Tari Maluaya merupakan tarian adat masyarakat Nias, Sumatera Utara, yang berkaitan dengan upacara pemakaman kaum bangsawan atau Si’ulu. Tarian ini berfungsi sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tokoh yang meninggal sekaligus mengawal jenazah hingga ke tempat pemakaman. Pertunjukannya melibatkan sekitar 10–12 orang, termasuk empat penari utama yang mengenakan pakaian adat dan membawa senjata tradisional, seperti tombak, pedang, dan perisai. Iringannya menggunakan alat musik tradisional, antara lain gendang, gong, dan faritia. Tari Maluaya mencerminkan penghormatan, solidaritas, serta nilai-nilai adat masyarakat Nias yang diwariskan turun-temurun. [1]
Referensi
- ↑ "MAKNA SEMIOTIK TARI MALUAYA PADA PROSES PEMAKAMAN KAUM BANGSAWAN DI DESA HILIGANOWO KABUPATEN NIAS SELATAN". jurnal.uniraya.ac.id. Diakses tanggal 5 Oktober 2026.
=Pranala luar
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |