Senin, 02 November 2026
23:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Partai Demokrasi Kebangsaan

Partai Demokrasi Kebangsaan

partai politik di Indonesia

Bagikan:
Partai Demokrasi Kebangsaan
Logo_PDK.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
PresidenM. Ryaas Rasyid
Sekretaris JenderalKun Wardana
PendiriRyaas Rasyid
Andi Alfian Mallarangeng
Dibentuk23 Juli 2002 (sebagai Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan);
28 Oktober 2007 (sebagai Partai Demokrasi Kebangsaan)
Kantor pusatJl. Pejaten Barat No.30 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
IdeologiPancasila
Populisme
Posisi politikTengah
Situs web
http://www.pdk.or.id
PDK.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Logo PPDK pada Pemilu 2004

Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), sebelumnya bernama Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK), partai ini didirikan pada tahun 2002 sebagai oleh sekelompok intelektual termasuk Ryaas Rasyid dan Andi Alfian Mallarangeng, staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah, yang tidak puas dengan kemajuan gerakan reformasi setelah jatuhnya Suharto.

Sejarah

PPDK berhasil meraih 1,16% suara dalam pemilu legislatif 2004 dan memperoleh lima kursi. Dalam pemilu presiden 2004, partai ini mencalonkan Wiranto sebagai presiden. Akibat pencalonan ini, Mallarangeng yang tidak menyetujui pilihan ini memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Mengenai hal ini, ia berkata "...Bagi saya pribadi, Jenderal Wiranto adalah bagian dari masa lalu Indonesia... Kita harus berpikir ke depan dan mencari serta mendukung pemimpin yang mampu menjawab tantangan masa depan; Bukan seorang pemimpin yang akan terlalu banyak disibukkan untuk memberi justifikasi pada masa lalu yang kelam."[1]

Pada Pemilu tahun 2009, partai ini berubah nama menjadi Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dengan perubahan logo partai, Keputusan ini disepakati oleh utusan Dewan Pengurus Provinsi Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan seluruh Indonesia pada acara Rapimnas tanggal 26-28 Oktober 2007 di Hotel Mercure-Ancol Jakarta.[2] Partai ini pada pemilu 2009 menetapkan target 4 juta suara dengan platform menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan efisien.[3][4] Namun pada pemilu legislatif tahun 2009, partai ini hanya mampu memperoleh 0,6 persen suara, kurang dari ambang batas elektoral 2,5 persen yang berarti kehilangan seluruh kursinya di Dewan Perwakilan Rakyat.[5][6] Setelah hasil buruknya pada pemilu tahun 2009, partai ini bergabung dengan sembilan partai kecil lainnya untuk membentuk Partai Persatuan Nasional.[7]

Hasil pemilu

Pemilu presiden

Pemilu Nomor urut Kandidat Pasangan Putaran pertama
(Perolehan suara)
Persentase Hasil Putaran kedua
(Perolehan suara)
Persentase Hasil
2004 4 Wiranto Salahuddin Wahid 26.286.788 22,15% Tereleminasi Kalah
2009 3 Jusuf Kalla Wiranto 15.081.814 12,41% Kalah

Pemilu Legislatif

Pemilu Nomor urut Presiden Kursi Suara Hasil pemilu
No. ± Total %
2004 6 Ryaas Rasyid
4 / 550
1,313,654 1.16% Oposisi
2009 20
0 / 560
Penurunan 4 671,356 0.65% Oposisi

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Detik.com http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/05/tgl/11/time/134629/idnews/156369/idkanal/10
  2. ↑ https://news.detik.com/berita/d-903907/parpol-ramai-ramai-tarik-berkas-pasca-pengesahan-uu-pemilu
  3. ↑ Profil Partai Politik (Profile of Political Parties), Kompas newspaper 14 July 2008 pp. 38-39
  4. ↑ Tempo magazine No. 0931/March 31-April 06, 2009, p.33
  5. ↑ Indonesian General Election Commission website[pranala nonaktif permanen] Official Election Results
  6. ↑ The Jakarta Post 10 May 2009 Diarsipkan Mei 13, 2009, di Wayback Machine
  7. ↑ Ajeng Ritzki Pitakasari (14 April 2011). "Tersingkir di Pemilu 2009, Sepuluh Partai Dirikan Partai Persatuan Nasional (Sidelined from the election, 10 parties establish the National Unity Party)". Tempo.co (dalam bahasa Indonesian). Republika online. Diakses tanggal 25 Februari 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Nasional
Lokal Aceh
Keterangan: Tebal - mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat sesuai dengan ketentuan ambang batas parlemen.
Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan