Jumat, 16 Oktober 2026
10:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Tari Det Pok Mbui

Tari Det Pok Mbui

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Tari Det Pok Mbui.

Tari Det Pok Mbui adalah tarian adat suku Asmat yang berasal dari Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, yaitu wilayah Agats, Sawa Erma, dan Primapun. Eksistensi awal dari tarian tersebut telah ada sejak Indonesia belum merdeka. Penyebutan nama tari Det Pok Mbui berasal dari dua suku kata, yaitu det yang berarti "topeng yang mirip setan" dan pok mbui yang berarti "pesta" atau "upacara". Secara keseluruhan, tarian ini memiliki arti "upacara topeng setan".

Tari ini dibawakan oleh sekelompok laki-laki dan wanita pada siang atau sore hari setelah panen mencari sagu, dengan durasi 2–4 jam. Umumnya, tarian ini dilakukan di tepi sungai karena terdapat adegan menaiki perahu.[1]

Susunan dalam tari Det Pok Mbui, yaitu ketua adat atau pimpinan upacara berdiri di tengah arena, kemudian memanggil penari dengan fu atau tifa sebagai penanda bahwa tari akan segera dimulai; para penari atau peserta upacara selanjutnya berkumpul dalam pentas.

Iringan tarian ini menggunakan alat musik tifa dan fu (trompet bambu), sedangkan lagu pengiring yang dilantunkan adalah jipai so (setan atau roh halus). Untuk gerakan tarian meliputi jiwi-ndil (gerak pinggul), a-ndi (gerak pantat), dan ban-ndi (gerak anggota tubuh).

Ketika membawakan tarian tersebut, para penari menghias wajah dan tubuhnya dengan arang dan kapur. Busana yang dikenakan oleh penari laki-laki adalah rok yang terbuat dari bulu burung kasuari, sedangkan penari wanita menggunakan busana bernama awer (rok rumput). Adapun aksesoris penari meliputi gelang kaki, gelang tangan, dan gelang lengan, sedangkan bagian leher dihiasi kalung yang terbuat dari gigi anjing, taring babi, atau manik-manik.

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ "10 Tarian Papua". Perpustakaan.id. Diakses tanggal 18 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tari Det Pok Mbui.
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan