Sabtu, 03 Oktober 2026
08:15 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Tari Badui

tarian tradisional orang Badui dari Indonesia

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Tari Badui adalah tarian rakyat yang berasal dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya, tarian ini berakar dari tradisi religi yang konon dibawa oleh seorang pedagang dari Negara Arab. Setelah mengalami adaptasi dan perpaduan dengan budaya lokal Yogyakarta, Tari Badui kemudian dikenal sebagai bagian dari kesenian rakyat Sleman. Diarsipkan 2016-11-28 di Wayback Machine.

Ikhtisar

Tari Badui merupakan tari rakyat yang berasal dari Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. Tari Badui menggambarkan prajurit dalam peperangan atau saat latihan perang. Seni tari Badui ini masih eksis di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Seperti yang masih tetap dipertahankan oleh masyarakat di padukuhan Malangrejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman dengan membentuk Paguyuban Tari dan Shalawat Badui. Diarsipkan 2016-11-28 di Wayback Machine.

Tari Badui adalah salah satu tarian rakyat yang berasal dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya merupakan tari religi, tetapi setelah mengalami modifikasi dan diselaraskan dengan tradisi serta kebudayaan lokal, tarian ini dikenal sebagai bagian dari seni rakyat Sleman. Tari Badui merupakan salah satu bentuk seni sholawatan yang lahir di pedesaan, di mana tari ini mengandung puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW. Pada awalnya, pertunjukan tari Badui hanya dilakukan dalam rangkaian upacara peringatan Maulid Nabi SAW. Namun, seiring perkembangan waktu, tari Badui berkembang dan menjadi bagian dari hiburan masyarakat.[1]

Sejarah

Seni Tari Badui ini konon kabarnya dibawa oleh orang Indonesia yang telah lama tinggal di Arab Saudi. Selama tinggal di Arab, orang tersebut banyak melihat kesenian Badui dan kesenian Suhanul Muslim yaitu kesenian Bangsa Arab Qurais.

Setelah orang tersebut kembali ke Indonesia, kesenian Badui tersebut kemudian dikembangkan di desanya. Tema dan bentuk kesenian masih sama dengan kesenian di Negara Arab tadi, tetapi ada bagian-bagian yang telah dimodifikasi serta diselaraskan dengan kebudayaan masyarakat Sleman terutama syair lagu pengiringnya.

Fungsi dan Makna

Fungsi dan makna dari tari Badui ini awalnya difungsikan sebagai salah satu sarana penyebaran agama islam pada zaman dahulu. Seiring berkembangnya waktu, tarian ini juga berperan sebagai sarana hiburan masyarakat. Kesenian tari Badui ini diiringi oleh syair-syair lagu yang berasal dari Kitab Kotijah Badui, tetapi adakalanya syair tersebut disusun sendiri oleh kelompok kesenian Badui Yogyakarta.

Pertunjukan

Tari Badui biasanya dipentaskan pada malam hari, namun adakalanya dipentaskan pada siang hari. Tari Badui Yogyakarta dipentaskan selama kurang lebih 4 sampai 4,5 jam, yang selanjutnya diselingi dengan pertunjukan pencaksilat dan lain sebagainya.

Jumlah penari pada pementasan kesenian tari Badui ini tidak menentu. Umumnya sekitar 40 orang yang terdiri dari 10 orang sebagai pemegang instrumen musik pengiring dan vokal, 30 orang lainnya sebagai penari. Penari Badui adalah laki-laki berusia sekitar 12 - 30 tahun.

Musik Pengiring

Tari Badui dari Yogyakarta ini dipentaskan dengan diiringi oleh musik tradisional yaitu genderang tambur, 3 buah terbang genjreng, 1 buah jedor dan kadang-kadang digunakan pula peluit sebagai pemberi aba-aba.

Selain instrumen musik daerah, tari Badui juga diiringi alunan vokal dalam bentuk lagu yang dibawakan secara bergantian antara penari dan vokalis bersama dengan penabuh instrumen bersaut sautan. Syair yang dibawakan berasal dari kitab kotijah badui yang berisi uraian tentang budi pekerti, kepahlawan hingga sholawat nabi.

Kostum Penari

Kostum yang digunakan oleh penari badui terdiri dari:

  • Peci turki berwarna merah (panigoro) atau kuluk temanten berwarna merah dan ada kucirnya
  • Baju atau kemeja lengan panjang
  • Rompi dengan dominasi warna hitam, merah, dan hijau
  • Celana panji
  • Kain (rampekan) setagen dan ikat pinggang
  • Kaos kaki dan sepatu putih
  • Aksesoris berupa godo/gombel yaitu sejenis senjata/kayu.

Referensi

  1. Sakuilmu: Tari Badui dari Yogyakarta Diarsipkan 2016-11-28 di Wayback Machine.
  1. ↑ "Tari Badui, Warisan Budaya Takbenda Indonesia". Dinas Kebudayaan Kundha Kabudayaan Kabupaten Sleman. Diakses tanggal 06 Juni 2024.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Pranala luar

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan