Sabtu, 17 Oktober 2026
12:44 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Ichlasul Amal

Ichlasul Amal

Rektor Universitas Gadjah Mada ke-11 (1998–2002)

Bagikan:
Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Ichlasul Amal" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Ichlasul Amal
Ichlasul_amal.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Rektor Universitas Gadjah Madake-11
Masa jabatan
1998–2002
PendahuluProf. Dr. Soekanto H. Reksohadiprodjo, M.Com
PenggantiProf. Dr. Sofian Effendi, MPIA
Informasi pribadi
Lahir(1942-08-01)1 Agustus 1942
Meninggal14 November 2024(2024-11-14) (umur 82)
Suami/istriEry Hariati
Almamater

Ichlasul Amal (1 Agustus 1942 – 14 November 2024) adalah Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1998 sampai 2002. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pers periode 2003–2010. Ia meninggal dunia pada 14 November 2024.[1]

Kehidupan awal

Amal lahir pada tanggal 1 Agustus 1942 di Jember, Jawa Timur, sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara dari keluarga pedagang.[2] Ayahnya berasal dari Madura.[2] Ia mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat (1955), SMP (1958), dan SMA (1961) di Jember. Ia menempuh pendidikan S-1 di jurusan hubungan internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada pada tahun 1961 dan lulus pada tahun 1967. Selama masa kuliahnya, Amal menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.[2] Pada tahun 1972, ia melanjutkan pendidikan magisternya di jurusan ilmu politik Northern Illinois University dan lulus pada tahun 1974.[2] Amal memperoleh gelar Ph.D. dari jurusan ilmu politik Universitas Monash pada tahun 1984.[2]

Karier

  • Dosen Jurusan Hubungan Internasional Fisipol UGM (1967–2024)
  • Direktur Pusat Antar Universitas (PAU) studi sosial UGM (1986–1988)
  • Dekan Fisipol UGM (1988–1994)
  • Direktur Program Pascasarjana UGM (1994–1998)
  • Rektor UGM (1998–2002)
  • Ketua Pembangunan Masjid Kampus Shalahuddin UGM (1998–2000)
  • Ketua Yayasan Masjid Kampus UGM (2000–2014)
  • Ketua Dewan Pers (2003–2010)
  • Ketua Takmir Masjid Kampus UGM (2014–2017)

Masa kecil

Suami dari Ery Hariati dan ayah dari dua orang anak (Amelin Herani, S.E. dan Akmal Herawan) ini dibesarkan di tengah keluarga pedagang yang berbudaya santri. Kebetulan rumahnya berdekatan dengan pondok pesantren dan pernah dijadikan markas Partai Masyumi. Pada saat kecil, Amal mengaku tak punya cita-cita. Dia tidak bercita-cita jadi pedagang seperti orang tuanya atau kebanyakan anak-anak sebayanya ketika itu. Ada budaya pesantren di kampungnya itu lebih banyak bercita-cita jadi pedagang, ketimbang jadi pegawai negeri. Cita-citanya mengalir saja laksana air.

Amal mengecap pendidikan SD, SMP, dan SMA di kota kelahirannya. Dia selalu mendapat ranking pertama. Lulus SMA, dia mendaftar dan diterima di dua universitas, yakni UGM dan Unair Surabaya. Lalu, Amal memilih Jurusan Hubungan Internasional Fisipol UGM. Dia pun tekun mengikuti kuliah dan diselesaikan lima tahun (1967).

Dia pun langsung diangkat menjadi dosen di almamaternya tanpa melamar. Ketika itu pada tahun 1967, UGM mengalami kekosongan pengajar karena banyak dosen terlibat G 30 S dan dikeluarkan. Dua tahun berikutnya (1969), dia menikah dengan Ery Hariati, adik kelasnya waktu kuliah. Mereka dikaruniai tiga anak, tetapi satu meninggal dunia akibat leukemia. Lalu, dia pun berkesempatan melanjutkan studi ilmu politik di Northern Illinois University, Illinois, Amerika Serikat, atas beasiswa Fullbright, dan berhasil meraih gelar M.A. Kemudian, sambil merawat anaknya yang sakit di Australia, Amal melanjutkan S3 di Monash University, Melbourne, Australia. Dia pun menggondol gelar doktor (Ph.D.) dengan disertasi mengenai politik dalam negeri dalam kaitan hubungan pusat dengan daerah.

Selain sebagai guru besar politik di UGM, dia pun dikenal sebagai pengamat politik yang jernih tanpa mempunyai interest pribadi. Setelah tidak menjabat rektor, ia pun tetap menjadi pengamat politik.[3]

Tanda kehormatan

Referensi

  1. 1 2 Putri, Diva Lufiana; Dzulfaroh, Ahmad Naufal (14 November 2024). "Mantan Rektor UGM Prof Ichlasul Amal Meninggal Dunia". Kompas.com. Diakses tanggal 14 November 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 Darmawan, Aditya Pratna (2024-11-14). Dzulfaroh, Ahmad Naufal (ed.). "Profil Ichlasul Amal, Mantan Rektor UGM Pendukung Gerakan Mahasiswa Progresif". Kompas. Diakses tanggal 2024-11-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Azizah, Ulvia Nur. "Profil Prof Ichlasul Amal, Mantan Rektor UGM yang Wafat-Perannya Saat Reformasi". detikjogja. Diakses tanggal 2024-11-24.
  4. ↑ Daftar WNI yang Menerima Anugerah Bintang Jasa Tahun 1964 - 2003 (PDF). Diakses tanggal 25 Februari 2022.

Pranala luar

Jabatan akademik
Didahului oleh:
Prof. Dr. Soekanto H. Reksohadiprodjo, M.Com
Rektor Universitas Gadjah Mada
1998 - 2002
Diteruskan oleh:
Prof. Dr. Sofian Effendi, MPIA
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan