Masjid di Pulau Alor | |
| Geografi | |
| Lokasi | Indonesia |
| Koordinat | 8°16′S 124°43′E / 8.267°S 124.717°E / -8.267; 124.717 |
| Kepulauan | Nusa Tenggara |
| Luas | 2.119 km2 |
| Titik tertinggi | Koyakoya (1.839 m) |
| Pemerintahan | |
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | Nusa Tenggara Timur |
| Kabupaten | Alor |
| Kota terbesar | Kalabahi(54.028 jiwa) |
| Kependudukan | |
| Penduduk | 167.251 jiwa(31 Desember 2023[1]) |
| Kepadatan | 79 jiwa/km2 |
| Kelompok etnik | Suku Alor, Abui, Adang |
| Info lainnya | |
| Zona waktu | |
Alor adalah sebuah pulau yang terletak di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara. Luas wilayahnya 2.119 km², dan titik tertingginya 1.839 m.[butuh rujukan] Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda di sebelah utara, Selat Ombai di selatan (memisahkan dengan Pulau Timor), serta Selat Pantar di barat (memisahkan dengan Pulau Pantar. Pulau Alor adalah satu dari 92 pulau terluar Indonesia karena berbatasan langsung dengan Timor Leste di sebelah selatan.[butuh rujukan] Berdasarkan blok rencana percepatan pembangunan 92 pulau-pulau kecil terluar Indonesia, Alor termasuk ke dalam Blok Ketiga. Blok ini dikelompokkan berdasarkan kesamaan problem infrastruktur, ekonomi, sosial-budaya, keamanan, dan pengelolaan sumber daya alam. [2]
Pulau Alor merupakan salah satu dari dua pulau utama di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Di pulau ini terdapat Kota Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor.
Iklim dan Cuaca
Letak Pulau Alor berada di sebelah selatan Khatulistiwa. Hal ini menyebabkan Alor beriklim Semiarid (Kering). Suhu di Alor dapat mencapai 22,20C sampai 32,20C. Persentase kelembapan tertinggi 92%, terendah 80%, penyinaran matahari tertinggi dan terendah 62%.[butuh rujukan]
Tujuan wisata
Pulau Alor selain memiliki keindahan alam yang dapat dilihat secara langsung di daratan dan di pantai, juga memiliki keindahan alam di bawah laut berupa ikan-ikan langka nan indah serta karang dan tumbuhan-tumbuhan laut yang begitu memesona.[butuh rujukan]
Ada 18 titik selam dengan keindahan alam yang disebut “Baruna’s Dive Sites at Alor”:[butuh rujukan]
- 1. Baruna’s Point
- 2. Never – Never wall
- 3. Cave Point
- 4. Barrel Sponge Wall
- 5. Mola – mola Point
- 6. Night Snacks
- 7. Alor Expree / Alor Dreaming
- 8. Rocky Point
- 9. Three Coconuts
- 10. Moving Pictures
- 11. Eagle Ray Point
- 12. Rahim’s Point
- 13. Tuna Channel
- 14. Anemone Country
- 15. Sharks Reeway
- 16. Octopus Garden
- 17. Captain’s Choice
- 18. The Refrigerator
Selain potensi wisata bahari, Alor juga menyimpan sejumlah objek wisata yang memiliki daya tarik secara kultural dan historis yang jarang dijamah dan dikunjungi baik oleh penduduk setempat maupun oleh wisatawan. Meski memiliki aksebilitas amat terbatas, tetapi bagi para pencinta petualangan alam justru menjadi tantangan dan keunikan.[butuh rujukan]

Masyarakatnya yang masih memegang teguh adat dan tradisi akan mempertontonkan atraksi budayanya yang khas dalam menyambut para pelancong, membuat nama desa ini melambung sampai ke mancanegara. Salah satunya, Al-Qur'an tua dari kulit kayu yang ditulis dengan tinta ramuan tradisional yang diperkirakan berusia lebih dari 800 tahun, sebuah bukti sejarah tentang keberadaan Islam di Alor. Daya pemikat lainnya yaitu kampung Takpala, sebuah desa tradisional yang dihuni oleh suku Abui dengan pola perkampungan linear dengan deretan rumah adat.[butuh rujukan]

Bagi pendaki gunung yang menggilai tantangan di tempat yang masih perawan, Gunung Delaki Sirung di Pulau Pantar dan Gunung Koya-Koya di Pulau Alor, adalah tempatnya. Fenomena geologi vulkanik unik terdapat di Desa Air Panas dan air terjun di pulau Medan, serta taman wisata alam Tuti Adagae di Pulau Alor.[butuh rujukan]
Transportasi
Wisatawan bisa datang dari Kupang dengan naik kapal feri dengan waktu tempuh 12-13 jam menuju Larantuka. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik kapal kayu menuju pelabuhan laut Kalabahi dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Di depan pelabuhan Kalabahi yang berada di Kepulauan Alor, terbentang Taman Laut Selat Pantar.[butuh rujukan]
Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana di Pulau Alor antara lain transportasi umum, perhubungan, transportasi, gedung pemerintahan, komunikasi, koperasi, bank, pasar, hotel, rumah makan, apotek, klinik, puskesmas pembantu 28 unit, RSUD 2 unit, puskesmas 13 Unit, puskesdes 17 unit, polindes 51 unit, posyandu 253 unit, tenaga medis seperti perawat, bidan, dan dokter, PDAM, pelabuhan laut 8 unit, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dok, dan cold storage.[2]
Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang terkandung di Pulau Alor antara lain beragam sumber daya ikan, air panas, budaya, dan selam. Adapun hasil pertaniannya meliputi padi, jagung, ubi-ubian, dan kacang-kacangan. Sementara itu, sektor peternakan menghasilkan babi, kambing, rusa, dan domba. Adapun tambangnya antara lain bahan galian golongan C (pasir, sirtu, dan batu hitam).[2]
Lihat pula
Referensi
- ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Juni 2024.
- 1 2 3 Tuwo, Ambo; Tresnati, Joeharnani; Arsyad, Muhammad (2022). Pembangunan Pulau-Pulau Kecil Terluar Indonesia Untuk Kesejahteraan dan Ketahanan Nasional. Sleman: Penerbit Deepublish. hlm. 37–38. ISBN 9786230240850.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
| Daerah tingkat II |
| ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kota |
| ||||||
| Perhubungan |
| ||||||
| Pesona |
| ||||||
| Identitas khas | |||||||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |