Senin, 19 Oktober 2026
20:48 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Tari ehe lawn

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:

Ehe Lawn (Dibaca: Ehe lewn) atau Tari Seka Besar adalah seni pertunjukan tari suku Babar yang menjadikan gerak kaki sebagai tumpuan dasar. Tarian ini dianggap sakral bagi kesatria negeri / kampung karena mereka meyakini bahwa tarian ini dapat melindungi mereka saat berperang. Tarian ini umumnya berasal dari Maluku.[1]

Asal Mula

Tari Ehe Lawn atau disebut juga Tari Seka Besar pada mulanya berasal dari perkampungan tua yang bernama Kalewn, sering dilakukan saat upacara adat ataupun penjemputan tamu-tamu kehormatan. Pada saat pertunjukan , tarian ini dibawakan oleh 15 orang , yaitu 3 orang perempuan sebagai penabuh tifa besar , serta 12 orang laki-laki sebagai penari, meskipun secara tradisi jumlah penari tidak terbatas. Sejak tahun 1988, tari tradisional ini telah diikutkan dalam festival tari tingkat nasional di Jakarta dan berhasil masuk 10 besar pertunjukan terbaik pada saat itu.Tari Ehe Lawn pernah menjadi tarian penyambutan saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono datang ke Ambon , juga ketika Dubes Korea datang pada tahun 2012. Sebenarnya Tari Ehe Lawn ini sederhan dan gerakannya banyak yang berulang-ulang,namun seiring dengan banyaknya festival ataupun pementasan yang diikuti , gerakannya pun ditambah untuk lebih memperkaya tarian ini.[2]

Arti Tarian

Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang suka berperang antar suku yang melibatkan masyarakat, akan menjadi penyemangat bagi para ksatria yang akan pergi dan pulang dari medan perang. Disini peran perempuan cukup penting karena diberi kepercayaan dalam mempertemukan unsur keseragaman dalam perpaduan tari tradisonal Ehe Lawn.[3]

Tautan Referensi

  1. ↑ Indonesia, Directorate of Cultural Heritage and Diplomacy, Ministry of Education and Culture of (2019), Bahasa Indonesia: Buku Katalog Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 (Buku 2), diterbitkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (PDF), diakses tanggal 2020-01-18{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ "Warisan Budaya Kabupaten Maluku Barat Daya". www.dpmptsp-maluku.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-03-17. Diakses tanggal 2020-01-18.
  3. ↑ ditindb (2015-12-17). "SEKA BESAR (EHE LAWN)". Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. Diakses tanggal 2020-01-18.
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan