Senin, 12 Oktober 2026
16:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Tari Saman

Tari Saman

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Tari Saman" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Tari Saman
250px-Saman_dance.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama asliSaman Jejuntèn, Saman Njik, Saman Ngerje (Umahsara), Bejamu Besaman (Saman Sara Ingi, Saman Roa Lo Roa Ingi), Saman Bale Asam, Saman Pertunjukan
GenreSufisme
AsalSuku Gayo, Aceh, Indonesia
Tari Saman
NegaraIndonesia
KriteriaSeni Pertunjukan, Tradisi Lisan, Adat Istiadat, Pengetahuan Alam, dan Kerajinan Tradisional
Referensi00
KawasanAsia dan Pasifik
Sejarah Inskripsi
Inskripsi2011 (sesi ke-6)
DaftarButuh Perhatian untuk Dilestarikan


Tari Saman adalah tari rakyat dari masyarakat Suku Gayo di Provinsi Aceh, Indonesia. Pada tahun 2011, Tari Saman diakui oleh UNESCO sebagai warisan tak benda dunia.[1] Tarian ini merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan atau dakwah.[2] Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.

Sebelum tari Saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan berkesinambungan, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara grup tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian dititikberatkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari, dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

Nyanyian

Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian Saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam:[3]

  1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
  2. Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
  3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
  4. Syekh, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
  5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Gerakan

Tarian Saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian Saman, yakni tepuk tangan dan tepuk dada.[4] Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, Syekh Saman mempelajari tarian Melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.

Tari Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini menggunakan bahasa Bahasa Gayo).[5]

Penari

Pada umumnya, tarian Saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Pendapat lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang, dengan perincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, dalam perkembangan pada era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan makin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syekh. Selain mengatur gerakan para penari, syekh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman, yaitu ganit.

Galeri

Referensi

  1. ↑ Rayani, Alia Firda; Beng, Jap Tji; Lestari, Okta Febri; Aisyah, Dea Putery; Timotius, Lourel Princessa; Syafitri, Syalaisya Novi (2025-12-18). "Makna Tari Saman dalam Konteks Pariwisata Budaya". JIPSI Jurnal Ilmiah Psikologi (dalam bahasa Inggris). 7 (2): 188–199. doi:10.37278/jipsi.v7i2.1418. ISSN 2715-7792.
  2. ↑ Rayani, Alia Firda; Beng, Jap Tji; Lestari, Okta Febri; Aisyah, Dea Putery; Timotius, Lourel Princessa; Syafitri, Syalaisya Novi (2025-12-18). "Makna Tari Saman dalam Konteks Pariwisata Budaya". JIPSI Jurnal Ilmiah Psikologi (dalam bahasa Inggris). 7 (2): 188–199. doi:10.37278/jipsi.v7i2.1418. ISSN 2715-7792.
  3. ↑ Anisya (12 Februari 2015). "Tari Saman » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-03-06.
  4. ↑ Akhmad, Imam (2021). "ANALISIS NILAI-NILAI PADA TARI SAMAN". Jurnal Seni Makalangan. 8 (1): 1–9. doi:https://doi.org/10.26742/mklng.v8i1.1616.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  5. ↑ Welianto, ari (2021-01-30). "Tari Saman, Tarian Tradisional Khas Aceh". Kompas. Diakses tanggal 2025-05-17.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Saman dance.
  • Video di YouTube
  • (Inggris) Saman dance - UNESCO: List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding - 2011
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan