Kamis, 05 November 2026
01:52 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab

Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab

universitas di Indonesia

Bagikan:
Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab
معهد العلوم الإسلامية والعربية في إندونيسيا
250px-Logolipia.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo LIPIA
PendiriUniversitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh
Didirikan1980
FokusPendidikan
PresidenDr. Waleed Al Othman
HeadDr. Muhammad al-Mu'tiq
PemilikArab Saudi
Panggilan awalLPBA
LokasiJakarta, Indonesia (6°16′51″S 106°49′40″E / 6.2808°S 106.8278°E / -6.2808; 106.8278)
AlamatJalan Buncit Raya 5A, Jakarta Selatan
Situs weblipia.id
osm-intl,13,-6.2808,106.8278,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Lembaga_Ilmu_Pengetahuan_Islam_dan_Arab&revid=29848416&groups=_0832d3fc9b08d9c74a36b36c0bbf33c2edf7b9b4&parser=parsoid
Peta interaktif Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab
معهد العلوم الإسلامية والعربية في إندونيسيا
Artikel ini mengandung huruf Arab. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (disingkat LIPIA, bahasa Arab:معهد العلوم الإسلامية والعربية في إندونيسيا, translit. Ma‘had al-‘Ulūm al-Islāmiyyah wal-‘Arabiyyah fī Indonesia; bahasa Inggris:Islamic and Arabic College of Indonesia) adalah lembaga pendidikan Arab Saudi-Indonesia yang mengajarkan pendidikan agama Islam dan bahasa Arab, di bawah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi. Berlokasi di Jakarta Selatan didirikan pada tahun 1400 H/1980 M. Saat ini LIPIA Jakarta berlokasi di Jalan Taman Margasatwa Raya (Dahulu: Jalan Buncit Raya) No. 5A, Ragunan, Jakarta Selatan, yang sebelumnya berada di Salemba Raya dan Raden Saleh.

Sejarah

LIPIA didirikan pada tahun 1980 untuk memberikan pendidikan dengan konsentrasi dalam bahasa Arab dan agama Islam untuk siswa Indonesia dengan keputusan dari Mahkamah Kerajaan, No. 5/n/26710. Nama perguruan tinggi tersebut adalah Lembaga Pendidikan Bahasa Arab (LPBA) sampai tahun 1986. Perguruan tinggi tersebut adalah cabang kampus Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh, Arab Saudi. Organisasi paling terkenal yang berfungsi sebagai saluran utama pendanaan Saudi di Indonesia adalah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dan LIPIA.[1]

Tujuan berdirinya LIPIA adalah untuk menyelenggarakan penelitian dan pendidikan agama Islam dan bahasa Arab. Gerakan salafi pada awal 1990-an di Indonesia mulai berkembang di kampus-kampus universitas, tetapi sebagian besar mendapat dorongan dengan kedatangan para veteran Perang Soviet-Afghanistan yang berpendidikan Timur Tengah dan lainnya.[2] Menyusul revolusi Syiah 1979 di Iran dan konflik hegemoni Iran-Saudi yang terjadi, Indonesia mengambil kepentingan strategis utama bagi politik agama Kerajaan Arab Saudi.[3] LIPIA tidak hanya menjadi gerbang bagi Arab Saudi untuk memengaruhi dakwah masyarakat Indonesia, tetapi juga ke seluruh Asia Tenggara.[3]

Semua perkuliahan yang diajarkan di LIPIA disampaikan dalam bahasa Arab dan sekitar 80–90 persen pengajarnya berasal dari Arab Saudi. Lembaga tersebut memiliki standar penerimaan yang sangat tinggi, dengan hanya 200 siswa yang diterima dari 4.000 lebih pelamar. Begitu mereka diterima, mereka tidak perlu membayar uang sekolah, bahkan mereka diberi tunjangan bulanan. Sekitar 200 siswa lulus dari perguruan tinggi ini setiap tahun.[4]

Perguruan tinggi ini mengajarkan manhaj salaf.[1][5][6][7][3]

Program

Program tersebut dalam format kursus yang mencakup pembelajaran Al-Qur'an dan bahasa Arab secara gratis kepada orang-orang yang ingin berpartisipasi. Kelas diadakan selama dua semester (24 minggu atau 192 jam) yang disesuaikan dengan kalender pendidikan LIPIA.[8] Pelajaran di Jakarta mentransfer wacana yang mengakar dari Arab Saudi ke Indonesia, dengan pengajar dituntut untuk menanamkan keunggulan mazhab-mazhab dalam ahlussunnah wal jama’ah.[3]

Peserta yang telah lulus ujian akhir akan diberikan sertifikat LIPIA di akhir kegiatan kursus.[8] Kurang lebih 4.000 orang yang kebanyakan lulusan SMA/sederajat mendaftar dan hanya sekitar 200 yang berhasil lolos.[3]

Program yang ada di LIPIA antara lain jenjang Bachelor atau Strata Satu Jurusan Syariah, Ekonomi Islam, Sastra Arab, dan D2 I'dad Lughowi (Persiapan Bahasa). LIPIA juga mempunyai sebuah program pembelajaran bahasa Arab kepada masyarakat umum di setiap hari Sabtu dan Ahad.

Jurusan

Jurusan yang ada di LIPIA adalah:

  1. Jurusan Syari'ah: memberikan gelar Bachelor of Arts (B.Sh /Lc). dalam bidang ilmu syar'i. Masa belajar 4 (empat) tahun. (Kampus Jakarta)
  2. Jurusan Sastra Arab, memberikan gelar Bachelor of Arts (B.A/Lc). Masa belajar 4 (empat) tahun. (Kampus Jakarta)
  3. Jurusan Manajemen Bisnis dan Keuangan, memberikan gelar Bachelor of Business Administration (B.B.A./Lc). Masa belajar 4 (empat) tahun. (Kampus Jakarta)
  4. Jurusan Persiapan Bahasa/I'dad Lughowi, terdiri dari empat level, lama pendidikan 2 tahun. (Kampus Jakarta, Banda Aceh, Medan, Surabaya)

Kampus

  • LIPIA Jakarta: Jalan Taman Margasatwa Raya (dahulu Jl Warung Buncit Raya) No. 5A, RT.1/RW.11, Ragunan, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibu kota Jakarta 12540
  • LIPIA Surabaya: Jl. Mayjen HR. Muhammad No. 1, Putat Gede, Suko Manunggal, Surabaya, Jawa Timur 60189
  • LIPIA Medan: Jl. Prof. HM. Yamin SH No.25B, Perintis, Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara 20232
  • LIPIA Banda Aceh: No 8, Jl. Prof. A. Majid Ibrahim I, Lampaseh Kota, Kec. Kuta Raja, Kota Banda Aceh, Aceh 23116

Alumni penting

Beberapa tokoh yang pernah belajar di LIPIA antara lain:

Rujukan

  1. 1 2 von der Mehden, Fred R. (Desember 1, 2014). "Saudi Religious Influence in Indonesia". Diakses tanggal Februari 10, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Farish A. Noor; Yoginder Sikand; Martin van Bruinessen, ed. (2008). "Ahmad-Noor A. Noor". The Madrasa in Asia: Political Activism and Transnational Linkages:Volume 2 of ISIM series on contemporary Muslim societies. Amsterdam University Press. hlm. 303. ISBN 978-9-053567104.
  3. 1 2 3 4 5 Kovacs, Amanda (2014). "Saudi Arabia Exporting Salafi Education and Radicaling Indonesia's Muslims" (PDF). GIGA Focus. 7. Leibniz-Institut für Globale und Regionale Studien. ISSN 2196-3940. Diakses tanggal Februari 10, 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Bubalo, Anthony; Fealy, Greg (2007). Jejak Kafilah: Pengaruh Radikalisme Timur Tengah di Indonesia. Mizan Pustaka. hlm. 94–101. ISBN 978-9-79433-476-8.
  5. ↑ Kinzer, Stephen (Juni 11, 2017). "Saudi Arabia is destabilizing the world". Boston Globe. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-05. Diakses tanggal 14 Juni 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Hasan, Noorhaidi (2006). Laskar Jihad: ISIM dissertations. SEAP Publications. hlm. 266. ISBN 978-0-877277408.
  7. ↑ Ramakrishna, Kumar (2014). Islamist Terrorism and Militancy in Indonesia: The Power of the Manichean Mindset. Springer. hlm. 269. ISBN 978-9-812871947.
  8. 1 2 "LIPIA: Profile". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal Juni 23, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Cabang lainnya
Tokoh utama
Era klasik
Era Kebangkitan
Nasional
Pasca-
kemerdekaan
Organisasi
Negara
Masyarakat sipil
Partai politik
Laskar
Sejarah
Pra-
kemerdekaan
Pasca-
kemerdekaan
Daerah
Sumatra
Jawa
Nusa Tenggara
Kalimantan
Sulawesi
Maluku
Papua
Kebudayaan
Pendidikan
Gerakan
Lainnya
Ikon rintisan

Artikel bertopik perguruan tinggi di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan