Sabtu, 03 Oktober 2026
07:10 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Tari Soanggi

Tari Soanggi

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Tari Soanggi.

Tari Soanggi atau Tari Suanggi adalah tarian adat yang berasal dari daerah pantai Teluk Cendrawasih, Kabupaten Waropen, Provinsi Papua. Eksistensi awal tari ini tidak begitu jelas, tetapi tarian tersebut merupakan salah satu bentuk ekspresi masyarakat Papua Barat yang masih kental dengan nuansa magis. Tarian itu berawal dari kisah seorang suami yang ditinggal mati istrinya akibat diserang oleh makhluk bernama anggi-anggi, soanggi, atau kapes (jadi-jadian); di Jawa biasa disebut dengan memedi. Roh tersebut biasanya akan merasuki tubuh seorang wanita, yang kemudian secara magis mampu mencelakakan orang lain. Wanita yang dirasuki roh ini disebut sebagai wanita soanggi.

Kentalnya nuansa magis tersebut kemudian direalisasikan menjadi tari Soanggi yang dikenal sampai sekarang. Tari ini dibawakan oleh berpuluh-puluh penari laki-laki dan seseorang yang bertindak sebagai pimpinan. Busana yang digunakan oleh penari adalah pakaian tradisional Papua Barat, sedangkan penutup badan bagian bawahnya mengenakan rumbai-rumbai. Adapun iringan tarian ini menggunakan alat musik tifa dan trompet kerang, serta nyanyian-nyanyian yang dilakukan oleh para penari.

Makna dan unsur

Tari Soanggi adalah tarian yang memiliki nuansa mistis dan magis.[1] Kisah yang digambarkan dalam tarian tersebut adalah seorang laki-laki yang ditinggal mati istrinya karena diserang oleh anggi-anggi atau soanggi.[2] Menurut kepercayaan masyarakat Papua Barat, soanggi adalah kapes (roh jahat) yang belum ditebus dan belum mendapat kenyamanan di alam bakanya.[3] Sementara itu, masyarakat di Yapen Barat menyebutnya dengan nama nyata, sedangkan masyarakat di Yapen Utara (tepatnya di Poom) menyebutnya dengan nama hinata. Kendati berbeda sebutan, tetapi secara esensi semuanya sama.[4][5]

Roh tersebut biasanya akan merasuki tubuh seorang wanita, yang kemudian secara magis mampu mencelakakan orang lain. Wanita yang dirasuki roh ini disebut sebagai wanita soanggi.[6] Jika telah diserang, para kepala suku akan segera mencari tahu soanggi yang sudah mencelakainya sebagai upaya pencegahan.[7] Setelah ditemukan, wanita itu nantinya akan dipaksa minum akar tuba, dipukul, atau dibunuh. Jika terpaksa harus dibunuh, perutnya akan dibedah dan dilihat isinya. Masyarakat percaya jika benar dia wanita soanggi, empedunya akan menjadi dua dan harus dibuang agar tidak merasuki orang lain lagi.[8] Namun, jika wanita itu terlambat mendapatkan pencegahan dan diserang hingga tewas, dia akan menjelma menjadi kapes fane; kelompok masyarakat Aifat menyebutnya dengan kapes mapo.[9] Arwah dari korban ini nantinya akan gentayangan, bahkan dapat mengancam nyawa orang lain yang berbeda.[10]

Kentalnya nuansa magis tersebut kemudian direalisasikan menjadi tari Soanggi yang dikenal sampai sekarang. Sebelum penari mulai menarikannya, mereka harus melakukan ritual terlebih dahulu yang dipimpin kepala suku.[7] Tari ini dibawakan oleh berpuluh-puluh penari laki-laki dan seseorang yang bertindak sebagai pimpinan.[11][12] Gerakan tarian tersebut menggambarkan peperangan antara penduduk yang bersenjatakan busur, anak panah, perisai dan parang dengan seekor soanggi,[13] serta menyerupai aktivitas dukun yang akan mengusir roh jahat.[7] Namun demikian, soanggi dapat menjadi pihak yang menang dalam perang itu.[14]

Busana yang digunakan oleh penari adalah pakaian tradisional Papua Barat,[15][16] sedangkan penutup badan bagian bawahnya mengenakan rumbai-rumbai.[7] Adapun iringan tarian ini menggunakan alat musik tifa dan trompet kerang, serta nyanyian yang dilantunkan oleh para penari.[14] Tarian ini hanya ditampilkan ketika ada seorang warga yang meninggal, bukan untuk suatu pertunjukan umum atau pentas seni.[7]

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ "Tarian Daerah Papua dan Penjelasannya". Jurnal Indonesia. Diakses tanggal 17 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "7 Tarian Tradisional Papua dan Fakta Unik di Baliknya". Kumparan. Diakses tanggal 17 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "6 Tari Tradisional Papua Barat Terlengkap". Adat Nusantara. Diakses tanggal 17 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Suanggi, Ilmu Hitam Paling Ditakuti di Tanah Papua". Liputan6.com. Diakses tanggal 17 April 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Ilmu Hitam yang Paling Ditakuti di Tanah Papua Ini Disebut Soanggi". Makassar Terkini. Diakses tanggal 17 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Asal-Usul Tari Soanggi Tarian Tradisional Papua Barat". Budaya Indonesia. Diakses tanggal 17 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 3 4 5 "Tari Suanggi, Tarian Bernuansa Magis dari Papua Barat". Kompas.com. Diakses tanggal 24 Maret 2022.
  8. ↑ Nasution, Fitri Haryani (2019). 70 Tradisi Unik Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. hlm. 81.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ "9 Tarian Papua Barat". Budaya Lokal. Diakses tanggal 17 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "6 Tarian Papua Barat". Perpustakaan.id. Diakses tanggal 17 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "15 Tarian Papua Beserta Asal Daerahnya". detikcom. Diakses tanggal 16 April 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "11 Tari Tradisional Papua". Harian Haluan. Diakses tanggal 17 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "15 Tari Adat Tradisional Papua, Berikut Maknanya!". Kearifan Lokal. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-28. Diakses tanggal 16 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. 1 2 Djamaludin, Atjep; Sudarsono (tanpa tahun). Tari-Tarian Indonesia I (PDF). Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 116.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. ↑ Soegiarto; Marah, Risman; Supiyadi, Eko (1980). Monografi Daerah Irian Jaya. Jakarta: Proyek Media Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 172.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ Paradisa, Gendhis (2009). Ensiklopedia Seni dan Budaya Nusantara. Jakarta: Kawan Pustaka. hlm. 131–132.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tari Soanggi.
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan