Partai Demokrasi Indonesia Partai Demokrasi Indonesia | |
|---|---|
| Singkatan | PDI |
| Ketua umum | Lihat daftar
|
| Sekretaris Jenderal | Lihat daftar
|
| Dibentuk | 11 Januari 1973 (1973-01-11) |
| Dibubarkan | 15 Januari 2003 (2003-01-15) |
| Digabungkan dari | |
| Diteruskan oleh | |
| Kantor pusat | Jakarta, Indonesia |
| Ideologi | Pancasila Marhaenisme Soekarnoisme Sosialisme demokratis Nasionalisme Indonesia Progresivisme (mulai tahun 1990 dan seterusnya) Faksi: Murbaisme[3] |
| Posisi politik | Kiri Tengah Minoritas: Sayap kiri |
| Nomor surat suara (1977–97) | 3 |
| Artikel ini adalah bagian dari seri |
| Politik dan Ketatanegaraan Republik Indonesia (Negara Kesatuan Republik Indonesia) |
|---|
| Hukum |
| Pemerintahan Pusat |
|
|
|
| Pemerintahan Daerah |
|
| Politik Praktis |
| Kebijakan luar negeri |
|
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) adalah sebuah partai politik di Indonesia yang ada dari tahun 1973 hingga 2003. Partai ini merupakan salah satu dari dua partai politik legal di Indonesia selama rezim Orde Baru Presiden Soeharto, yang lainnya adalah Partai Persatuan Pembangunan. Partai ini didirikan sebagai hasil penggabungan beberapa partai nasionalis dan Kristen yang dipaksakan oleh pemerintah.
Latar belakang
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) merupakan hasil penggabungan dari beberapa partai yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Kristen Indonesia, Partai Katolik, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia dan Partai Musyawarah Rakyat Banyak.[4] Dalam tubuh PDI, massa terbesar adalah berasal dari PNI, partai yang didirikan oleh Soekarno dengan basis massa di Jawa Timur dan Jawa Tengah. IPKI adalah partai yang sangat anti-PKI pada zaman Orde Lama dalam hal ini posisinya adalah berseberangan dengan Partai Murba yang dibubarkan oleh Keputusan Presiden pada tanggal 21 September 1965. PDI mempunyai komitmen ideologi Pancasila sebagai prinsip dasar perjuangannya. Pada awal berdirinya, pada tahun 1973, PDI dipimpin oleh Mohammad Isnaeni.
Perkembangan
Dengan berkembangya semangat rehabilitasi nama Soekarno yang merupakan "Proklamator dan juga pencetus Pancasila" maka pada masa kepemimpinan Soerjadi pada tahun 1986 mulailah diadakan pendekatan terhadap keluarga Sukarno yaitu Megawati Soekarnoputri dan juga Guruh Soekarnoputra untuk bergabung dalam PDI. Dalam pemilu 1987 PDI mendapatkan sambutan positif baik dari kaum Sukarnois (PNI) dan terutama juga golongan pemilih muda pemula.
Perpecahan

Dalam Kongres Luar Biasa PDI yang diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya 2-6 Desember 1993, Megawati terpilih dengan suara terbanyak (meraih 256 dari 305 suara cabang) sebagai Ketua Umum PDI mengalahkan Budi Hardjono. Namun, pemerintahan Soeharto tidak puas dengan terpilihnya Mega sebagai Ketua Umum PDI. Mega pun didongkel dalam Kongres PDI di Medan pada tahun 1996, yang memilih Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI.
Pada tanggal 27 Juli 1996, Peristiwa 27 Juli, kelompok Soerjadi melakukan perebutan kantor DPP PDI dari pendukung Megawati, sehingga pada pemilu 1997 pemilih PDI menjadi kecil karena sebagian besar massanya berpindah pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang lebih dikenal sebagai "Mega Bintang".
Referensi
- 1 2 Ananta, Aris; Arifin, Evi Nurvidya; Suryadinata, Leo (2005). Emerging Democracy in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 26. ISBN 981-230-323-5.
- ↑ Setiawan, Bambang; Bestian, Nainggolan, ed. (2004). Partai-Partai Politik Indonesia: Ideologi dan Program 2004–2009 [Indonesian Political Parties: Ideologies and Programs 2004–2009]. Jakarta: Kompas. hlm. 213. ISBN 979-709-121-X.
- ↑ Isnaeni, Hendri F. (2024-12-22). "Misi Murba dalam PDI". Historia.ID. Diakses tanggal 2026-03-10.
- ↑ Madjowa, Verrianto (Januari 2015). Pemilu Gorontalo 1955-2014 (PDF). Depok: Banana & Perludem. hlm. 2. ISBN 978-979-1079-47-1.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Setiawan, Bambang; Bestian, Nainggolan, ed. (2004). Partai-Partai Politik Indonesia: Ideologi dan Program 2004–2009. Jakarta: Kompas. hlm. 213. ISBN 979-709-121-X.
- ↑ "Partai Penegak Demokrasi Indonesia". Pikiran Rakyat. 19 Februari 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-11-23. Diakses tanggal 2007-10-28.
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
