Jumat, 09 Oktober 2026
18:16 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Tari Likurai

Tarian tradisonal Tetun

Bagikan:

Tari Likurai adalah tari tradisonal masyarakat Tetun yang berasal dari Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka di Indonesia, juga di bagian selatan Timor Leste.[1] Tari Likurai digunakan sebagai simbol penghormatan kepada tamu negara atau turis yang datang ke tanah tradisional Tetun atau menyambut para pejuang yang pulang dari medan peperangan. Tari Likurai biasa dilaksanakan pada saat panen raya sebagai wujud rasa syukur. Penari harus menggunakan kain tenun ikat khas Tetun yang terutama berasal Kabupaten Belu dan Malaka dengan membunyikan alat musik sejenis kendang. Tari Likurai terdaftar resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda dari budaya Timor.[2]

Pada tahun 2017, tarian Likurai diikuti oleh 6.500 penari dan dihadiri Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, bahkan pesertanya terdapat juga yang berasal dari Timor Leste. Acara ini dilaksanakan di Fulan Fehan yang terletak di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, tepatnya di bawah kaki Gunung Lakaan yang mnurut mitos merupakan tempat leluhur pertama orang Timor, yakni seorang perempuan yang disebut Laka Lorok Kmesak.[3] Tari Likurai di Fulan Fehan menjadi agenda tahunan di bulan Agustus hingga November.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Pemda Belu. "Wisata Budaya". Belukab.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-14. Diakses tanggal 14 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (01 Januari 2011). "Tarian likurai". WBTB. Diakses tanggal 15 April 2019.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ "Budaya Belu". Pemkab Belu. Diakses tanggal 15 april 2019.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
Artikel mengenai NTT bagian Timur (Timor-Alor & Rote-Sabu)
Daerah
tingkat II
Kota
Ibukota
Kota lainnya
Perhubungan
Bandar udara
Jalan utama
Pesona
Alam
Budaya
Adat dan tradisi
Identitas khas
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan