Kamis, 08 Oktober 2026
01:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Tari Dangisa

Bagikan:

Tari Dangisa adalah tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara. Tarian ini umumnya dibawakan oleh 12 hingga 24 penari laki-laki dan memiliki makna simbolis yang menggambarkan kekuatan, kebersamaan, dan sejarah daerah tersebut. Tarian Dangisa sering ditampilkan saat penyambutan tamu kehormatan dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.[1][2]

Sejarah Tari Dangisa

Tarian Dangisa merupakan salah satu tarian yang diciptakan oleh kakak kandung Raja Gobel yang ketika kembali ke Tapa dari penobatannya di Ternate pada abad ke 17 atau lebih kurang 300 tahun yang lalu. Tari Dangisa merupakan satu-satunya seni pertunjukan orisinil suku endemik Bolango yang eksistensinya masih terus bertahan hingga saat ini. Dulunya tarian ini dimainkan oleh sekelompok pria guna menyambut para raja dan ksatria pada saat pulang dari tugas penting maupun dari peperangan. Namun seiring berjalannya waktu tarian ini kemudian dimainkan di upacara-upacara adat, kegiatan kemasyarakatan, hingga berbagai festifal yang dilaksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Formasi koreografi gerakan hingga background syair berbahasa Bolango mengiringi tarian.[3]

Perkembangan

Tarian Dangisa mempunyai keunikan tersendiri karena penari juga sebagai penyanyi/pembawa syair dan penabuh/instrumen. Perkembangan tarian ini dipengaruhi beberapa faktor, antara lain lembaga adat; sanggar; perlengkapan; event budaya; peran pendidikan dan pemangku adat; melakukan dialog budaya dalam rangka persepsi bersama antara pemerintah, lembaga adat, tokoh adat dan masyarakat dalam upaya pelestarian kebudayaan. Tarian ”Dangisa” sebagai produk leluhur Suku Bolango perlu dilestarikan karena didalamnya terkandung nilai-nilai tradisional yang positif untuk dikembangkan.[4]

Makna

Tari Dangisa merupakan tarian hiburan yang menampilkan kisah asal-usul daerah Bolaang Mongondow Selatan melalui gerakan dinamis yang diiringi syair dan properti seperti perisai. Tarian ini secara simbolis menggambarkan kekuatan, kebersamaan, dan sejarah.[5]

Gerakan

Tari Dangisa biasanya dibawakan oleh 12 hingga 24 penari laki-laki. Tari ini memiiki gerakan dinamis dengan tiga pola utama: memukul, memutar, dan merentangkan tangan, dengan beberapa pola lantai seperti berbaris dan melingkar. Penari juga menggunakan properti seperti perisai.[6]

Referensi

  1. ↑ "Tari Dangisa Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2022, Bupati Bolsel Terima Sertifikat". Tribunmanado.co.id. Diakses tanggal 2025-11-07.
  2. ↑ Manoppo, Faisal (2022-12-09). "Tari Dangisa Jadi Warisan Budaya Tak Benda Bolsel". instink.net. Diakses tanggal 2025-11-07.
  3. ↑ redaksi (2022-08-30). "Akan Difilmkan, Tari Dangisa Bolsel Masuk Budaya Nasional". A-TIMES. Diakses tanggal 2025-11-07.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  4. ↑ DRS. RUSLI MANOREK (2009). MENGENAL TARIAN DANGISA. Gorontalo: BPSNT MANADO. hlm. 36.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ bolmongnews, redaksi (2022-12-09). "Satu - satunya di Sulut, Tari Dangisa Asal Bolsel Raih Sertifikat Pengesahan Warisan Budaya Tak Benda 2022". BolmongNews. Diakses tanggal 2025-11-07.{{cite web}}: |first= memiliki nama generik
  6. ↑ "Tari Dangisa Raih Sertifikat Pengesahan Warisan Budaya Tak Benda 2022". www.bolselkab.go.id. Diakses tanggal 2025-11-07.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan