Jumat, 25 September 2026
06:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Pulau Lombok

Pulau Lombok

pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat

"Lombok" beralih ke halaman ini. Untuk nama buah, lihat Cabai. Untuk kegunaan lain, lihat Lombok (disambiguasi).
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Lombok
250px-Lombok_Topography.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-IndonesiaLombok.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,7,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pulau_Lombok&revid=29849833&groups=_711eca0c2e00f6bb46cf4d26081eb812d5bb5fb2&parser=parsoid
Peta interaktif Lombok
Geografi
LokasiIndonesia
Koordinat8°33′54″S 116°21′04″E / 8.565°S 116.351°E / -8.565; 116.351
KepulauanNusa Tenggara
Luas4,738,65 km2
Titik tertinggiRinjani (3.726 m)
Pemerintahan
NegaraIndonesia
ProvinsiNusa Tenggara Barat
Kabupaten/kotaLombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Kota Mataram
Kota terbesarMataram
Kependudukan
Penduduk4.057.386 jiwa(2025[1])
Kepadatan856/km2 jiwa/km2
Kelompok etnikSuku Sasak, Bali, Jawa
Info lainnya
Zona waktu

Pulau Lombok (jumlah penduduk pada awal tahun 2025: 4.057.386 jiwa)[1] adalah sebuah pulau di gugusan Kepulauan Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih berbentuk bulat dengan semacam "ekor" di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Luas pulau ini mencapai 4.738,65 km² menempatkannya pada peringkat 108 dari daftar pulau berdasarkan luasnya di dunia. Namanya berasal dari Sasak lomboq, yang artinya "lurus, jujur". Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram.

Pembagian administratif

250px-Rinjani_volcano_satellite.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto infra merah dari satelit memperlihatkan pulau Lombok dengan kawah Gunung Rinjani

Pulau Lombok merupakan salah satu dari dua pulau besar yang termasuk dalam wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat.[2] WIlayah Pulau Lombok terbagi menjadi 4 kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara dan Kota Mataram.[3]

Geografi

Selat Lombok menandai batas flora dan fauna Asia. Mulai dari pulau Lombok ke arah timur, flora dan fauna lebih menunjukkan kemiripan dengan flora dan fauna yang dijumpai di Australia daripada Asia.[4] Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris pada abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace.[butuh rujukan]

Topografi Pulau Lombok didominasi oleh morfologi gunung berapi karena keberadaan Gunung Rinjani di bagian utara. Gunung Rinjani termasuk gunung berapi tipe A.[5] Ketinggian Gunung Rinjai mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut dan menjadikannya gunung tertinggi ketiga di Indonesia.[6] Gunung ini terakhir meletus pada bulan Juni-Juli 1994. Pada tahun 1997 kawasan gunung dan danau Segara Anak ditengahnya dinyatakan dilindungi oleh pemerintah. Daerah selatan pulau ini sebagian besar terdiri atas tanah subur yang dimanfaatkan untuk pertanian, komoditas yang biasanya ditanam di daerah ini antara lain jagung, padi, kopi, tembakau dan kapas.[butuh rujukan]

Geologi

Bagian utara Pulau Lombok tersusun dari gunung api muda. Kerucut gunung api muda yang terdapat di sebelah utara adalah Punikan, Rinjani, dan Nangi. Bagian selatan Lombok disusun batuan yang berusia lebih tua, yaitu batuan breksi vulkanik, tufa, dan lempung dari periode tersier. Di atasnya terdapat formasi batukapur dengan fragmen tufa dasit. [7]

Demografi

250px-Peta_bahasa_di_Lombok.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta bahasa di pulau Lombok

Penduduk asli di Pulau Lombok adalah suku Sasak sekaligus yang menjadi etnis mayoritasnya.[8] Suku Sasak memiliki hubungan kekerabatan dengan suku Bali, tetapi sebagian besar memeluk agama Islam. Sisa penduduk adalah orang Bali, Jawa, Tionghoa dan Arab.[butuh rujukan]

Bahasa

Di samping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk pulau Lombok (terutama suku Sasak), menggunakan bahasa Sasak sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari. Di seluruh Lombok sendiri bahasa Sasak dapat dijumpai dalam lima macam dialek yang berbeda yakni dialek Mataram Kota, Lombok utara, tengah, timur laut dan tenggara. Selain itu dengan banyaknya penduduk suku Bali yang berdiam di Lombok (sebagian besar berasal dari eks Kerajaan Karangasem), di beberapa tempat terutama di Lombok Barat dan Kota Mataram dapat dijumpai perkampungan yang menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa percakapan sehari-hari.

Agama

Sebagian besar penduduk pulau Lombok terutama suku Sasak menganut agama Islam. Agama kedua terbesar yang dianut di pulau ini adalah agama Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali yang berjumlah sekitar 15% dari seluruh populasi di sana. Penganut Kristen, Penganut Buddha banyak dijumpai di Lombok Utara dan agama lainnya juga dapat dijumpai, dan terutama dipeluk oleh para pendatang dari berbagai suku dan etnis yang bermukim di pulau ini. Organisasi keagamaan terbesar di Lombok adalah Nahdlatul Wathan (NW), organisasi ini juga banyak mendirikan lembaga pendidikan Islam dengan berbagai level dari tingkat terendah hingga perguruan tinggi.[butuh rujukan]

Di Cakranegara (dulu bernama Kerajaan Mataram Karangasem) Kota Mataram sekarang, dulunya ditemukan Naskah Lontar Negara Kertagama oleh Ekspedisi belanda (KNIL) kemudian diambil lalu dibawa ke Belanda, naskah lontar ini adalah salah satu salinan naskah Jawa Kuno yang dibawa oleh imigran Bali ke pulau Lombok saat penaklukan Kerajaan Karangasem awal abad 17.

Sejarah

250px-Rice_barn_Traditional_Sasak_Village_Sade.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bentuk lumbung padi khas pulau lombok

Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini bernama Kerajaan Laeq (dalam bahasa sasak laeq berarti waktu lampau), tetapi sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian surut dan digantikan oleh Kerajaan Lombok. Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri Kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh kerajaan Warmadewa yang berasal dari Bali. Beberapa kerajaan lain yang pernah berdiri di pulau Lombok antara lain Pejanggik, Langko, Bayan, Sokong Samarkaton dan Selaparang.

Kerajaan Selaparang sendiri muncul pada dua periode yakni pada abad ke-13 dan abad ke-16. Kerajaan Selaparang pertama adalah kerajaan Hindu dan kekuasaannya berakhir dengan kedatangan ekspedisi Kerajaan Majapahit pada tahun 1357. Selama periode abad ke 15-16 pulau Lombok dikatakan berada dalam kekuasaan Kerajaan Gelgel, Kerajaan Selaparang kedua adalah kerajaan Islam dan kekuasaannya berakhir pada tahun 1725 setelah ditaklukkan oleh gabungan pasukan Kerajaan Karangasem dari Bali dan Arya Banjar Getas yang merupakan keluarga kerajaan yang berkhianat terhadap Selaparang karena permasalahan dengan raja Selaparang.[9] Pendudukan Bali ini memunculkan pengaruh kultur Bali yang kuat di Lombok, seperti pada tarian serta peninggalan bangunan (misalnya Istana Cakranegara di Ampenan). Baru pada tahun 1894 Lombok terbebas dari pengaruh Karangasem akibat campur tangan Batavia (Hindia Belanda) yang masuk karena pemberontakan orang Sasak mengundang mereka datang. Namun, Lombok kemudian berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda secara langsung. Kedatangan Belanda ke pulau Lombok disambut oleh para bangsawan sasak dan kemudian menyeragamkan diri menggunakan gelar Lalu dan meninggalkan gelar Raden dan Jro. Namun keadaan kemudian terjadi ekskalasi yang menimbulkan bibit perpecahan dan konflik antara pemerintah Hindia Belanda dan para penguasa lokal.

Masuknya Jepang (1942) membuat otomatis Lombok berada di bawah kendali pemerintah pendudukan Jepang wilayah timur. Seusai Perang Dunia II Lombok sempat berada di bawah Negara Indonesia Timur, sebelum kemudian pada tahun 1950 bergabung dengan Republik Indonesia.[butuh rujukan]

Pariwisata

250px-Local_transport.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cidomo, alat transportasi tradisional di pulau lombok, sarana transportasi utama di daerah pedesaan

Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krisis moneter yang melanda Indonesia pada akhir tahun 1997 dan krisis-krisis lain yang menyertainya, potensi pariwisata agak terlantarkan. Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali. Namun selang beberapa lama kemudian situasi sudah menjadi kondusif dan mereka sudah kembali. Pada tahun 2007 sektor pariwisata adalah satu-satunya sektor di Lombok yang berkembang.[butuh rujukan]

Destinasi objek pariwisata

Wisata alam

Wisata budaya

Catatan kaki

  1. 1 2 "Demografi penduduk di situs NTB". Diakses tanggal 2025-01-15. {{cite web}}: |archive-url= tidak valid: stempel waktuPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Tim Penyusun Buku Nusa Tenggara Barat Dalam Data Tahun 2015 (2015). Nusa Tenggara Barat dalam Data 2015 (PDF). Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat. hlm. 3. ISBN 978-602-97223-1-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Septiawan, Wahyudi (2023). Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Angka 2023. BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat. hlm. 3. ISSN 0215-2215.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ http://www.lombokindonesia.org/magnificent-lombok-indonesia/
  5. ↑ Tim Pusat Studi Gempa Nasional (September 2018). Irsyam, M., Hanifa, N. R., dan Djarwadi, D. (ed.). Kajian Rangkaian Gempa Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat: 29 Juli 2018 (M6.4), 5 Agustus 2018 (M7.0), 19 Agustus 2018 (M6.9) (PDF). Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman. hlm. 54. ISBN 978-602-5489-13-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Pangestu, Dwi, dkk. (Desember 2017). Masterplan Pengelolaan Sampah Taman Nasional Gunung Rinjani 2018-2038. Mataram: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. hlm. 1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Van Bemmelen, R.W. (Mei 1949). The Geology of Indonesia. Den Haag: V.F.A. Government Printing Office. hlm. 504.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Mulhimmah, Baiq Ratna (Oktober 2017). Firdaus, M. (ed.). Mengenal Busana Adat Sasak (PDF). Mataram: Sanabil. hlm. 1. ISBN 978-602-6223-37-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ (Indonesia) Sejarah Nusa Tenggara Barat, situs Departemen Dalam Negeri Diarsipkan 2007-09-26 di Wayback Machine.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lombok.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan