Kamis, 01 Oktober 2026
12:37 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Modero

Modero

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Suspected hoax
Kebenaran artikel ini dipertanyakan. Kemungkinan isinya berupa hoaks. Harap verifikasi sumber tepercaya yang digunakan di artikel atau bagian-bagiannya, serta tambahkan sumber tepercaya pada klaim yang tidak ada rujukannya. Jika rujukannya tidak tepercaya, cobalah mengusulkan artikel ini untuk dihapus dan/atau menghapus bagian yang dipertanyakan. Jika halaman ini terang-terangan merupakan hoaks, tambahkan {{db-hoax}} agar dapat dihapus dengan cepat. Silakan bicarakan halaman ini. (Modero)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Modero" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-Iraqi_kurdish_dance.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pemuda pemudi sedang bergembira menarikan modero

Modero[1] adalah tarian tradisional seni budaya yang sering dilakukan oleh Suku Bare'e[2] yang berasal dari Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.

Pesta Panen Padungku dahulunya di Tojo selalu disertai dengan Tari Moende, kalau zaman sekarang hanya tinggal Modero. Modero yaitu Gerakan Tarian yang selalu berpegangan tangan dengan membentuk lingkaran dengan goyang mengikuti iringan lagu dan musik dari lalove (seruling), geso-geso, ganda (gendang), dan gongi (gong).

Gerakan Dero atau Modero adalah istilah yang sudah menjadi turun temurun dan yang paling banyak dilakukan oleh Suku Bare'e. Gerakan Modero adalah hampir sama dengan Tari Moende tetapi berbeda fungsi, Tari Moende dilakukan pada saat Pesta Panen Padungku, dan Modero biasanya dilakukan pada saat pulang mengayau. Gerakan Tari Moende ada tiga jenis gerakan tarian, sedangkan Modero hanya satu jenis gerakan tarian saja. Suku Bare'e yang semua penduduknya beragama Islam telah berhasil mengubah suatu acara penyembahan yang tradisional dan kuno dari suatu suku ke sebuah Gerakan Tarian yang lebih modern.

Asal-usul kata Dero atau Modero bisa dicari pada kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) terjemahan dari Bare’e-Nederlandsch Woordenboek (Brill, 1928) yang kamus tersebut ditujukan untuk Suku Bare'e (Bare'e-Stammen).[3]

Sejarah

Pada zaman Kerajaan Tojo Di Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una yang sekarang, Modero atau disebut juga Tarian Dero pada awalnya sebenarnya ditarikan di dalam Lobo (pusat ibadah masyarakat suku bare'e untuk Pue Mpalaburu sebelum masuk islam[4]). Tarian ini dilakukan ketika pasukan perang dari sebuah Lipu pulang pengayauan (penggal kepala). Mereka melakukan pengayauan karena dorongan kepercayaan mereka dimana diajarkan apabila ada musibah seperti panen gagal atau ada anggota masyarakat yang meninggal maka mereka harus mencari tengkorak kepala orang sebagai penolak bala. Demikian lalu tengkorak kepala yang didapatkan dari hasil pengayauan kemudian di letakan di tengah Lobo, lalu ditarikan oleh masyarakat secara melingkar dengan gaya yang sama seperti yang kita kenal sekarang dengan "Dero". Gerakan ini sangat bersifat magis dan kental nuansa spiritualnya. Daya magis tarian itu masih ada sampai sekarang.

Tari Modero atau Tari Dero ikut memengaruhi beberapa tarian dari akar budaya bangsa Austronesia,Melanesia, dan Tarian Orang Kurdi pada zaman setelah Perang Teluk yang beragama Islam, karena ciri-ciri Tarian Bernafaskan Islam adalah Tarian yang membentuk lingkaran, dan Suku Bare'e mendapatkannya melalui kepercayaan Lamoa dan hasil modifikasi tarian dari Raja pertama Kerajaan Tojo yaitu Pilewiti yang merupakan sepupu dari Raja Bone Latemasonge yang beragama Islam. Penyebutan atau penamaan Tari Modero pada tari massal yang terkenal di wilayah tana nto bare'e ini memiliki sejarah yang panjang. Dan di jaman modern Tari Modero dan Tari Moende di tarikan dengan diiringi Musik Elekton.

Gerakan Tari

Gerakan Tarian Modero adalah hampir sama dengan Tari Moende, Gerakan Tari Moende ada tiga jenis gerakan tarian, sedangkan Gerakan Tarian Modero hanya satu jenis gerakan tarian saja.

Gerakan Tarian Modero yang hanya satu jenis gerakan tarian tersebut adalah Gerakan Tarian yang bersumber dari Gerakan Tarian ende ngkoyoe atau ende ntoroli, yaitu dua langkah ke kanan dan selangkah ke kiri dengan membentuk lingkaran dengan goyang bergandengan tangan mengikuti iringan lagu dan musik dari lalove (seruling), geso-geso, ganda (gendang), dan gongi (gong).

Penyebutan atau penamaan Tari Dero (Modero) pada tari massal yang terkenal di wilayah Poso-Tojo Grup ini memiliki sejarah yang panjang. Dan di jaman modern Tari Modero di tarikan dengan diiringi Musik Elekton.

Referensi

  1. ↑ MODERO (Dero), Bare’e-Nederlandsch Woordenboek (Brill, 1928)..
  2. ↑ SUKU BARE'E. .
  3. ↑ MODERO (Dero), kata Dero atau Modero bisa dicari pada kamus bahasa bare'e terjemahan dari Bare’e-Nederlandsch Woordenboek (Brill, 1928, sebaiknya di download terlebih dahulu) di : https://id.scribd.com/document/665733193/KAMUS-BAHASA-BARE-E-BARE-E-TAAL-Bahasanya-Suku-Bare-e..
  4. ↑ POSO-TODJO GROUPEN ( Poso - Tojo ), De bare'e-sprekende toradja's van midden-celebes, SERIES ", Diakses 6 Maret 2023.
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan