hingga tahun 2003, ia ditunjuk sebagai Anggota Dewan Akademik Kerjasama UGM dan Agder University College. Pratikno juga menjadi Mitra Indonesia untuk kerjasama antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas Nasional Singapura serta perguruan tinggi lainnya di Asia dan Australia pada tahun 2001 hingga 2008. Di tahun 2003, ia menjabat sebagai Manajer Kerjasama Program Pascasarjana Politik Lokal dan Otonomi Daerah Universitas Gadjah Mada dengan Departemen Studi Asia, Flinders University of South Australia.

Dalam selang waktu 2004 hingga 2006, ia menjadi Mitra untuk Kerjasama Indonesia antara Institute Development Studies, Brighton, UK; Madras Institute of Development Studies, Chennai, India; Lahore University of Management Science, Pakistan, dan Universitas Gadjah Mada. Di tahun yang sama, ia juga menjadi Mitra Tetap Indonesia untuk Barometer Asia, Universitas Tokyo dan Universitas Chuo, Jepang (2004–2009).Rentang waktu tahun 2007 hingga 2011, ia menjabat sebagai Manajer Kerjasama Fisipol UGM dengan Royal Dutch Institute of Southeast Asian and Carribean Studies/Koninklijk Instituut voor Taal, Land, en Volkenkunde (KITLV, Leiden). Tahun 2007 hingga 2011, Pratikno mejadi anggota Dewan kerjasama antara Pusat Studi Sosial Asia Timur dan Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada dengan Universitas Oslo, Norwegia dan Universitas Kolombo, Sri Lanka.

Dekan dan Rektor

Dalam jabatan struktural, Pratikno ditunjuk sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik pada tahun 2001–2004. Seiring jabatannya sebagai Wakil Dekan, ia juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Pascasarjana Politik Lokal dan Otonomi Daerah dari tahun 2003 hingga 2008. Selanjutnya, Pratikno terpilih sebagai Fakultas Ilmu Sosial dan Politik untuk periode 2008 hingga 2012.

Pratikno terpilih menjadi Rektor Universitas Gadjah Mada untuk periode 2012 hingga 2017. Namun, Pratikno menanggalkan jabatannya pada tahun 2014, karena ditunjuk sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Pemerintahan dan politik

Tim Ahli di Kementerian Dalam Negeri

Pratikno terjun di dunia pemerintahan pada tahun 2006. Dari tahun 2006 hingga 2007, ia menjadi tim ahli Anggota Tim Ahli Bidang Hukum, Sosial Politik, dan Otonomi Daerah di Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia (sekarang Kemeneterian Dalam Negeri). Posisi digeser menjadi Anggota Tim Ahli Konsepsi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Departemen yang sama dalam waktu 2007 hingga 2012.

Menteri Sekretaris Negara

Di tahun 2014, ia ditunjuk sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) oleh Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo. Ia dipercaya selama 2 periode dan menjadi tangan kanan presiden Joko Widodo. Pratikno selama menjabat turut mengumumkan pernyataan presiden serta menyusun secara administrasi peraturan presiden hingga keputusan presiden.

Di awal tahun 2015, Budi Gunawan menjadi calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), tetapi mengalami kontroversi karena tidak lama setelah pencalonan, Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.[6] Kemudian, Mensesneg Pratikno meminta Budi Gunawan untuk mundur sebagai calon Kapolri.[7] Kurang lebih seminggu kemudian, Pratikno menyampaikan keterangan pers Presiden yang mencalonkan Badrodin Haiti sebagai calon tunggal Kapolri.[8]

Pada Mei 2015, Mensesneg Pratikno melantik Kepala Sekretariat Presiden, Kepala Sekretariat Wakil Presiden serta 4 Deputi Sekretariat Wakil Presiden.[9]

Pada September 2016, Pratikno dirumorkan bertemu ketua umum partai untuk Pemilihan Kepala Daerah 2017, tetapi kabar itu dibantah oleh Pratikno sendiri. Ia menegaskan bersikap netral di Pilkada 2017.[10] Pada Oktober 2016, Mensesneg Pratikno mendampingi Presiden Joko Widodo menerima delegasi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi yang bahas reformasi perpajakan di Indonesia.[11]

Pada November 2017, Mensesneg Pratikno bersama Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas-Ngandong sebagai area pengembangan pendidikan dan pelatihan dalam pengelolaan hutan bagi sivitas akademika Universitas Gadjah Mada.[12]

Penghargaan

Referensi

  1. ↑ "Prabowo Resmi Lantik Wantimpres: Pratikno Ketua, Hatta Rajasa Wakil". nasional. Diakses tanggal 2026-10-02.
  2. ↑ Profil Diarsipkan 2016-08-09 di Wayback Machine.
  3. ↑ "Prof. Dr. Pratikno Terpilih menjadi Rektor UGM". Universitas Gadjah Mada. 22 Maret 2012. Diakses tanggal 9 Mei 2025.
  4. ↑ "Pratikno, Rektor UGM yang Dulu Bercita-cita Jadi Sekda". Detik.com. 22 Maret 2012. Diakses tanggal 9 Mei 2025.
  5. ↑ Pengalaman Profesional, website pribadi.
  6. ↑ "Kronologi kasus Budi Gunawan dan ketegangan KPK-Polri". BBC News Indonesia. 15 Februari 2015.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |acccess-date= diabaikan
  7. ↑ Firdaus, Fahmi (4 Februari 2015). "PDIP: Pratikno Jangan Buat Masyarakat Bingung". Okezone.com. Diakses tanggal 20 Juni 2025.
  8. ↑ "Presiden Jokowi Usulkan Badrodin Haiti Jadi Kapolri". Kementerian Sekretariat Negara RI. 18 Februari 2015. Diakses tanggal 20 Juni 2025.
  9. ↑ "Mensesneg Lantik Kasetpres dan 5 Pembantu Wakil Presiden". Sekretariat Wakil Presiden, Kementerian Sekretariat Negara. 26 Mei 2015. Diakses tanggal 20 Juni 2025.
  10. ↑ Raditya, Iswara N. "Mensesneg Pratikno Tegaskan Netral di Pilkada 2017". Tirto.id.
  11. ↑ "Terima Delegasi OECD, Presiden Jokowi Bahas Reformasi Perpajakan di Indonesia". Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. 24 Oktober 2016.
  12. ↑ "Mensesneg Bersama Dirjen KSDAE Luncurkan KHDTK Getas Ngandong". Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. 17 November 2017. Diakses tanggal 20 Juni 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Inilah 71 Nama Penerima Bintang Mahaputera dan Bintang Jasa". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2020-11-11. Diakses tanggal 2022-10-17.

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Muhadjir Effendy
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia
2024–2026
Diteruskan oleh:
Sugiono
Didahului oleh:
Sudi Silalahi
Menteri Sekretaris Negara Indonesia
2014–2024
Diteruskan oleh:
Prasetyo Hadi
Jabatan akademik
Didahului oleh:
Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D.
Rektor Universitas Gadjah Mada
2012–2014
Diteruskan oleh:
Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D.
Kabinet Merah Putih (2024–2029)
Menteri bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Pejabat setingkat menteri:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Kabinet Kerja (2014–2019)
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang dibawahi langsung oleh Presiden:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan