Rabu, 23 September 2026
09:25 WIB
TERKINI
Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis
Sintren

Sintren

salah satu tarian di Indonesia

Sintren.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Kesenian tradisional suku Jawa

Sintren[1][2][3] (bahasa Jawa:ꦱꦶꦤ꧀ꦠ꧀ꦫꦺꦤ꧀, translit. sintrèn) adalah kesenian tari tradisional suku Jawa asli Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Sintren dikenal sebagai tarian dengan unsur mistis yang bersumber dari cerita kisah cinta Sulasih dan Raden Sulandono. Kesenian ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia asal Kabupaten Pekalongan.[4]

Toponim

Kata "sintrèn" berasal dari dua suku kata dalam bahasa Jawa, yaitu "si" ungkapan panggilan yang berarti dia, dan “tren” berasal dari kata tri atau putri. Jadi, sintren memiliki arti si putri, yang dalam konteks tarian merujuk pada si penari. Selain itu, nama "sintren" juga diambil dari kata "sindir" dan "tetarèn", yang berarti menyindir suatu pihak melalui tari-tarian.

Sejarah

Kesenian Sintren berasal dari kisah Raden Sulandono sebagai putra Tumenggung Bahurekso, Bupati Kendal yang pertama, hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, tetapi hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Bahurekso, akhirnya Raden Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari.[5]

Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula Raden Sulandono yang sedang bertapa dipanggil oleh roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan Raden Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan suci (perawan). sintren jg mempunyai keunikan tersendiri yaitu terlihat dari panggung alat-alat musiknya yang terbuat dari tembikar atau gembyung dan kipas dari bambu yang ketika ditabuh dengan cara tertentu menimbulkan suara yang khas.[6]

Bentuk pertunjukan

Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Gadis tersebut dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselebung kain. Pawang/dalang kemudian berjalan memutari kurungan ayam itu sembari merapalkan mantra memanggil ruh Dewi Lanjar. Jika pemanggilan ruh Dewi Lanjar berhasil, maka ketika kurungan dibuka, sang gadis tersebut sudah terlepas dari ikatan dan berdandan cantik, lalu menari diiringi gending.

Referensi

  1. sintrèn : KN. besoesd; gebiologeerd BG. 19; benaming van een spel met biologie, o. a. éen, waarbij een jongen of meisje onder een mand gezet wordt, daar men omheen zingt en muziek maakt, totdat die er onder zit, als besoesd oprijst, op de maat van de muziek gaat dansen, en eindelijk in slaap valt (zie verder Wk.). gawe °, sintrèn, maken, biologeeren KB. 45, zie lais. sasintrèn, samen sintrèn, spelen Rs. 225. Sumber: Javaansch-Nederlandsch Handwoordenboek, Gericke en Roorda, 1901, #918.
  2. lais : KN. volg. Rh. gebiologeerd v. e. jongen; zie sintrèn. Sumber: Javaansch-Nederlandsch Handwoordenboek, Gericke en Roorda, 1901, #918.
  3. sintrèn (sintrEn) : êngg. kn. bngs. sulapan, janturan. Sumber: Bausastra Jawa, Poerwadarminta, 1939, #75.
  4. Marwah, S.; Murniati, T.; Catur Pratiwi, O.; Ramadhanti, W.; Perdani, T. (2025-06-04). "Kebijakan Kebudayaan Pesisir Kilen Jawa: Urgensi Pengelolaan di Tengah Saling Silang Budaya". Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan. 20 (1): 80–94. doi:doi.org/10.14710/sabda.20.1.80-94. ISSN 1410-7919.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Periksa nilai |issn=
  5. Kesenian Sintren
  6. Sejarah Sintren atau Lais

Lihat pula

Pranala luar

Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Ikon rintisan

Artikel bertopik tarian di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan