Kamis, 01 Oktober 2026
04:40 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Partai Bulan Bintang

Partai Bulan Bintang

partai politik di Indonesia

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat PBB (disambiguasi).
Partai Bulan Bintang
250px-Logo_Partai_Bulan_Bintang.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SingkatanPBB
Ketua umumYuri Kemal Fadlullah
Sekretaris JenderalRuksamin
Dibentuk17 Juli 1998;28 tahun lalu (1998-07-17)
Kantor pusatJl. KH. Guru Amin No. 1B Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12740
Sayap pemudaPemuda Bulan Bintang
Brigade Hizbullah Bulan Bintang
Sayap wanitaMuslimat Bulan Bintang
Keanggotaan405.441 (2023)
IdeologiPancasila
Demokrasi Islam
Modernisme Islam
Nasionalisme religius[1]
Historis:
Islamisme[2]
Posisi politikKanan-tengah ke sayap-kanan
AgamaIslam
Afiliasi nasionalKoalisi Indonesia Maju
Kursi di DPR
0 / 580
Kursi di DPRD I
12 / 2.372
Kursi di DPRD II
164 / 17.510
Situs web
www.partaibulanbintang.or.id

Partai Bulan Bintang (PBB) adalah sebuah partai politik di Indonesia berasaskan modernisme Islam[3][4] dan juga sebagai partai penerus Masyumi yang pernah berjaya pada masa demokrasi liberal.[3] Partai Bulan Bintang didirikan pada 17 Juli 1998.[3][5]

Latar belakang

Partai Bulan Bintang (PBB) telah ikut pemilihan umum legislatif Indonesia selama enam kali yaitu pada Pemilu tahun 1999,[3] 2004, 2009, 2014, 2019, dan 2024. Pada Pemilu tahun 1999, Partai Bulan Bintang mempu meraih 2.050.000 suara atau sekitar 2% dan meraih 13 kursi DPR RI. Sementara pada Pemilu 2004 memenangkan suara sebesar 2.970.487 pemilih (2,62%) dan mendapatkan 11 kursi di DPR.

Cikal bakal partai ini berawal dari Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) yang dirintis oleh Mohammad Natsir, Masjkur, Rusli Abdul Wahid, Mohammad Rasjidi, Noer Alie, Anwar Harjono, Yunan Nasution, Hasan Basri, dll pada 17 Agustus 1989. Forum ini awalnya dibentuk untuk mengkaji permasalah-permasalahan keumatan di Indonesia.

FUI kemudian berkembang dan pada 11 Desember 1993 keberadaannya dikukuhkan oleh para pimpinan organisasi dakwah dan ormas islam tingkat nasional sebagai wadah perjuangan dalam mempertahankan dan melestarikan aqidah islamiyah umat islam Indonesia, dan tercatat sebagai pendiri di antaranya adalah:

  1. Prof. Dr. Ismail Suny, S.H. MCL (Muhammadiyah),
  2. H. Nuddin Lubis (NU),
  3. Drs. H. Nurulhuda (Perti),
  4. Dr. Anwar Harjono, S.H (DDII),
  5. K.H. A Latief Muchtar MA (Persis),
  6. H.M. CH Ibrahim (PSII),
  7. K.H. Sholeh Iskandar (BKSPP),
  8. K.H. Dadun Abdulqohar (BKSPP), dan
  9. K.H. Nur Ali (Pesantren Attaqwa-Bekasi).

Dalam perkembangannya, FUI rutin mengadakan pertemuan untuk membicarakan situasi politik yang berkaitan dengan umat islam dan aspirasinya. Beberapa kali dalam forum tersebut sering diusukan pembentukan Partai Politik karena didasarkan keinginan Mohammad Natsir semasa hidupnya yang ingin menjadikan Forum Ukhuwah menjadi Partai Politik.

Sejalan dengan agenda reformasi, melalui pertemuan FUI di kediaman Anwar Harjono pada 12 Mei 1998 ditandatanganilah Deklarasi Pembentukan BKUI (Badan Koordinasi Umat Islam) oleh tokoh-tokoh yang mewakili sebelas Organisasi Islam. Tercatat 27 organisasi Islam sebagai anggota BKUI yaitu :

  1. FUI (Forum Ukhuwah Islamiyah)
  2. ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
  3. DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia)
  4. PERSIS (Persatuan Islam)
  5. PSII (Sarekat Islam)
  6. PUI (Persatuan Umat Islam)
  7. PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah)
  8. Al Irsyad Al Islamiyah
  9. BKSPPI (Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia)
  10. FSUHTM (Forum Silaturahi Ulama Habaib dan Tokoh Masyarakat)
  11. KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam)
  12. PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia)
  13. Muhammadiyah (diwakili Lembaga Hikmah)
  14. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)
  15. PII (Pelajar Islam Indonesia)
  16. KB-PII (Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia)
  17. GPI (Gerakan Pemuda Islam)
  18. KB-GPI
  19. Hidayatullah
  20. Asysyafi’yah
  21. BKPRMI (Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia)
  22. BAKOMUBIN (Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia)
  23. Wanita Islam
  24. IKMI (Ikatan Keluarga Masjid Indonesia)
  25. Ittihadul Mubalighin
  26. Forum Ukhuwah Antar Kampus, dan
  27. LPPI (Lembaga Penelitian Pengkajian Islam)

BKUI kemudian melakukan Musyawarah Nasional di Jakarta pada 4 Juni 1998. Pada saat Munas tersebut mencuatlah pembentukan partai Islam di Indonesia, hingga terbentuklah “Tim Partai” yang diketuai oleh HM Soleman. Tim Partai BKUI saat itu berkeinginan kuat untuk mendirikan Partai dengan nama MASYUMI, tetapi setelah mempertimbangkan legalitas dan beban mental, mengingat intregritas pribadi tokoh-tokoh Masyumi pada masa lalu, maka dipilihlah nama Partai Bulan Bintang (PBB) pada 17 Juli 1998.[5]

Deklarasi pendirian partai ini dilakukan pada Jumat 26 Juli 1998 di halaman Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekaligus memilih Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum DPP PBB. Berikutnya MS Kaban dipilih sebagai ketua umum pada 1 Mei 2005.

Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, partai ini memeroleh suara sekitar 1,8 juta yang serata dengan 1,7% yang berarti tidak mampu meraih perolehan suara melebihi parliamentary threshold 2,5% sehingga berakibat pada tidak memiliki wakil seorang pun di DPR RI, meski di beberapa daerah pemilihan beberapa calon anggota DPR RI yang diajukan memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai Anggota DPR RI. Dalam pemilu legislatif 2014, PBB meraih suara sebesar 1 sampai 2 persen yang dianggap tidak lolos bersama PKPI, tetapi masih memiliki sekitar 400 Anggota DPRD baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Sejak Muktamar ke-3, April 2010, di Medan partai ini telah menetapkan kembali MS Kaban sebagai Ketua Umum Sedangkan BM Wibowo Hadiwardoyo mantan Sekjen Organisasi massa Islam Hidayatullah diangkat sebagai Sekretaris Jenderal dan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Sc. sebagai Ketua Majelis Syura sedangkan DR. Fuad Amsyari sebagai Ketua Dewan Kohormatan Partai.

Partai ini kemudian diloloskan KPU sebagai peserta pemilu 2014 dan mendapat nomor urut 14.

Pada 26 April 2015, Yusril Ihza Mahendra terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang di Muktamar IV PBB[6] menggantikan MS Kaban. Ia terpilih terpilih secara aklamasi setelah calon lainnya Rhoma Irama tidak datang ke arena muktamar pada pemilihan ketua umum.[7]

Pada Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden yang diselenggarakan serentak pada 17 April 2019, Partai Bulan Bintang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju yang mendukung Joko Widodo sebagai presiden untuk periode kedua. Namun, pada pemilihan legislatif Partai Bulan Bintang hanya meraih suara sebanyak 0,79% (1.099.848 suara) sehingga tidak berhasil lolos ambang batas parlemen atau parlementary treshold sebesar 4%.[butuh rujukan]

Pada Kamis, 26 September 2019, Yusril Ihza Mahendra kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang periode 2019-2024 di Muktamar V Partai bulan Bintang yang berlangsung di Tanjung Pandan, Belitung.[butuh rujukan]

Hasil pemilu

Pemilu presiden

Pemilu Nomor urut Kandidat Pasangan Putaran pertama
(Perolehan suara)
Persentase suara Hasil Putaran kedua
(Perolehan suara)
Persentase suara Hasil
2004 4 Susilo Bambang Yudhoyono Jusuf Kalla 39.838.184 33,57%
Putaran kedua
69.266.350 60,62% Terpilih
2009 2 Susilo Bambang Yudhoyono Boediono 73.874.562 60,80% Terpilih
2014 1 Prabowo Subianto[8] Hatta Rajasa 62.576.444 46,85% Kalah
2019 1 Joko Widodo[9] Ma'ruf Amin 85.607.362 55,50% Terpilih
2024 2 Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka 96.214.691 58,59% Terpilih

Catatan: Teks yang ditebalkan menunjukkan anggota partai

Pemilu legislatif

Pemilu Nomor Urut Ketua Umum Kursi Perolehan suara Persentase suara Hasil pemilu
No. ±
1999 22 Yusril Ihza Mahendra
13 / 462
2.049.708 1,94%[10] Koalisi Pemerintah
2004 3
11 / 550
Penurunan 2 2.970.487 2,62%[11] Koalisi pemerintah
2009 27 Malam Sambat Kaban
0 / 560
Penurunan 11 1.864.642 1,79%[11] Koalisi pemerintah
2014 14
0 / 560
Steady 0 1.825.750 1,46%[12] Oposisi (sampai 2018)
Koalisi pemerintah (sejak 2018)
2019 19 Yusril Ihza Mahendra
0 / 575
Steady 0 1.099.848 0,79%[13] Koalisi pemerintah
2024 13
0 / 580
Steady 0 484.487 0,32% Koalisi pemerintah
500px-1999%E2%80%932024_Indonesian_legislative_election_results_map_%28PBB_vote_share%29.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta persebaran suara PBB pada pemilu 1999–2024 berdasarkan ketersediaan data

DPRD Provinsi

Pemilu Perolehan
Kursi
Jumlah
Provinsi
Provinsi
Juara
Keterangan
2014 16 10 tidak ada
2019 Penurunan 7 Penurunan 5 tidak ada [Ket. 1]

[Ket. 2]

2024 Kenaikan 12 Kenaikan 7 tidak ada [Ket. 3]

Ketua umum

No. Nama Daerah pemilihan / jabatan Masa jabatan Potret Hasil pemilihan
Mulai menjabat Akhir menjabat
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (1998–present)
1 Yusril Ihza Mahendra
(lahir 1956)
Perwakilan untuk Jawa Barat 23 Juni 1998 9 April 2005 120px-KPN_Yusril_Ihza_Mahendra.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
1998
Tanpa lawan
2 Malem Sambat Kaban
(lahir 1958)
Menteri Kehutanan 1 Mei 2005 26 April 2015 KIB_Malem_Sambat_Kaban.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Malem Sambat Kaban – 283
Hamdan Zoelva – 61
Sahar L. Hassan – 47
Malem Sambat Kaban – 272
Ali Mochtar Ngabalin – 133
Yusril Ihza Mahendra – 25
Sahar L. Hassan – 24
Fuad Amsari – 4
Yusron Ihza Mahendra – 1
Muhammad Mawardi – 1
2010 Putaran kedua
Malem Sambat Kaban – 325
Ali Mochtar Ngabalin – 123
3 Yusril Ihza Mahendra
(lahir 1956)
– 26 April 2015 18 Mei 2024 120px-Yusril_Ihza_Mahendra.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
2015
Yusril Ihza Mahendra – 386
Rhoma Irama – 122
Wasal Falah – 1
Heppy Tringgono – 2
2020
Tanpa lawan
– Fahri Bachmid
(lahir 1977)
Penjabat
— 18 Mei 2024 1 Maret 2025 120px-KPU_Fahri_Bachmid.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
4 Gugum Ridho Putra
(lahir 1988)
— 1 Maret 2025 11 Maret 2026 120px-Foto_Gugum_Ridho_Putra.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gugum Ridho Putra – 398
Afriansyah Noor – 134
– Yuri Kemal Fadlullah
(lahir 1984)
Penjabat
— 11 Maret 2026 Petahana 120px-KPU_Yuri_Kemal_Fadhlullah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Susunan pengurus

Kader terkenal

Pimpinan lembaga negara

Menteri dan wakil menteri

Kepala daerah

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Al-Hamdi, Ridho (2017). Moving towards a Normalised Path: Political Islam in Contemporary Indonesia. (dalam bahasa Inggris). JURNAL STUDI PEMERINTAHAN. Vol. 8 No. 1, February 2017. pp.53, 57, 62.
  2. ↑ https://carnegieendowment.org/posts/2013/10/indonesias-political-parties?lang=en
  3. 1 2 3 4 "Wajah 48 partai peserta Pemilu 1999: Nomor 22: Partai Bulang Bintang (PBB)". Kompas. 12 Maret 1999. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 31-03-2018 – via Seasite.niu.edu (Southeast Asian languages, literatures and cultures).{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. ↑ Yuniarto, Topan (6 Februari 2024). "Partai Bulan Bintang". Kompaspedia. Kompas. Diakses tanggal 2024-03-30.
  5. 1 2 Setiawan, Bambang; Bestian, Nainggolan, ed. (2004). Partai-Partai Politik Indonesia: Ideologi dan Program 2004–2009. Jakarta: Kompas. hlm. 31–36, 58–66. ISBN 979-709-121-X.
  6. ↑ Artikel:"Rhoma Irama Tak Datang, Yusril Jadi Ketum Partai Bulan Bintang" di Kompas.com
  7. ↑ "Rhoma Irama Mundur, Yusril Terpilih Jadi Ketua Umum PBB" di Detik.com
  8. ↑ Fathiyah Wardah (19 Mei 2014). "6 Parpol Dukung Pasangan Prabowo-Hatta dalam Pilpres". Voice of America Indonesia. Diakses tanggal 1 Agustus 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Abba Gabrillin (27 Januari 2019). "Hasil Rakornas, PBB Resmi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin". Kompas.com. Diakses tanggal 27 Januari 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Pemilu 1999 - KPU". Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. 21 Februari 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 27 April 2020. Diakses tanggal 1 Agustus 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. 1 2 "Bab V - Hasil Pemilu - KPU" (PDF). Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 April 2018. Diakses tanggal 1 Agustus 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "KPU sahkan hasil pemilu, PDIP nomor satu". BBC. 10 Mei 2014. Diakses tanggal 1 Agustus 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Zunita Putri (21 Mei 2019). "KPU Tetapkan Hasil Pileg 2019: PDIP Juara, Disusul Gerindra-Golkar". Detik.com. Diakses tanggal 31 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Nasional
Koalisi
Indonesia
Hebat
Bergabung
sejak awal
Bergabung
kemudian
Koalisi
Merah
Putih
Anggota
Bekas
anggota
Nonkoalisi
Lokal Aceh
Keterangan: Miring - tidak mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat sesuai dengan ketentuan ambang batas parlemen.
Nasional
Lokal Aceh
Keterangan: Tebal - mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat sesuai dengan ketentuan ambang batas parlemen.
Cabang lainnya
Tokoh utama
Era klasik
Era Kebangkitan
Nasional
Pasca-
kemerdekaan
Organisasi
Negara
Masyarakat sipil
Partai politik
Laskar
Sejarah
Pra-
kemerdekaan
Pasca-
kemerdekaan
Daerah
Sumatra
Jawa
Nusa Tenggara
Kalimantan
Sulawesi
Maluku
Papua
Kebudayaan
Pendidikan
Gerakan
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan