Jumat, 16 Oktober 2026
00:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Syahganda Nainggolan

Syahganda Nainggolan

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah ke-4 (sejak 2026)

Bagikan:
Ini adalah nama Batak Toba, marganya adalah Nainggolan.
Syahganda Nainggolan
250px-Syahganda_Nainggolan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah ke-4
Mulai menjabat
2 Oktober 2026
PresidenPrabowo Subianto
PendahuluMuhammad Qodari
Informasi pribadi
Lahir27 November 1965 (umur 60)
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
AlmamaterInstitut Teknologi Bandung
Universitas Indonesia
PekerjaanPolitikus, aktivis
Dikenal karena
Aktivis

Syahganda Nainggolan (lahir 27 November 1965) adalah seorang politikus dan aktivis Indonesia yang menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah sejak 2 Oktober 2026 yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.

Lahir di Medan, ia sempat mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung sebelum akhirnya dikeluarkan karena aktivitas politiknya menentang Orde Baru kala itu. Dilansir dari laporan majalah Tempo, September 1989, mahasiswa jurusan Geodesi ini aktif di forum kelompok diskusi MSC (Mahasiswa Student Center) ITB.

Pada era reformasi, Syahganda menjadi motor Partai Daulat Rakyat (PDR) bersama Adi Sasono. Namun, ia pertama kalinya menjadi caleg dari Partai Merdeka dari Dapil Tangerang. Ia kemudian pindah ke Partai Golkar, dan menjadi calon Partai Golkar untuk daerah Jawa Barat V pada 2009.

Nama Syahganda juga kembali mencuat pada 2007. Saat itu ia menjadi salah satu Tim Sukses dari Pasangan Presiden dan Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono–Jusuf Kalla. Hal itu disebut-sebut membawanya mendapat posisi Komisaris PT Pelindo.

Pada akhir era kepemimpinan SBY, Syahganda sempat dihubungkan dengan akun Twitter @triomacan2000. Ia disebut-sebut sebagai salah satu admin bersama Abdul Rasyid, Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian dan Raden Nuh.

Ia kemudian mendirikan Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle pada 2010. Pada 2015, Syahganda berhasil meraih gelar doktoralnya di Universitas Indonesia. Disertasinya berjudul Analisa Pengaruh Jaminan Upah Layak, Jaminan Sosial dan Solidaritas Sosial Terhadap Kesejahteraan Buruh.

Di era kepemimpinan Joko Widodo periode kedua, Syahganda muncul kembali setelah ia menyatakan dukungan dan ikut hadir dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada Agustus 2020. Bersama Din Syamsuddin hingga Gatot Nurmantyo, ia kemudian aktif di koalisi tersebut dan didapuk sebagai Sekretaris Komisi Kerja (Komja).[1]

Pada Pemerintahan Prabowo Subianto, Syahganda mendirikan GREAT Institute yang mana lembaga tersebut berfokus pada penguatann ide-ide kerakyatan dalam kebijakan pemerintahanan melalui diskusi dan kajian-kajian ekonomi, teknologi mutakhir dan politik.[2]

Referensi

Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Muhammad Qodari
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
2026–sekarang
Petahana
Kabinet Merah Putih (2024–2029)
Menteri bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Pejabat setingkat menteri:


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan