Senin, 28 September 2026
03:09 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Peresean

Peresean

jenis tari

330px-Peresean_ritual_of_Sasak_people_of_Lombok.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua orang melakukan Peresean.
330px-Peresean_Traditional_Sport_of_Sasak_Tribe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peresean
330px-%22Tari_Peresean%22_Sasak_Tribe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tari Peresean

Peresean atau perisean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras (perisai disebut ende).[1][2][3] Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.[1] Peresean termasuk dalam seni tari daerah Lombok.[4] Petarung dalam Peresean biasanya disebut pepadu dan wasit disebut pakembar.[5]

Sejarah

Permainan ini diklaim sudah dimainkan sejak abad ke-13 meskipun tidak ada sumber catatan yang benar benar menulisnya, Sumber lain mengatakan bahwa seni ini berawal dari kesenian Bali, Gebug Ende, saat ekspedisi Karangasem ke Lombok pada 1692 Masehi, saat itu Sang Raja Karangasem yang pasukannya berjumlah lebih sedikit daripada pasukan Sasak memohon kepada Sang Hyang Widhi/Tuhan yang Maha Esa agar diberikan pertolongan, saat hari peperangan turunlah hujan lebat yang menguntungkan pasukan Bali dan akhirnya mengalahkan pasukan Sasak, kemudian masyarakat Karangasem melakukan ritual ini untuk mendatangkan hujan pada musim kemarau.[3] Dengan berdirinya Kerajaan Karangasem di Lombok maka banyak kesenian dan kebudayaan Bali yang diserap masyarakat Sasak dan menjadi kesenian Peresean.[6]

Proses permainan

Perisean dimulai dengan dua pekembar (wasit) mencari calon petarung atau pepadu dari orang-orang yang datang atau sang pepadu sendiri yang mengajukan diri.[3][2] Pekembar akan mencari pepadu-pepadu yang seimbang sebelum memulai pertarungan.[3] Pepadu akan menggunakan ikat kepala (saput) dan kain pengikat pinggang (bebadong), serta diberi sirih untuk dikunyah.[3] Dalam pertarungan pepadu menggunakan sebilah rotan kira-kira sepanjang satu meter (penjalin) sebagai senjata serta dilengkapi sebuah perisai kayu yang dilapisi kulit sapi atau kerbau, berbentuk bujur sangkar berukuran 50 x 50 cm.[2][3][6]

Jalannya pertarungan diiringi gamelan sasak yang terdiri dari tabuhan gendang, suling, gong, dan rincik dalam tempo cepat. Tembang yang dibawakan merupakan tembang khusus perisean yang beraura mistis. Tembang itu biasanya akan mendongkrak semangat bertarung dan mengurangi rasa sakit akibat sabetan rotan.[2][3][6]

Perisean akan dihentikan, apabila salah satu pepadu mengeluarkan darah atau dihentikan pekembar.[6] Jika hingga 3-4 ronde kedua pepadu masih sama kuat, pekembar akan menyatakan hasil seri.[3] Selesai pertarungan pepadu tak pernah membawa dendam ke luar arena. Menang atau kalah, seusai bertarung, kedua pepadu pasti bersalaman dan berpelukan. Segalanya dimulai dan selesai di dalam arena.[6][3]

Pertarungan perisean disakralkan, sehingga perisean tak digelar sembarang waktu. Pada masa sekarang, perisean diadakan menjelang perayaan-perayaan khusus, seperti ulang tahun kemerdekaan (17 Agustus), hari jadi kabupaten/kota, atau menjelang Ramadhan.[3]

Tembang perisean

  1. Gending Rangsang disebut Gending Ngadokang yaitu gending yang dimainkan pada saat pekembar dengan dibantu Pengadok (tukang adu) mencari pepadu dan lawan tandingnya yang akan bertanding (bertujuan mengadu Pepadu yang satu dengan yang lain).[2]
  2. Gending Mayuang yaitu gending yang bertujuan untuk memberi tanda bahwa telah ada dua pepadu yang siap dan sama-sama berani untuk melakukan Perisean.[2]
  3. Gending Beradu yaitu gending yang bertujuan untuk membangkitkan semangan pepadu maupun para penonton dan dimainkan selama pertandingan berlangsung ronde demi ronde.[2]

Referensi

  1. 1 2 "Peresean, Tarung Kejantanan Suku Sasak di Lombok". lombokmagazine.com. Diakses tanggal 25 Mei 2014.23.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Adat Perisean Budaya Sasak Diarsipkan 2010-08-21 di Wayback Machine., diakses 30 Juli 2010.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Gladiator" dari Bumi Sasak, diakses pada 30 Juli 2010.
  4. ↑ "Festival Budaya Lombok". lombokwisata.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-25. Diakses tanggal 25 Mei 2014.23.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  5. ↑ "Presean, Tarung Derajat Lelaki Sasak". balioutbound.com. Diakses tanggal 25 Mei 2014.23.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  6. 1 2 3 4 5 Kesenian Perisean, diakses pada 30 Juli 2010.
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan