Rabu, 14 Oktober 2026
09:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Akbar Tanjung

Akbar Tanjung

politisi Indonesia

Bagikan:
Ini adalah nama Mandailing, marganya adalah Tanjung.
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Akbar Tanjung" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Akbar Tanjung
250px-Akbar_Tandjung%2C_Buku_Kenangan_Anggota_Dewan_Perwakilan_Rakyat_Republik_Indonesia_1999-2004%2C_p564.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi, 1999
Ketua Dewan Perwakilan Rakyatke-13
Masa jabatan
6 Oktober 1999 –30 September 2004
WakilHamzah Haz
Khofifah Indar Parawansa (1999)
Soetardjo Soerjogoeritno
Tosari Widjaja
Muhaimin Iskandar
Andi Mappetahang Fatwa (1999–2004)
PendahuluHarmoko
PenggantiAgung Laksono
Ketua Umum Partai Golongan Karyake-7
Masa jabatan
11 Juli 1998 –19 Desember 2004
Sekretaris JenderalTuswandi
PendahuluHarmoko
PenggantiJusuf Kalla
Menteri Sekretaris Negarake-6
Masa jabatan
23 Mei 1998 –20 Oktober 1999
PresidenBacharuddin Jusuf Habibie
PendahuluSaadilah Mursjid
PenggantiAlirahman
Sekretaris Kabinetke-9
Masa jabatan
23 Mei 1998 –10 Mei 1999
PresidenBacharuddin Jusuf Habibie
PendahuluSaadilah Mursjid
PenggantiMuladi
Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukimanke-3
Masa jabatan
19 Maret 1993 –21 Mei 1998
PresidenSoeharto
PendahuluSiswono Yudo Husodo
PenggantiTheo L. Sambuaga
Menteri Negara Pemuda dan Olahragake-5
Masa jabatan
23 Maret 1988 –17 Maret 1993
PresidenSoeharto
PendahuluAbdul Gafur
PenggantiHayono Isman
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
1 Oktober 1999 –30 September 2004
PendahuluDaerah pemilihan multi anggota
PenggantiDaerah pemilihan dibubarkan
Daerah pemilihanDKI Jakarta
Masa jabatan
1 Oktober 1977 –21 Maret 1988
PendahuluDaerah pemilihan multi anggota
PenggantiPotsdam Hutasoit
Daerah pemilihanJawa Timur
Informasi pribadi
Lahir14 Agustus 1945 (umur 81)
Partai politik  Golkar
Suami/istri
Krisnina Maharani
​
(m. 1960)​
HubunganUsman Zahiruddin Tandjung (kakak)
Anak4
AlmamaterUniversitas Indonesia
Universitas Gadjah Mada
Pekerjaan
  • Politikus
  • legislator

Djandji Akbar Zahiruddin Tandjung (lahir 14 Agustus 1945), lebih sering disebut Akbar Tandjung, adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari 1999 hingga 2004. Sebagai anggota Partai Golongan Karya (Golkar), ia juga menjabat sebagai ketua umum partai dari 1999 hingga 2004, dan menjadi anggota DPR RI dari Jawa Timur dari 1977 hingga 1988. Akbar menyelesaikan disertasi tingkat doktor dalam bidang Ilmu Politik di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2007.[1][2]

Ia menjabat sebagai menteri di bawah mantan presiden Soeharto dan Bacharuddin Jusuf Habibie. Dia adalah Ketua DPR-RI dari 1999 hingga 2004. Pada 2002 ia dihukum karena korupsi atas penggelapan dana yang ditujukan untuk bantuan makanan bagi orang miskin, tetapi hukuman itu dibatalkan di tingkat banding pada tahun 2004.[3]

Kehidupan awal

Akbar Tanjung lahir dari pasangan Zahiruddin Tanjung (ayah) dan Siti Kasmijah (ibu) yang berasal dari etnis Pesisir.[4] Ayahnya adalah salah seorang pengurus Muhammadiyah di Sorkam yang kemudian terjun ke dunia usaha.[5] Selain berdagang kain, ayahnya juga menjual rempah - rempah dan memiliki toko di Sibolga. Akbar merupakan anak ke-13 dari 16 bersaudara.[6] Dia memulai pendidikannya di Sekolah Rakyat (SR) Muhammadiyah, Sorkam, Tapanuli Tengah,[7] kemudian berpindah ke SD Kristen di Jalan Seram, Medan, Sumatera Utara.[7] Setelah menamatkan di SMP Perguruan Cikini, Jakarta, ia melanjutkannya ke SMA Kolese Kanisius Jakarta.[7] Ia kemudian berhasil menamatkan pendidikan teknik di Universitas Indonesia.[7]

Organisasi

Pada tahun 1966, Akbar menjadi aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia Universitas Indonesia dan Laskar Ampera Arief Rahman Hakim. Tahun berikutnya (1967-1968), ia menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Pada tahun 1968, ia juga aktif dalam Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Indonesia. Pada 1969-1970, ia menjabat Ketua Umum HMI Cabang Jakarta. Pada 1972, ia turut mendirikan Forum Komunikasi Organisasi Mahasiswa Ekstra Universiter (GMNI, GMKI, PMKRI, PMII, dan HMI) dengan nama Kelompok Cipayung. Periode 1972-1974, ia menjabat Pengurus Besar HMI.

Pada 1973, ia turut mendirikan Komite Nasional Pemuda Indonesia. Lima tahun kemudian, ia turut mendirikan Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI), yang kemudian menjabat Ketua Dewan Pimpinan Pusat AMPI (1978-1980). Pada 1983-1988, ia menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Pada 1988-1993, ia menjadi anggota Dewan Pembina DPP Golkar. Pada 1993-1998, ia menjabat Sekretaris Dewan Pembina Golkar. Lalu, ia menjabat Ketua Umum Partai Golkar pada periode 1998-2004.

Karier Pemerintahan dan Politik

Orde Baru

Pada periode 1977-1988, ia menjadi anggota FKP DPR-RI yang mewakili Provinsi Jawa Timur. Pada 1982-1983, ia menjabat Wakil Sekretaris FKP DPR. Pada 1987-1992 dan 1992-1997, ia menjabat Sekretaris FKP-MPR dan anggota Badan Pekerja MPR-RI. Akbar pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada periode 1988-1993, Menteri Negara Perumahan Rakyat (1993-1998), dan Menteri Negara Perumahan dan Pemukiman (1998). Pada 1997-1998, ia menjabat Wakil Ketua FKP MPR, kemudian menjabat Menteri Sekretaris Negara (1998-1999). Pada 1997-1999, ia menjabat Wakil Ketua FKP MPR dan Wakil Ketua PAH II Badan Pekerja MPR.

Reformasi

Saat Indonesia memasuki masa reformasi, Akbar Tanjung terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar masa jabatan 1998-2004. Sejak 6 Oktober 1999, ia terpilih menjadi Ketua DPR-RI periode 1999-2004 melalui pemungutan suara (voting). Akbar meraih 411 suara, mengalahkan saingan utamanya Soetardjo Soerjogoeritno dari PDI Perjuangan. Dari daftar hadir terdapat 491 anggota Dewan yang ikut dalam pemungutan suara. Sedangkan Soetardjo Soerjogoeritno (Fraksi PDI Perjuangan) memperoleh 54 suara. Hamzah Haz (Fraksi PPP) 6 suara, Khofifah Indar Parawansa (Fraksi PKB 13 suara, dan AM Fatwa 2 suara, abstain 5 suara. Dengan demikian, keempat nama itu praktis menjadi Wakil Ketua DPR-RI.[8]

Semasa menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, ia pernah menjadi sorotan publik ketika lolos dari jerat hukum setelah Mahkamah Agung menerima permohonan kasasinya. Hal ini sekaligus memungkinkannya ikut serta sebagai calon presiden dalam Pemilu 2004, tetapi ia akhirnya tidak dicalonkan partainya sendiri karena dikalahkan oleh Wiranto dalam Konvensi Calon Presiden Golkar. Selanjutnya Akbar Tanjung juga kehilangan jabatan sebagai ketua Umum Partai Golkar setelah dikalahkan oleh Jusuf Kalla yang telah menjadi Wakil Presiden, seterusnya belajar di Universitas Gadjah Mada dan mendirikan Akbar Tanjung Institute.

Keluarga

Akbar memiliki seorang istri bernama Krisnina Maharani dan pernikahannya telah dianugerahi empat orang putri bernama Fitri Krisnawati, Karmia Krissanty, Triana Krisandini, dan Sekar Krisnauli. Selain Akbar, dua saudaranya, Yanis dan Usman juga menggeluti dunia politik. M. Yanis Zahiruddin berpolitik di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebelumnya di Nahdlatul Ulama (NU) dan pernah jadi anggota DPR. Sedangkan Usman Zahiruddin Tandjung, pernah menjadi politikus di Partai Nasional Indonesia, kemudian Partai Demokrasi Indonesia, dan duduk di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Kakaknya yang lain, Nahar Zahiruddin, menjadi penerus usaha ayahnya dan mendirikan NV. Marisson.[9]

Organisasi dunia

Pada 2002-2003, ia menjabat President of AIPO (Asean Inter Parliamentary Organization). Pada 2003-2004, ia menjabat President of PUOICM (Parliamentary Union of OIC Members).

Filmografi

Film

Sebagai produser
Tahun Judul Catatan
2024 Lafran Sebagai produser eksekutif

Karya tulis

Penghargaan

Dalam Negeri

Luar Negeri

Rujukan

  1. ↑ w, teguh puji (2007-09-03). "Akbar Tandjung Raih Doktor di UGM - Universitas Gadjah Mada". Diakses tanggal 2023-10-01.
  2. ↑ antaranews.com (2007-09-01). "Akbar Tandjung Lulus Doktor Dengan "Cumlaude"". Antara News. Diakses tanggal 2023-10-01.
  3. ↑ "Indonesian court clears Speaker Tandjung". United Press International. 12 Februari 2004. Diakses tanggal 12 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Tanjung & Tandjung, Serupa tapi Tak Sama
  5. ↑ M. Deden Ridwan dan Muhamad Muhajirin, Membangun Konsensus: Pemikiran dan Praktik Politik Akbar Tandjung, Pustaka Sinar Harapan, 2003
  6. ↑ Parlementaria: Majalah bulanan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Volume 31
  7. 1 2 3 4 "Akbar Tandjung Hidupnya adalah Dunia Politik" (dalam bahasa Indonesia). Tokoh Indonesia. 8 Oktober 2003. Diakses tanggal 4 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  8. ↑ Kompas, 7 Oktober 1999.
  9. ↑ Keluarga Akbar Tanjung, Om Liem Sioe Liong dan Indomilk
  10. ↑ "Daftar WNI yang Menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Tahun 1959–sekarang" (PDF). Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 7 Januari 2020. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-07-29. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
  11. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
  12. ↑ "Detail biodata Pejabat Menteri". Kepustakaan Presiden. Diakses tanggal 2023-11-06.
  13. ↑ "令和4年秋の外国人叙勲 受章者名簿" (PDF). Ministry of Foreign Affairs of Japan. Diakses tanggal November 3, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Japanese Ministry of Foreign Affairs, "2022 Autumn Conferment of Decorations on Foreign Nationals," p. 1.

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Harmoko
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI
1999–2004
Diteruskan oleh:
Agung Laksono
Didahului oleh:
Saadilah Mursjid
Menteri Sekretaris Negara
1998–1999
Diteruskan oleh:
Muladi
Didahului oleh:
Siswono Yudohusodo
Menteri Negara Perumahan Rakyat
1993–1998
Diteruskan oleh:
Theo L. Sambuaga
Didahului oleh:
Abdul Gafur
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
1988–1993
Diteruskan oleh:
Hayono Isman
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Harmoko
Ketua Umum Golkar
1998–Desember 2004
Diteruskan oleh:
Jusuf Kalla
Menko Polkam: Feisal Tanjung •Menko Ekuin: Ginandjar Kartasasmita, Hartarto Sastrosoenarto (Plt.) •Menko PP-PAN: Hartarto Sastrosoenarto •Menko Kesra : Haryono Suyono •Mendagri: Syarwan Hamid, Feisal Tanjung (Plt.) •Menlu: Ali Alatas •Menhankam/Panglima ABRI: Wiranto •Menhak: Muladi •Menteri Penerangan: Yunus Yosfiah •Menkeu: Bambang Subianto •Menperindag: Rahardi Ramelan •Mentan: Soleh Solahudin •Mentamben: Kuntoro Mangkusubroto •Menhutbun: Muslimin Nasution •Menteri PU: Rachmadi Bambang Sumadhijo •Menhub: Giri Suseno Hadihardjono •Menparsenbud: Marzuki Usman, Giri Suseno Hadihardjono (Plt.) •Menkopukm: Adi Sasono •Menaker: Fahmi Idris, A.M. Hendropriyono (Plt.) •Menteri Trans-PPH: A.M. Hendropriyono •Menkes: Faried Anfasa Moeloek •Mendikbud: Juwono Soedarsono •Menag: Abdul Malik Fadjar •Mensos: Justika Baharsjah •Menteri PPN: Boediono •Menristek: Muhammad Zuhal •Menteri BUMN: Tanri Abeng •Menteri P dan H: A.M. Saefuddin, Soleh Solahudin (Plt.) •Menteri Kependudukan: Ida Bagus Oka •Menves: Hamzah Haz, Marzuki Usman, Muhammad Zuhal (Plt.) •Menteri Agraria: Hasan Basri Durin •Menpera: Theo L. Sambuaga, Rachmadi Bambang Sumadhijo (Plt.) •Menteri LH: Panangian Siregar •Menperwan: Tuti Alawiyah •Menpora: Agung Laksono, Juwono Soedarsono (Plt.) •Jaksa Agung: Soedjono C. Atmonegoro, Andi Muhammad Ghalib •Mensesneg: Akbar Tandjung, Muladi (Plt.)
Menko Polkam: Feisal Tanjung •Menko Ekuin/Kepala BAPPENAS: Ginandjar Kartasasmita •Menko PP-PAN: Hartarto Sastrosoenarto •Menko Kesra/Kepala BKKBN: Haryono Suyono •Mendagri: R. Hartono •Menlu: Ali Alatas •Menhankam/Panglima ABRI: Wiranto •Menhak: Muladi •Menteri Penerangan: Muhammad Alwi Dahlan •Menkeu: Fuad Bawazier •Menperindag: Mohammad Hasan •Mentan: Justika Baharsjah •Mentamben: Kuntoro Mangkusubroto •Menhutbun: Sumahadi •Menteri PU: Rachmadi Bambang Sumadhijo •Menhub: Giri Suseno Hadihardjono •Menparsenbud: Abdul Latief •Menkopukm: Subiakto Tjakrawerdaya •Menaker: Theo L. Sambuaga •Menteri Trans-PPH: AM Hendropriyono •Mendikbud: Wiranto Arismunandar •Menkes: Faried Anfasa Moeloek •Menag: Muhammad Quraish Shihab •Mensos: Siti Hardijanti Rukmana •Menristek: Rahardi Ramelan •Menves: Sanyoto Sastrowardoyo •Menteri Agraria: Ary Mardjono •Menpera: Akbar Tanjung •Menteri LH: Juwono Sudarsono •Menteri Panhorbat: Haryanto Dhanutirto •Menteri BUMN: Tanri Abeng •Menperwan: Tuti Alawiyah •Menpora: Agung Laksono •Jaksa Agung: Soedjono C. Atmonegoro •Gubernur Bank Indonesia: Syahril Sabirin •Mensesneg: Saadillah Mursjid
Menko Polkam: Soesilo Soedarman •Menko Eko-PP: Saleh Afiff •Menkoprodis: Hartarto Sastrosoenarto •Menko Kesra: Azwar Anas •Mendagri: Yogie Suardi Memet •Menlu: Ali Alatas •Menhankam/Panglima ABRI: Edi Sudradjat, Feisal Tanjung, Wiranto •Menhak: Oetojo Oesman •Menteri Penerangan: Harmoko, R. Hartono •Menkeu: Mar'ie Muhammad •Mendag (digabungkan dengan Menteri Perindustrian pada 6 Desember 1995): Satrio Budihardjo Joedono •Menperin (bernama Menteri Perindustrian dan Perdagangan sejak 6 Desember 1995): Tungki Ariwibowo •Mentan: Sjarifuddin Baharsjah •Mentamben: Ida Bagus Sudjana •Menhut: Djamaloedin Soeryohadikoesoemo •Menteri PU: Radinal Mochtar •Menhub: Haryanto Dhanutirto •Menparpostel: Joop Ave •Menkop-PPK: Subiakto Tjakrawerdaya •Menaker: Abdul Latief •Menteri Trans-PPH: Siswono Yudo Husodo •Mendikbud: Wardiman Djojonegoro •Menkes: Sujudi •Menag: Tarmizi Taher •Mensos: Endang Kusuma Inten Soeweno •Menteri PPN: Ginandjar Kartasasmita •Menristek: Bacharuddin Jusuf Habibie •Menteri Pangan: Ibrahim Hassan • Beddu Amang •Menteri Kependudukan: Haryono Suyono •Menves: Sanyoto Sastrowardoyo •Menteri Agraria: Soni Harsono •Menpera: Akbar Tanjung •Menteri LH: Sarwono Kusumaatmadja •Menperwan: Mien Sugandhi •Menpora: Hayono Isman •Menpan: T.B. Silalahi •Mensus: Harmoko •Jaksa Agung: Singgih •Gubernur Bank Indonesia: Sudrajad Djiwandono, Syahril Sabirin •Mensesneg: Moerdiono
Kabinet Pembangunan V (1988–1993)
Kementerian di bawah Menko Polkam: Sudomo
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Radius Prawiro
Kementerian di bawah Menko Kesra: Soepardjo Rustam
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Lafran Pane (1948) · Mohammad Syafa'at Mintaredja (1948) · Achmad Tirtosudiro (1948–1949) · Lukman El Hakim (1950–1951) · Ahmad Dahlan Ranuwihardjo (1951–1953) · Deliar Noer (1953–1955) · Amir Rajab Batubara (1955–1957) · Ismail Hasan Metareum (1957–1960) · Nursal (1960–1963) · Sulastomo (1963-1966) · Nurcholish Madjid (1966-1969, 1969–1971) · Akbar Tandjung (1971–1974) · Ridwan Saidi (1974–1976) · Chumaidi Syarif Romas (1976–1978) · Abdullah Hehamahua (1978–1981) · Ahmad Zacky Siradj (1981–1983) · Harry Azhar Azis (1983–1986) · Muhammad Saleh Khalid (1986–1988) · Herman Widyananda (1988–1990) · Ferry Mursyidan Baldan (1990–1992) · Yahya Zaini (1992–1995) · Taufik Hidayat (1995–1997) · Anas Urbaningrum (1997–1999) · Muhammad Fakhruddin (1999–2002) · Kholis Malik (2002–2003) · Hasanuddin (2003–2006) · Fajar Zulkarnain (2006–2008) · Arip Mustofa (2008–2010) · Noer Fajrieansyah (2010–2013) · Arief Rosyid (2013–2015) · Mulyadi P. Tamsir (2015–2018) · Saddam Al Jihad (2018–2020) · Arya Kharisma Hardy (2020–2021) · Raihan Ariatama (2021–2023) · Bagas Kurniawan (2023–sekarang)
40px-Lambang_HMI_%28Original%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan