Artikel biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Tolong bantu perbaiki agar netral dan ensiklopedis. |
Hatta Rajasa | |
|---|---|
Potret, 2026 | |
| Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden | |
| Mulai menjabat 2 Oktober 2026 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Ketua | Pratikno |
| Menteri Koordinator Bidang Perekonomianke-13 | |
| Masa jabatan 22 Oktober 2009 –14 Mei 2014 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Pendahulu | Boediono Sri Mulyani Indrawati (Plt.) |
| Pengganti | Chairul Tanjung |
| Menteri Sekretaris Negarake-14 | |
| Masa jabatan 9 Mei 2007 –20 Oktober 2009 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Pendahulu | Yusril Ihza Mahendra |
| Pengganti | Sudi Silalahi |
| Menteri Perhubunganke-27 | |
| Masa jabatan 21 Oktober 2004 –9 Mei 2007 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Pendahulu | Agum Gumelar |
| Pengganti | Jusman Syafii Djamal |
| Menteri Negara Riset dan Teknologike-8 | |
| Masa jabatan 10 Agustus 2001 –29 September 2004 | |
| Presiden | Megawati Soekarnoputri |
| Pendahulu | Muhammad Atho'illah Shohibul Hikam |
| Pengganti | Kusmayanto Kadiman |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat | |
| Masa jabatan 1 Oktober 2004 –21 Oktober 2004 | |
| Daerah pemilihan | Jawa Barat I |
| Pendahulu | Daerah pemilihan dibentuk |
| Pengganti | Cecep Rukmana |
| Masa jabatan 1 Oktober 1999 –10 Agustus 2001 | |
| Pendahulu | Daerah pemilihan multi anggota |
| Pengganti | Cecep Rukmana |
| Daerah pemilihan | Jawa Barat (Kodya Bandung) |
| Ketua Umum Partai Amanat Nasionalke-3 | |
| Masa jabatan 9 Januari 2010 –1 Maret 2015 | |
| Sekretaris Jenderal | Zulkifli Hasan |
| Pendahulu | Soetrisno Bachir |
| Pengganti | Zulkifli Hasan[1] |
| Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional | |
| Masa jabatan 13 Februari 2000 (2000-02-13) –9 April 2005 (2005-04-9) | |
| Ketua Umum | Amien Rais |
| Pendahulu | Faisal Basri |
| Pengganti | Zulkifli Hasan |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 18 Desember 1953 (umur 72) Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia |
| Partai politik | PAN |
| Suami/istri | Oktiniwati Ulfa Dariah Rajasa |
| Hubungan | Susilo Bambang Yudhoyono (besan) Edhie Baskoro Yudhoyono (menantu) Hanna Gayatri (kakak) Iskandar (adik) Achmad Hafisz Tohir (adik) |
| Anak | Siti Ruby Aliya Rajasa |
| Almamater | Institut Teknologi Bandung |
| Pekerjaan | Politikus |
| Tanda tangan | |
Muhammad Hatta Rajasa (ejaan Soewandi: Hatta Radjasa, lahir 18 Desember 1953) adalah seorang politikus senior dari Partai Amanat Nasional. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden sejak 2 Oktober 2026.[2] Sebelumnya ia pernah menduduki posisi menteri di beberapa pos kementerian pada masa pemerintahan Megawati Sukarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Kehidupan awal
Hatta lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 18 Desember 1953. Ayahnya bernama H. Muhammad Tohir, berasal dari Desa Jejawi, Ogan Komering Ilir Sumsel dan ibunya bernama Hj. Aisyah dari Desa Adumanis OKU Timur Sumsel.[3] Dia di lahirkan dari keluarga sederhana. Dia adalah anak kedua dari 13 bersaudara. Dia pun semasa kecil tidak pernah bercita-cita menjadi seorang menteri.[4] Ayahnya seorang tentara yang kemudian berhenti dan memilih menjadi PNS sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Sejak kecil Hatta sudah diajarkan hidup disiplin dan mandiri. Saat di SMP dan SMA dia sudah berpisah dengan orang tuanya. Dia tinggal dan sekolah di Palembang sedangkan orang tuanya di Ogan Komering Ilir. Jarak yang cukup jauh sekitar 100 km antara Ogan Komering Ilir dan palembang. Lulus SMA, Hatta kembali hidup jauh dari orang tuanya. Ia kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sewaktu kuliah, Hatta terbilang aktif di organisasi dan dia menjabat wakil ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB (HMTM) dan Senator Mahasiswa ITB. Selain itu, ia juga aktivis Masjid Salman Bandung, bahkan jauh sebelum itu aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII). Lulus kuliah, Hatta sebetulnya ingin menjadi dosen, tapi kandas karena lebih memilih membantu orang tua dan saudara-saudaranya, dia memilih menjadi pengusaha. Hatta lalu memulai kariernya pada usia 24 tahun sebagai teknisi lapangan di PT Bina Patra Jaya pada 1977-1978. Pada tahun 1980, ia dipercaya menjadi wakil manajer teknis di sebuah perusahaan pengeboran minyak, PT Meta Epsi. Kariernya terus melesat pada usia 29 tahun, dia sudah menjadi presiden direktur PT Arthindo. Dia menduduki posisi ini dari tahun 1982 hingga 2000. Sukses di dunia perminyakan, dia mulai tertarik ke dunia politik. Naluri aktivisnya saat mahasiswa mendorongnya terjun di dunia kepartaian.
Karier politik
Bersamaan lahirnya Era Reformasi, dan berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta bergabung ke PAN dengan menjadi Ketua Departemen Sumber Daya Alam dan Energi. Ia pun kemudian mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 1999 dari daerah pemilihan (Dapil) Bandung, Jawa Barat. Karier politiknya mulai meroket, di lembaga legislatif itu, ia terpilih menjadi ketua Fraksi Reformasi DPR RI. Pada saat kongres I PAN pada tahun 2000, Hatta kemudian didaulat menjadi Sekretaris Jenderal mendampingi Ketua Umum Soetrisno Bachir periode 2000-2005.
Dari dunia legislatif, dia beralih ke eksekutif dengan menjadi beberapa kali menteri di kebinet yang berbeda. Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, hingga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sukses Hatta ini dinilai banyak orang karena keahlian komunikasi atau lobinya sehingga diterima oleh presiden yang sedang berkuasa. Seriring dengan cemerlang kariernya di eksekutif, Hatta juga naik kelas di kepengurusan partai. Pada masa jabatannya sebagai Menteri Perhubungan ditandai dengan beberapa kecelakaan transportasi yang menonjol, di antaranya musibah Lion Air Penerbangan 538, Kecelakaan Kereta Api Fajar Utama Ekspres Lampung, Mandala Airlines Penerbangan 91, Kecelakaan KM Digoel, Musibah KM Senopati Nusantara, Adam Air Penerbangan 574, Kebakaran KM Levina I dan Garuda Indonesia Penerbangan 200.
Pada 19 Mei 2014, Hatta mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Prabowo Subianto yang akan maju dalam Pemilu 2014.[5] Pasangan ini didukung oleh 6 partai politik yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang dan Partai Golkar.[6] Mendekati masa akhir kampanye Pilpres, Partai Demokrat juga menyatakan dukungannya pada pasangan ini yang membuat dukungan menjadi 7 partai. Ia kalah dalam pemilihan itu dengan perbandingan persentase suara tipis 46,85% berbanding dengan 53,15%. saat itu ia menjadi penengah kekuatan politik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Jokowi dan Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung Prabowo Subianto.[7]
Pendidikan
- SMA Negeri 4 Palembang
- Insinyur Teknik Perminyakan angkatan 1973 Institut Teknologi Bandung (ITB)
- Studi Pembangunan Institut Teknologi Bandung (ITB) selama setahun, akan tetapi tidak dilanjutkan karena sibuk di partai politik dan menjadi Menristek [butuh rujukan]
Karier
- 2010-2015: Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional
- 2009-sekarang: Ketua Dewan Pembina Yayasan Institut Teknologi dan Sains Bandung
- 2009-2014: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II
- 2007-2009: Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu
- 2004-2007: Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu
- 2001-2004: Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Gotong Royong
- 2000-2005: Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional
- 1999-2001: Ketua Fraksi Reformasi DPR-RI.
- 1999-2001: Anggota Komisi VIII DPR-RI.
- 1982-2000: Presiden Direktur Arthindo
- 1980-1983: Wakil Manajer teknis PT. Meta Epsi
- 1977-1978: Teknisi Lapangan PT. Bina Patra Jaya
Penghargaan
Dalam negeri
Indonesia :
Bintang Mahaputera Adipradana (10 Agustus 2013)[8]
Luar negeri
Korea Selatan :
Gwanghwa Medal of the Order of Diplomatic Service Merit (2012)[9][10][11]
Jepang :
Order of the Rising Sun Gold and Silver Star (2024)[12][13]
Doktor kehormatan
- Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Institut Teknologi Bandung pada 25 November 2019.
Galeri
- Hatta Radjasa di INAICTA 2010
- Hatta Radjasa saat menjabat di Kabinet Indonesia Bersatu
- Hatta Radjasa bersama Lucky Hakim di kediamannya
- Hatta Radjasa sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2014
- Foto lain Hatta Radjasa sebagai Calon Wakil Presiden di Pilpres 2014
Referensi
- ↑ "Zulkifli Hasan Ungguli Hatta di Kongres Bali". Metrotvnews.com. MetrotvNews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-03-02. Diakses tanggal 2015-03-01.
- ↑ "Hatta Rajasa Akan Dilantik Jadi Wakil Ketua Watimpres". KOMPAS. 2026-10-2. Diakses tanggal 2026-10-08.
{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date= - ↑ "Kisah Rambut Putih Hatta Rajasa, Silsilah Keluarga Basyaiban dan Trah Kerajaan Majapahit ?". Kanzunqalam's Blog. 2014-04-18. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 2022-08-11.
- ↑ "Inilah Kisah Hatta Rajasa Semasa Kecil". Inilah.com. 2014-06-12. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-11. Diakses tanggal 2022-08-11.
- ↑ "Maju Cawapres, Hatta Rajasa Mengundurkan Diri dari Menteri". Metrotvnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-19. Diakses tanggal 2014-05-19.
- ↑ "6 Partai Deklarasi Dukung Prabowo-Hatta". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-17. Diakses tanggal 2014-05-19.
- ↑ "Profil Ir Muhammad Hatta Rajasa - VIVA". VIVA.co.id. 2016-11-09. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-09-01. Diakses tanggal 2022-08-11.
- ↑ Daftar WNI Yang Memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Tahun 2004 - Sekarang (PDF). Diakses tanggal 25 Agustus 2021.
- ↑ "Rajin Tarik Investasi, Hatta Rajasa Dapat Penghargaan Pemerintah Korsel". detikfinance. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-02. Diakses tanggal 2023-04-02.
- ↑ "Menko Perekonomian Raih Penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia". ekon.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-02. Diakses tanggal 2023-04-02.
- ↑ "S. Korea awards Gwanghwa Medal to Hatta". Republika Online. 2012-12-15. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-02. Diakses tanggal 2023-04-02.
- ↑ Batubara, Herianto. "Terima Penghargaan dari Pemerintah Jepang, Hatta Rajasa: Persembahan untuk Bangsa". detiknews. Diakses tanggal 2024-11-06.
- ↑ "2024 Autumn Conferment of Decorations on Foreign Nationals" (PDF). Ministry of Foreign Affairs of Japan. Diakses tanggal 16 Mei 2025.
Pranala luar
- Situs Resmi Hatta Rajasa Diarsipkan 2022-05-16 di Wayback Machine
- Tokoh Indonesia Diarsipkan 2011-09-03 di Wayback Machine
- Hatta Rajasa di Instagram
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Sri Mulyani |
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia 2009–2014 |
Diteruskan oleh: Chairul Tanjung |
| Didahului oleh: Yusril Ihza Mahendra |
Menteri Sekretaris Negara Indonesia 2007–2009 |
Diteruskan oleh: Sudi Silalahi |
| Didahului oleh: Agum Gumelar |
Menteri Perhubungan Indonesia 2004–2007 |
Diteruskan oleh: Jusman Syafii Djamal |
| Didahului oleh: AS Hikam |
Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia 2001–2004 |
Diteruskan oleh: Kusmayanto Kadiman |
| Jabatan partai politik | ||
| Didahului oleh: Soetrisno Bachir |
Ketua Umum PAN 2010–2015 |
Diteruskan oleh: Zulkifli Hasan |
| Didahului oleh: Faisal Basri |
Sekretaris Jenderal PAN 2000–2005 |
Diteruskan oleh: Zulkifli Hasan |
| Jabatan pemerintahan | ||
| Didahului oleh: AS Hikam |
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 2001–2004 |
Diteruskan oleh: Kusmayanto Kadiman |
Kabinet Indonesia Bersatu II (2009–2014) | |
|---|---|
| |
| |
| |
| |
| |
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang dibawahi langsung oleh Presiden: | |
Kabinet Indonesia Bersatu (2004–2009) | |
|---|---|
Menko Polhukam: Widodo Adi Sutjipto •Menko Perekonomian: Aburizal Bakrie, Boediono, Sri Mulyani (plt.) •Menko Kesra: Alwi Shihab, Aburizal Bakrie •Mensesneg: Yusril Ihza Mahendra, Hatta Rajasa •Mendagri: Mohammad Ma'ruf, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim), Mardiyanto •Menlu: Hassan Wirajuda •Menhan: Juwono Sudarsono •Menkumham: Hamid Awaluddin, Andi Mattalatta •Menkeu: Jusuf Anwar, Sri Mulyani •Menteri ESDM: Purnomo Yusgiantoro •Menperin: Andung A. Nitimiharja, Fahmi Idris •Mendag: Mari Elka Pangestu •Mentan: Anton Apriyantono •Menhut: M. S. Kaban •Menhub: Hatta Rajasa, Jusman Syafii Djamal •Menlutkan: Freddy Numberi •Menakertrans: Fahmi Idris, Erman Soeparno •Menteri PU: Djoko Kirmanto •Menkes: Siti Fadilah Supari •Mendiknas: Bambang Sudibyo •Mensos: Bachtiar Chamsyah •Menag: Muhammad Maftuh Basyuni •Menbudpar: Jero Wacik, Mohammad Nuh (ad-interim) •Menkominfo (bernama Menneg Kominfo sampai Januari 2005): Sofyan Djalil, Mohammad Nuh •Menneg Ristek (merangkap Kepala BPPT sampai April 2006): Kusmayanto Kadiman •Menneg Kop-UKM: Suryadharma Ali, Mari Elka Pangestu (ad-interim) •Menneg LH: Rachmat Witoelar •Menneg PP: Meutia Hatta •Menneg PAN: Taufiq Effendi, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim) •Menneg PDT: Saifullah Yusuf, Muhammad Lukman Edy, Djoko Kirmanto (ad-interim) •Menneg PPN/Kepala Bappenas: Sri Mulyani Indrawati, Paskah Suzetta •Menneg BUMN: Soegiharto, Sofyan Djalil •Mennegpera: Muhammad Yusuf Asy'ari •Mennegpora: Adhyaksa Dault •Jakgung: Abdul Rahman Saleh, Hendarman Supandji •Panglima TNI: Endriartono Sutarto, Djoko Suyanto, Djoko Santoso •Kapolri: Da'i Bachtiar, Sutanto, Bambang Hendarso Danuri | |
Kabinet Gotong Royong (2001–2004) | |
|---|---|
| |
| ||
| (1) Prabowo-Hatta | Prabowo Subianto · Hatta Rajasa
|
|---|---|
| (2) Jokowi-JK | |
| Artikel terkait | |
| Artikel lain | |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Orang | |
| Lain-lain | |
