Tari Mesalai adalah tarian tradisional masyarakat Kepulauan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara. Dahulu tarian ini menjadi bagian ritual untuk bersyukur kepada Tuhan atas segala anugerah. Kini Mesalai umumnya dipentaskan sebagai pelengkap keramaian saat tari Gunde, pada syukuran perkawinan, memasuki rumah baru, atau menurunkan perahu. Tarian kelompok yang ditarikan oleh kaum lelaki ini memiliki empat gerak dasar, antara lain Mamidura, gerak penghormatan. Gerakannya yang lembut melambangkan kehalusan budi, sementara pelaksanaannya mencerminkan kerukunan dan rasa syukur. Penari aslinya memakai pakaian adat Laku Tepu dan diiringi nyanyian Sasambo bernada pujian. Pada masa kerajaan, tarian ini diangkat ke istana. Upacara adat dahulu dianggap belum lengkap tanpa Mesalai sebagai acara puncak. Satu sumber menyebut Mesalai berasal dari suku Bolaang Mongondow, tetapi sebagian besar sumber menyatakan asalnya dari Sangihe Talaud, dengan jumlah gerak dasar, bisa berbeda tergantung referensinya.[1]
Rujukan
- ↑ "8 Tari Tradisional Sulawesi Utara, dari Tari Sasambo hingga Tari Kabela". regional.kompas.com. Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
Lihat pula
=Pranala luar
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||