Senin, 19 Oktober 2026
01:10 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Hatta Rajasa

Hatta Rajasa

politikus Indonesia

Bagikan:
Artikel biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Tolong bantu perbaiki agar netral dan ensiklopedis.
Hatta Rajasa
250px-Hatta_Rajasa_sebagai_Wakil_Ketua_merangkap_Anggota_Dewan_Pertimbangan_Presiden_%282026%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret, 2026
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden
Mulai menjabat
2 Oktober 2026
PresidenPrabowo Subianto
KetuaPratikno
Menteri Koordinator Bidang Perekonomianke-13
Masa jabatan
22 Oktober 2009 –14 Mei 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluBoediono
Sri Mulyani Indrawati (Plt.)
PenggantiChairul Tanjung
Menteri Sekretaris Negarake-14
Masa jabatan
9 Mei 2007 –20 Oktober 2009
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluYusril Ihza Mahendra
PenggantiSudi Silalahi
Menteri Perhubunganke-27
Masa jabatan
21 Oktober 2004 –9 Mei 2007
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluAgum Gumelar
PenggantiJusman Syafii Djamal
Menteri Negara Riset dan Teknologike-8
Masa jabatan
10 Agustus 2001 –29 September 2004
PresidenMegawati Soekarnoputri
PendahuluMuhammad Atho'illah Shohibul Hikam
PenggantiKusmayanto Kadiman
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
1 Oktober 2004 –21 Oktober 2004
Daerah pemilihanJawa Barat I
PendahuluDaerah pemilihan dibentuk
PenggantiCecep Rukmana
Masa jabatan
1 Oktober 1999 –10 Agustus 2001
PendahuluDaerah pemilihan multi anggota
PenggantiCecep Rukmana
Daerah pemilihanJawa Barat (Kodya Bandung)
Ketua Umum Partai Amanat Nasionalke-3
Masa jabatan
9 Januari 2010 –1 Maret 2015
Sekretaris JenderalZulkifli Hasan
PendahuluSoetrisno Bachir
PenggantiZulkifli Hasan[1]
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional
Masa jabatan
13 Februari 2000 (2000-02-13) –9 April 2005 (2005-04-9)
Ketua UmumAmien Rais
PendahuluFaisal Basri
PenggantiZulkifli Hasan
Informasi pribadi
Lahir18 Desember 1953 (umur 72)
Partai politik  PAN
Suami/istriOktiniwati Ulfa Dariah Rajasa
HubunganSusilo Bambang Yudhoyono (besan)
Edhie Baskoro Yudhoyono (menantu)
Hanna Gayatri (kakak)
Iskandar (adik)
Achmad Hafisz Tohir (adik)
AnakSiti Ruby Aliya Rajasa
AlmamaterInstitut Teknologi Bandung
PekerjaanPolitikus
Tanda tangan

Muhammad Hatta Rajasa (ejaan Soewandi: Hatta Radjasa, lahir 18 Desember 1953) adalah seorang politikus senior dari Partai Amanat Nasional. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden sejak 2 Oktober 2026.[2] Sebelumnya ia pernah menduduki posisi menteri di beberapa pos kementerian pada masa pemerintahan Megawati Sukarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Kehidupan awal

Hatta lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 18 Desember 1953. Ayahnya bernama H. Muhammad Tohir, berasal dari Desa Jejawi, Ogan Komering Ilir Sumsel dan ibunya bernama Hj. Aisyah dari Desa Adumanis OKU Timur Sumsel.[3] Dia di lahirkan dari keluarga sederhana. Dia adalah anak kedua dari 13 bersaudara. Dia pun semasa kecil tidak pernah bercita-cita menjadi seorang menteri.[4] Ayahnya seorang tentara yang kemudian berhenti dan memilih menjadi PNS sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Sejak kecil Hatta sudah diajarkan hidup disiplin dan mandiri. Saat di SMP dan SMA dia sudah berpisah dengan orang tuanya. Dia tinggal dan sekolah di Palembang sedangkan orang tuanya di Ogan Komering Ilir. Jarak yang cukup jauh sekitar 100 km antara Ogan Komering Ilir dan palembang. Lulus SMA, Hatta kembali hidup jauh dari orang tuanya. Ia kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sewaktu kuliah, Hatta terbilang aktif di organisasi dan dia menjabat wakil ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB (HMTM) dan Senator Mahasiswa ITB. Selain itu, ia juga aktivis Masjid Salman Bandung, bahkan jauh sebelum itu aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII). Lulus kuliah, Hatta sebetulnya ingin menjadi dosen, tapi kandas karena lebih memilih membantu orang tua dan saudara-saudaranya, dia memilih menjadi pengusaha. Hatta lalu memulai kariernya pada usia 24 tahun sebagai teknisi lapangan di PT Bina Patra Jaya pada 1977-1978. Pada tahun 1980, ia dipercaya menjadi wakil manajer teknis di sebuah perusahaan pengeboran minyak, PT Meta Epsi. Kariernya terus melesat pada usia 29 tahun, dia sudah menjadi presiden direktur PT Arthindo. Dia menduduki posisi ini dari tahun 1982 hingga 2000. Sukses di dunia perminyakan, dia mulai tertarik ke dunia politik. Naluri aktivisnya saat mahasiswa mendorongnya terjun di dunia kepartaian.

Karier politik

Bersamaan lahirnya Era Reformasi, dan berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta bergabung ke PAN dengan menjadi Ketua Departemen Sumber Daya Alam dan Energi. Ia pun kemudian mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 1999 dari daerah pemilihan (Dapil) Bandung, Jawa Barat. Karier politiknya mulai meroket, di lembaga legislatif itu, ia terpilih menjadi ketua Fraksi Reformasi DPR RI. Pada saat kongres I PAN pada tahun 2000, Hatta kemudian didaulat menjadi Sekretaris Jenderal mendampingi Ketua Umum Soetrisno Bachir periode 2000-2005.

Dari dunia legislatif, dia beralih ke eksekutif dengan menjadi beberapa kali menteri di kebinet yang berbeda. Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, hingga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sukses Hatta ini dinilai banyak orang karena keahlian komunikasi atau lobinya sehingga diterima oleh presiden yang sedang berkuasa. Seriring dengan cemerlang kariernya di eksekutif, Hatta juga naik kelas di kepengurusan partai. Pada masa jabatannya sebagai Menteri Perhubungan ditandai dengan beberapa kecelakaan transportasi yang menonjol, di antaranya musibah Lion Air Penerbangan 538, Kecelakaan Kereta Api Fajar Utama Ekspres Lampung, Mandala Airlines Penerbangan 91, Kecelakaan KM Digoel, Musibah KM Senopati Nusantara, Adam Air Penerbangan 574, Kebakaran KM Levina I dan Garuda Indonesia Penerbangan 200.

Pada 19 Mei 2014, Hatta mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Prabowo Subianto yang akan maju dalam Pemilu 2014.[5] Pasangan ini didukung oleh 6 partai politik yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang dan Partai Golkar.[6] Mendekati masa akhir kampanye Pilpres, Partai Demokrat juga menyatakan dukungannya pada pasangan ini yang membuat dukungan menjadi 7 partai. Ia kalah dalam pemilihan itu dengan perbandingan persentase suara tipis 46,85% berbanding dengan 53,15%. saat itu ia menjadi penengah kekuatan politik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Jokowi dan Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung Prabowo Subianto.[7]

Pendidikan

Karier

Penghargaan

Dalam negeri

Luar negeri

Doktor kehormatan

Galeri

Referensi

  1. ↑ "Zulkifli Hasan Ungguli Hatta di Kongres Bali". Metrotvnews.com. MetrotvNews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-03-02. Diakses tanggal 2015-03-01.
  2. ↑ "Hatta Rajasa Akan Dilantik Jadi Wakil Ketua Watimpres". KOMPAS. 2026-10-2. Diakses tanggal 2026-10-08.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ "Kisah Rambut Putih Hatta Rajasa, Silsilah Keluarga Basyaiban dan Trah Kerajaan Majapahit ?". Kanzunqalam's Blog. 2014-04-18. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 2022-08-11.
  4. ↑ "Inilah Kisah Hatta Rajasa Semasa Kecil". Inilah.com. 2014-06-12. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-11. Diakses tanggal 2022-08-11.
  5. ↑ "Maju Cawapres, Hatta Rajasa Mengundurkan Diri dari Menteri". Metrotvnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-19. Diakses tanggal 2014-05-19.
  6. ↑ "6 Partai Deklarasi Dukung Prabowo-Hatta". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-17. Diakses tanggal 2014-05-19.
  7. ↑ "Profil Ir Muhammad Hatta Rajasa - VIVA". VIVA.co.id. 2016-11-09. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-09-01. Diakses tanggal 2022-08-11.
  8. ↑ Daftar WNI Yang Memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Tahun 2004 - Sekarang (PDF). Diakses tanggal 25 Agustus 2021.
  9. ↑ "Rajin Tarik Investasi, Hatta Rajasa Dapat Penghargaan Pemerintah Korsel". detikfinance. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-02. Diakses tanggal 2023-04-02.
  10. ↑ "Menko Perekonomian Raih Penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia". ekon.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-02. Diakses tanggal 2023-04-02.
  11. ↑ "S. Korea awards Gwanghwa Medal to Hatta". Republika Online. 2012-12-15. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-02. Diakses tanggal 2023-04-02.
  12. ↑ Batubara, Herianto. "Terima Penghargaan dari Pemerintah Jepang, Hatta Rajasa: Persembahan untuk Bangsa". detiknews. Diakses tanggal 2024-11-06.
  13. ↑ "2024 Autumn Conferment of Decorations on Foreign Nationals" (PDF). Ministry of Foreign Affairs of Japan. Diakses tanggal 16 Mei 2025.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hatta Rajasa.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Sri Mulyani
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia
2009–2014
Diteruskan oleh:
Chairul Tanjung
Didahului oleh:
Yusril Ihza Mahendra
Menteri Sekretaris Negara Indonesia
2007–2009
Diteruskan oleh:
Sudi Silalahi
Didahului oleh:
Agum Gumelar
Menteri Perhubungan Indonesia
2004–2007
Diteruskan oleh:
Jusman Syafii Djamal
Didahului oleh:
AS Hikam
Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia
2001–2004
Diteruskan oleh:
Kusmayanto Kadiman
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Soetrisno Bachir
Ketua Umum PAN
2010–2015
Diteruskan oleh:
Zulkifli Hasan
Didahului oleh:
Faisal Basri
Sekretaris Jenderal PAN
2000–2005
Diteruskan oleh:
Zulkifli Hasan
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
AS Hikam
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
2001–2004
Diteruskan oleh:
Kusmayanto Kadiman
Keluarga
Orang tua
Pasangan dan saudara
Generasi ke-2
Generasi ke-3
  • Almira Tunggadewi Yudhoyono (cucu)
  • Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono (cucu)
  • Airlangga Satriadhi Yudhoyono (cucu)
  • Pancasakti Maharajasa Yudhoyono (cucu)
  • Gayatri Idalia Yudhoyono (cucu)
  • Alisha Prameswari Yudhoyono (cucu)
120px-Susilo_Bambang_Yudhoyono%2C_official_presidential_portrait_%282004%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Almamater
Masa pemerintahan
← Didahului: Megawati Soekarnoputri
Digantikan: Joko Widodo →
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang dibawahi langsung oleh Presiden:
Menko Polhukam: Widodo Adi Sutjipto •Menko Perekonomian: Aburizal Bakrie, Boediono, Sri Mulyani (plt.) •Menko Kesra: Alwi Shihab, Aburizal Bakrie •Mensesneg: Yusril Ihza Mahendra, Hatta Rajasa •Mendagri: Mohammad Ma'ruf, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim), Mardiyanto •Menlu: Hassan Wirajuda •Menhan: Juwono Sudarsono •Menkumham: Hamid Awaluddin, Andi Mattalatta •Menkeu: Jusuf Anwar, Sri Mulyani •Menteri ESDM: Purnomo Yusgiantoro •Menperin: Andung A. Nitimiharja, Fahmi Idris •Mendag: Mari Elka Pangestu •Mentan: Anton Apriyantono •Menhut: M. S. Kaban •Menhub: Hatta Rajasa, Jusman Syafii Djamal •Menlutkan: Freddy Numberi •Menakertrans: Fahmi Idris, Erman Soeparno •Menteri PU: Djoko Kirmanto •Menkes: Siti Fadilah Supari •Mendiknas: Bambang Sudibyo •Mensos: Bachtiar Chamsyah •Menag: Muhammad Maftuh Basyuni •Menbudpar: Jero Wacik, Mohammad Nuh (ad-interim) •Menkominfo (bernama Menneg Kominfo sampai Januari 2005): Sofyan Djalil, Mohammad Nuh •Menneg Ristek (merangkap Kepala BPPT sampai April 2006): Kusmayanto Kadiman •Menneg Kop-UKM: Suryadharma Ali, Mari Elka Pangestu (ad-interim) •Menneg LH: Rachmat Witoelar •Menneg PP: Meutia Hatta •Menneg PAN: Taufiq Effendi, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim) •Menneg PDT: Saifullah Yusuf, Muhammad Lukman Edy, Djoko Kirmanto (ad-interim) •Menneg PPN/Kepala Bappenas: Sri Mulyani Indrawati, Paskah Suzetta •Menneg BUMN: Soegiharto, Sofyan Djalil •Mennegpera: Muhammad Yusuf Asy'ari •Mennegpora: Adhyaksa Dault •Jakgung: Abdul Rahman Saleh, Hendarman Supandji •Panglima TNI: Endriartono Sutarto, Djoko Suyanto, Djoko Santoso •Kapolri: Da'i Bachtiar, Sutanto, Bambang Hendarso Danuri
Kabinet Gotong Royong (2001–2004)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan