Minggu, 25 Oktober 2026
00:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Tari Katrili

Bagikan:

Tari Katrili adalah tarian perpaduan budaya Eropa dan Suku Minahasa, Sulawesi Utara. Berdasarkan etimologinya, kata Katrili diadaptasi dari kata Bahasa Eropa yakni Quadrille[1] yang merujuk pada gerakan goyang pinggul yang dilakukan secara kuarted (empat pasang). Tari Katrili biasanya ditampilkan untuk hiburan tamu, baik dalam penyambutan tokoh penting maupun dalam perayaan lainnya seperti pernikahan.[2]

Sejarah

Tari Katrili diperkirakan sudah terbentuk ketika Sulawesi Utara diduduki oleh bangsa Spanyol dan Portugis. Pembentukan Tari Katrili berkaitan dengan tari Lalaya'an ne Kawasaran.[1]

Komponen tari

Penari

Tarian ini ditampilkan oleh pria dan wanita secara berpasangan. Jumlah penarinya berupa empat sampai delapan orang. Selain dari penari, ada satu orang yang berperan sebagai katapel atau kapel (pemimpin tarian).[1] Penari perempuan mengenakan busana gaun panjang bergaya Eropa yang dilengkapi hiasan rambut berupa mahkota, dan sepatu berhak tinggi. Sementara itu, penari pria mengenakan busana berupa jas dan topi.[2]

Alat musik

Pementasan Tari Katrili disertai dengan lagu adat dan mars yang diiringi dengan alat musik tradisional kolintang.[1][2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Sri Sunarmi; Riris Setyo Sundari; Widyata Nikbert Sarayar (2025-12-19). "The Choreographic Form of the Katrili Dance and Its Existence in Minahasa". Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 9 (6): 2004–2014. doi:10.31849/dinamisia.v9i6.30148. ISSN 2614-8927.
  2. 1 2 3 Nurjanah, Siti. "Tari Katrili, Akulturasi Budaya Eropa dan Minahasa, Begini Busana hingga Cara Pementasannya". Tribunmanado.co.id. Diakses tanggal 2026-05-22.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan