Senin, 19 Oktober 2026
17:36 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Tari Ganjur

Bagikan:

Tari Ganjur atau disebut juga Tari Kanjar Ganjur adalah kesenian tari yang berbentuk ritual dalam sebuah upacara adat yang dilestarikan oleh masyarakat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,[1] jenis tarian klasik yang dimiliki oleh Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura dalam bentuk koreografi kelompok, karena dapat dilihat dari bentuk pertunjukan yang ditarikan oleh empat penari laki-laki.[2] Ganjur menggambarkan seorang pangeran yang sedang menjaga keamanan tiang ayu, agar pada saat acara Bepelas Sultan agar tidak diganggu oleh roh-roh jahat.[3]

Sejarah

Tari Ganjur muncul lebih dahulu sebuah tarian yang menggambarkan sosok ksatria kerajaan dengan keberanian dan kemampuan melindungi rakyat serta wilayahnya. Nama ganjur sendiri berarti gada, yang menjadi properti utama dalam tarian ini. Tari Ganjur diyakini mendapat pengaruh dari Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, ketika pasukan Gajah Mada dan Laksamana Nala melakukan ekspedisi ke berbagai daerah Nusantara, termasuk Kutai Kertanegara.[4]

Seiring waktu, terjadi pertukaran budaya karena beberapa putra Sultan Kutai menempuh pendidikan di Surakarta dan Yogyakarta. Tari Kanjar sendiri memiliki dua versi, yaitu Kanjar Laki yang ditarikan oleh pria dan Kanjar Bini yang dibawakan oleh perempuan.[4]

Komponen tari

Penari

Tari Kanjar Ganjur merupakan tarian khusus istana yang tidak disebarkan ke kalangan umum. Oleh karenanya, pementasan tarian ini hanya dapat dilakukan oleh kerabat istana.[4]

Busana

Penari pria mengenakan pakaian utama berupa baju beludru hitam berlengan panjang dengan kerah tinggi, dihiasi pasmen di bagian kerah, dada, dan ujung lengan. Bawahannya berupa celana panjang sebatas lutut dari beludru gelap dilengkapi rumbai emas di bagian bawah, sementara di luar celana dikenakan kain panjang (dodot rambut) dengan hiasan rumbai benang emas. Selain itu, digunakan alas kaki berupa kaos kaki putih panjang hingga lutut.[4]

Busana penari wanita berupa baju rawo yang menyerupai jas beskap, dengan enam pasang kancing di bagian depan. Bawahannya berupa sarung atau tapeh bermotif batik dikenakan dengan lipatan sederhana di tepinya, sehingga tetap artistik namun lebih praktis.[4]

Tata rambut

Pada penari perempuan, rambut disanggul dengan gaya Gelong Kutai yang mirip sanggul Jawa, dihiasi kuncup bunga melati. [4]

Aksesoris

Aksesoris pria meliputi ikat kepala (bolang) atau topi beludru hitam (setorong) yang dihiasi pasmen emas dan lambang di bagian tengah dan bulu halus berwarna hitam atau putih. Pada wanita, aksesoris yang digunakan, berupa kalung panjang, selendang, serta kaos kaki.[4]

Properti

Properti utama dalam tarian ini berupa gada yang digunakan oleh penari pria sebagai simbol kekuatan ksatria, sedangkan penari wanita menggunakan kipas sebagai pelengkap gerak tari.[4]

Musik pengiring

Tarian ini diiringi dengan nyanyian lagu berjudul Bunganya ilangkebo dan tabuhan instrumen gendang.[4]

Penggunaan

Tari ini merupakan salah satu tarian penting dalam rangkaian Festival Erau karena dibawakan setiap malam sebagai bagian dari rangkaian ritual bepelas. Selain pada Festival Erau, tari ini juga dapat ditemukan dalam seremoni penyambutan tamu agung, upacara penobatan Sultan Kutai, dan acara sakral lainnya.[5]

Referensi

  1. ↑ "Ganjur - Warisan Budaya". Kemendikbudristek. Diakses tanggal 2024-11-11.
  2. ↑ "Tari Ganjur, Ayunan Gada Pusaka dalam Seremoni Sakral Keraton Kutai". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2024-11-10.
  3. ↑ "Tari Tradisional Khas Kalimantan Timur, Seni Pertunjukan yang Memukau". www.kemenparekraf.go.id. Diakses tanggal 2024-11-10.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Caturwati, Endang (2014). Deskripsi seni Kalimantan Timur (PDF). Jakarta: Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ "Tari Ganjur, Kesenian yang Masih Dilestarikan Masyarakat Kutai". Suarakaltim.id. Diakses tanggal 2024-11-10.
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia


Ikon rintisan

Artikel bertopik tarian di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik seni menari ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan