Kamis, 22 Oktober 2026
12:25 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Tari Magunatip

Tari Magunatip

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
250px-Magunatip_Imago_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertunjukan tari Magunatip di Kota Kinabalu, Malaysia.

Tari Magunatip atau yang lebih dikenal dengan nama Tari Lalatip atau Lalatip adalah kesenian suku kaum Murut di kawasan utara Borneo khususnya di negara bagian Sabah di Malaysia.[1] Di Indonesia, tari ini ditemukan di daerah Tarakan dan Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara. Tarian tradisional ini hidup dan berkembang di Suku Dayak Tahol.

Awalnya, tarian ini berbentuk uji atau latihan ketangkasan kaki. Karena itu, para pemainnya harus lincah dalam melompat untuk menghindari rintangan. Pada zaman dahulu, perang antar suku sering terjadi. Para pemuda dan pemudi masyarakat Suku Dayak Tahol diharuskan mempunyai keterampilan dalam berperang. Namun, dalam perkembangannya, latihan ketangkasan ini dijadikan sebagai sebuah tarian tradisional khas Kalimantan Utara.

Dalam Tari Magunatip atau Lalatip ini terdapat tiga kelompok pemain, yaitu kelompok penjepit kaki dengan menggunakan batang kayu atau bambu, kelompok penari sambil menari juga menghindari jepitan kayu, dan kelompok pemain musik dengan alat musik tradisional Kalimantan Utara berupa gong dan kendang.[2]

Tarian ini terbilang cukup mendebarkan karena penari dapat terjepit atau terapit kakinya oleh batang kayu apabila terlambat menghindar. Semakin mendebarkan tatkala sang penari harus ditutup kedua matanya. Tarian Lalatip dinyatakan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2017.[3]

Referensi

Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan