Tari Upase adalah tarian istana tradisional Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Namanya berasal dari kata "opas", yaitu pengawal raja atau penjaga istana. Tarian ini melambangkan pengawalan terhadap raja, baik dalam perjalanan maupun di dalam istana, dan menggambarkan kesiapan pengawal menghadapi peperangan. Dahulu Upase selalu dimainkan pada upacara kenegaraan dan syukuran istana untuk menghangatkan suasana. Kini tarian ini dipakai menjemput dan mengiringi tamu pemerintahan, sering bersama tari Gunde, serta dimainkan dalam upacara Tulude. Pertunjukannya diiringi tambor, musik tradisional Sangihe, dan terkadang dipentaskan pula pada perayaan tahun baru di kampung. Penarinya memakai perisai, lambang pelindung yang juga menjadi dasar lambang Kabupaten Kepulauan Sangihe.[1]
Rujukan
Lihat pula
=Pranala luar
|
|---|
|
|
|
|
|
|
|---|
| Arfak | |
|---|
| Asmat | |
|---|
| Biak | |
|---|
| Dani | |
|---|
| Fakfak | |
|---|
| Isirawa | |
|---|
| Mimika (Kamoro) | |
|---|
| Kep. Maluku Tengah dan Selatan | |
|---|
| Kep. Maluku Utara | |
|---|
| Moi | |
|---|
| Sentani | |
|---|
| Serui dan Waropen | |
|---|
|
|
|
|