Minggu, 18 Oktober 2026
03:21 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Tari Aluyen

Tari Aluyen

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Tari Aluyen.

Tari Aluyen atau Alen adalah tarian adat suku Moi yang berasal dari Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Penyebutan nama tari Aluyen berasal dari dua suku kata, yaitu alu yang berarti "lagu" dan yen yang berarti "dinyanyikan". Secara keseluruhan, tarian ini memiliki arti "lagu yang dinyanyikan".

Tari Aluyen merupakan tarian tradisional yang biasanya dilakukan sebagai bagian dari upacara adat, yaitu pembangunan rumah baru dan pembukaan kebun baru. Tarian tersebut dapat dilakukan pada siang atau malam hari. Namun, jika diadakan di dalam rumah adat, pertunjukannya bisa berlangsung selama 1–2 bulan.

Tari ini dibawakan oleh laki-laki dan wanita, serta seseorang yang bertindak sebagai pimpinan. Pemimpin tari berdiri di depan para penari lainnya, kemudian di belakangnya diikuti oleh penari wanita dan laki-laki dengan dua barisan memanjang ke belakang.

Secara umum, gerak dasar tarian ini merupakan gaya berjalan kaki bebas menurut irama sambil bergoyang pinggul (dalam bahasa setempat disebut dengan awlete, yang berarti gerak goyang pinggul). Busana yang dikenakan dalam tarian ini dinamakan dengan kamlanan, sejenis kain dari daerah setempat.

Sampai saat ini, ragam busana dan aksesoris tarian tersebut tidak banyak berubah, baik penari laki-laki maupun wanita. Aksesoris yang digunakan meliputi gelang yang terbuat dari li (manik-manik), saika (gelang perak), medik (gelang dari jenis tali tertentu), dan eme (perhiasan dari daun pandan berwarna kuning atau merah).[1][2][3]

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ Ensiklopedi Tari Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan & Kebudayaan. 1981. hlm. 18–19.
  2. ↑ "Adat Budaya Tari Aluyen Kalasaman, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2022-03-24.
  3. ↑ "Tari Aluyen » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2022-03-24.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tari Aluyen.
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan