Rabu, 07 Oktober 2026
10:28 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Tari Likok Pulo

Tari Likok Pulo

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
330px-Gerakan_Tari_Likok_Pulo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerakan Tari Likok Pulo

Tari Likok Pulo adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Aceh, Indonesia. "Likok" berarti gerak tari, sementara "Pulo" berarti pulau. Pulo di sini merujuk pada sebuah pulau kecil di ujung utara Pulau Sumatra yang juga disebut Pulau Breuh, atau Pulau Beras.[1]

Tarian ini lahir sekitar tahun 1849, diciptakan oleh seorang ulama tua berasal dari Arab yang hanyut di laut dan terdampar di Pulo Aceh. Tari ini diadakan sesudah menanam padi atau sesudah panen padi, biasanya pertunjukan dilangsungkan pada malam hari bahkan jika tarian dipertandingkan dapat berjalan semalam suntuk sampai pagi. Tarian dimainkan dengan posisi duduk bersimpuh, berbanjar, atau bahu membahu.[2][3]

Seorang pemain utama yang disebut cèh berada di tengah-tengah pemain. Dua orang penabuh Rapa'i berada di belakang atau sisi kiri dan kanan pemain. Sedangkan gerak tari hanya memfungsikan anggota tubuh bagian atas, badan, tangan, dan kepala. Gerakan tari pada prinsipnya ialah gerakan oleh tubuh, keterampilan, keseragaman atau kesetaraan dengan memfungsikan tangan sama-sama ke depan, ke samping kiri atau kanan, ke atas, dan melingkar dari depan ke belakang, dengan tempo mula lambat hingga cepat.[4]

Makna Gerak Tari Likok Pulo

330px-Ratoh_Pulo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ratôh Pulo, nama lain Likok Pulo

Gerak Tari Likok Pulo komposisinya dimulai dengan gerakan salam anggukan kepala dan tangan yang diselangi gerakan pinggul. Ritme tarian saling membentang dan seling ke kiri dan ke kanan sambil melantunkan syair-syair pujian kepada Sang Khalik yang diiringi dengan musik Rapai dan vokalis nyanyian syair Aceh. Seorang pemain utama yang disebut ceh berada di tengah-tengah pemain. Dua orang penabuh rapa’i berada di belakang atau sisi kiri dan kanan pemain. Sedangkan gerak tari hanya memfungsikan anggota tubuh bagian atas, badan, tangan, dan kepala.

Komponen tari

Busana

Pemeran Tari Likok Pulo mengenakan atasan berupa kemeja hitam dengan corak kuning pada kerah dan lengan. Bawahannya berupa celana kain hitam dan songket merah dengan corak putih mengilap atau kain sarung dengan motif Aceh.[5]

Aksesoris

Para penari mengenakan hiasan pelengkap seperti kain pengikat pinggang dan ikat kepala yang disebut tengkulok.[5]

Musik iringan

Pementasan tari Likok Pulo diiringi dengan permainan alat musik Rapa'i. Pada penyajian musik pengiring Tari Likok Pulo, rapa’i dimainkan bersama-sama oleh para penabuh yang duduk di belakang penari. Penabuh rapa’i pertama menggunakan pola pukulan Batang, sementara penabuh kedua memainkan pola Tingkahan. Di tengah barisan penabuh, Syeh berperan melantunkan syair, yang kemudian diteruskan oleh penari serta anak chahi sebagai pemain musik.[5]

Properti

Pementasan tari Likok Pulo menggunakan properti yang disebut Boh Likok. Properti ini berbentuk bulat, berukuran kurang lebih sebesar ruas bambu dengan diameter sekitar 5 cm, dan dapat digenggam menggunakan dua jari. Meskipun menghasilkan suara ketika digerakkan oleh penari, Boh Likok tidak dikategorikan sebagai alat musik pengiring, melainkan sekadar perlengkapan dalam tarian.[5]

Ragam gerak

Terdapat 12 gerak utama dalam tari Likok Pulo. Pertama, gerakan Saleum diawali dengan salam hormat, penari duduk bersimpuh lalu mengangkat kedua tangan bertemu di atas kepala. Gerakan Malaleho dilakukan sambil duduk dengan tangan bergantian menepuk dada sesuai ketukan. Gerakan Alif berupa tepukan tangan ke lantai dan dada disertai ayunan tangan ke depan dan belakang. Gerakan han meupateh haba angen dilakukan bergantian antara penari ganjil dan genap dengan tepukan tangan sebagai simbol pengendalian nafsu.[5]

Gerakan Syech Ahmad Badron menampilkan posisi duduk berbeda antara barisan depan dan belakang dengan saling berpandangan. Gerakan Heu Allah memperlihatkan penari duduk tegak dan menunduk bergantian sambil menepuk lantai dan bertepuk tangan. Gerakan Seulawuet dilakukan dengan pegangan tangan bergantian naik turun antara penari ganjil dan genap. Gerakan Boh Likok menampilkan penari duduk bersimpuh sambil memegang dan mempertemukan boh likok dengan penari lain.[5]

Gerakan Narit Peuingat berupa ayunan tangan bergandengan ke kiri dan kanan menyerupai ombak. Gerakan Takoh Bak Jok dilakukan dengan saling mengikat tangan antar penari. Gerakan Tutui dilakukan penari dengan saling bergandengan dan salah seorang penari menaiki tangan penari lainnya menyerupai jembatan. Gerakan Saleum Penutup dilakukan dengan tepukan tangan dan salam hormat sebagai penutup tarian.[5]

Lokasi dan waktu pementasan

Awalnya, tarian ini dimainkan di tepi pantai dengan tikar sebagai alas, sebab masyarakat Pulo Aceh belum memiliki fasilitas panggung. Seiring perkembangan, tarian mulai dipentaskan di panggung dengan alas spons untuk menjaga lutut penari yang berlutut dalam durasi panjang. Pada masa lampau, tarian dilakukan pada malam hari setelah panen sebagai hiburan. Kini, tarian dapat ditampilkan kapan saja, baik siang maupun malam, sesuai kebutuhan acara.[5]

Bentuk penyajian

Pelaksanaan Tari Likok Pulo dilakukan bersama-sama dengan posisi duduk sejajar dan rapat. Penari utama di tengah disebut syekh, sementara penari di kanan dan kiri disebut apit. Gerakan tari melibatkan tubuh, kepala, tangan, dan pinggul, dengan tangan bergerak bergantian ke berbagai arah secara kompak.[5]

Tata penyajian tari ini dibedakan menjadi dua, yaitu penyajian biasa dan penyajian bertanding (tunang). Perbedaannya terletak pada ada atau tidaknya perlombaan antar kelompok tari dari beberapa kampung. Tata penyajian tunang berlangsung semalam penuh setelah salat Isya hingga menjelang Subuh, di lapangan terbuka dengan penonton pria dan wanita dipisahkan. Juri terdiri dari mantan syekh dan tokoh masyarakat.[5]

Referensi

  1. ↑ Likok Pulo di artscraftindonesia.com Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine. Diakses pada 16 Maret 2013
  2. ↑ ditwdb (2019-03-29). "Tari Likok Pulo, Tari Hiburan Rakyat Sambil Berdakwah". Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. Diakses tanggal 2020-01-25.
  3. ↑ Ragam Tari dan Lagu Daerah Sumatra. Jakarta: PT. Perca. 2009. hlm. 5–6. ISBN 978-979-043-477-6.{{cite book}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Kholisdinuka, Alfi (2019-10-05). "Gemulai Tari Likok Pulo Mulai Bergairah di Aceh". detikcom. Diakses tanggal 2020-01-25.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Setyantoro, Agung Suryo; Hermaliza, Ezzi; Rusdi, Piet; Azhar, Hasbi (2017). Tari Likok Pulo di Aceh Besat. Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh. ISBN 9786029457728.{{cite book}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik tarian di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan