Kamis, 05 November 2026
06:02 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Pulau Solor

Pulau Solor

pulau di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur

Bagikan:
250px-Fortaleza_de_Solor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar benteng Solor

Pulau Solor adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau ini terletak di sebelah timur dari Pulau Flores. Pulau ini dibatasi oleh Selat Lowotobi di barat, Selat Solor di utara, Selat Lamakera di timur, serta Laut Sawu di selatan.

Secara administratif, Pulau Solor termasuk wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau ini merupakan satu di antara dua pulau utama pada kepulauan di wilayah Kabupaten Flores Timur. Pulau Solor sendiri terdiri dari tiga kecamatan: Solor Barat, Solor Timur dan Solor Selatan.

Masyarakat

250px-Sorghum_bicolor_-_geograph.org.uk_-_1070429.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumbuhan Sorgum

Penduduk pribumi Solor adalah suku Lamaholot yang berbahasa Lamaholot dan Adonara. Ada pula penduduk pendatang dari Jawa yang bermigrasi sekitar 600 tahun lalu. Ini berdasarkan narasi lisan yang masih lestari di Desa Dani Wato, Kecamatan Solor Barat. Sebagian warga desa ini memiliki marga "Djawan" yang diyakini berasal dari Jawa. Leluhur mereka bernama Aru Palebang yang datang ke Solor bersama rombongan menggunakan perahu karena kampung halaman mereka di Jawa terlanda bencana gempa dan banjir besar. Setibanya di Solor, para migran ini mengadu ayam dengan penduduk lokal. Aru Palebang menggunakan adik perempuannya sebagai taruhan, sementara lawannya mempertaruhkan tanah. Ayam Aru Palebang menang sebab menggunakan taji kuningan. Akhirnya, sekalipun para migran ini bukan lah pribumi di Solor, namun keturunannya yakni para Djawan menjadi tuan tanah di Solor. Kedatangan para leluhur dari Jawa ini kemungkinan besar juga membawa biji-bijian, salah satu di antaranya adalah sorgum. Istilah wata solor (jagung solor) patut diduga memiliki akar dari sana. Ini diperkuat adanya satu jenis sorgum lokal Flores yang mulanya dibudidayakan di Pulau Solor dan sekitarnya.[1]

Sejarah

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Gezicht_uit_het_fort_van_Solor_op_Tedoenara_TMnr_60033462.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reruntuhan benteng di Solor pada tahun 1930-an

Pada tahun 1555-1603, sejumlah Pastor Portugis dari Ordo Dominikan membangun sebuah benteng di pulau Solor.[2] Misi Katolik Portugis di daratan Pulau Flores dan sekitarnya berawal dari benteng itu. Benteng itu disebut ”Port Henricus XVII”, merupakan bagian dari ziarah religius ”Semana Santa” di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Persekutuan Solor Watan Lema atau Negeri Lima Pantai merupakan sebuah persekutuan lima kerajaan kecil yang dibangun oleh masyarakat Muslim yang membuat persekutuan untuk melawan Kolonial Portugis di Pulau Solor dan wilayah sekitar.[3]

Berikut ini kerajaan yang tergabung dalam persekutuan;

Pemerintahan

Pulau Solor terbagi dalam 3 kecamatan, yaitu:[4]

Nama KecamatanLuas (km2)Penduduk (2010) Penduduk (2022)[5]
Solor Barat120.79,321 11,839
Solor Selatan29.44,841 7,236
Solor Timur67.712,879 17,283
Pulau Solor217.827,041 36,358

Referensi

  1. ↑ Arif, Ahmad (2025). Sorgum: Benih Leluhur untuk Masa Depan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 28–29. ISBN 9786024813703.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "Benteng Lohayong, Cikal Bakal Misi Portugis di Flores". travel.kompas.com. Diakses terakhir tanggal 21 Oktober 2018, jam 22:22 WITA.
  3. ↑ "Persekutuan Solor Watan Lema". sultansinindonesieblog.wordpress.com. Diakses tanggal 12 Agustus 2022.
  4. ↑ Biro Pusat Statistik, Jakarta, 2011.
  5. ↑ Badan Pusat Statistik Kabupaten Flores TImur. "Badan Pusat Statistik Kabupaten Flores TImur". florestimurkab.bps.go.id. Diakses tanggal 22 Desember 2022.

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik pulau di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

8°29′18″S 122°58′26″E / 8.48833°S 122.97389°E / -8.48833; 122.97389

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan