Minggu, 20 September 2026
09:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Laut Sawu

Laut Sawu

salah satu laut di dunia

Laut Sawu
330px-Locatie_Savoezee.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Letak Laut Sawu (biru gelap) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Laut Sawu di Indonesia
Laut Sawu
Laut Sawu
Lokasi di Indonesia
LetakPaparan Sahul
Jenis perairanLaut
Kedalaman maksimal4.000 m (13.000 ft)
KepulauanSunda Kecil

Laut Sawu adalah sebuah laut dalam yang melingkupi wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kedalaman Laut Sawu mencapai 4 km dengan tebing-tebing curam di dalam laut. Karena itu, Laut Sawu mengalami fenomena alam yang disebut pembalikan massa air dan setiap hari mengalami pola pasang surut ganda. Laut Sawu dimanfaatkan untuk keperluan perhubungan laut dan perikanan laut.

Laut Sawu memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang melimpah termasuk dua spesies langka seperti paus biru dan paus sperma. Pesisir pantai di sekitar Laut Sawu menjadi lokasi peneluran bagi penyu yang tergolong spesies langka dan spesies terancam menurut Daftar Merah IUCN dan CITES.

Pada tahun 2014, Pemerintah Nusa Tenggara Timur telah menetapkan Laut Sawu sebagai Taman Nasional Perairan Laut Sawu. Penetapan ini bertujuan untuk menjadikan Laut Sawu sebagai kawasan konservasi perairan bagi satwa langka dari spesies paus.

Lokasi dan lingkup

250px-LesserSundaIslands_A2003077_0210_250m.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Laut sawu

Laut Sawu masuk dalam wilayah Indonesia. Lokasinya berada di sebelah selatan Laut Flores.[1] Ukuran Laut Sawu termasuk sedang dan melingkupi beberapa teluk dan selat terutama Teluk Kupang, Teluk Waingapu, Selat Solor, Selat Lewotobi, Selat Wetar, dan Selat Rote.[2]

Karakteristik perairan

Kedalaman dan kelimpahan nutrien

Laut Sawu tergolong sebagai salah satu laut dalam.[3] Kedalaman perairan pada Laut Sawu mencapai 4.000 meter. Di dalam Laut Sawu terdapat ciri umum yaitu adanya bentangan tebing-tebing curam. Kondisi ini membuat perairan di Laut Sawu mengalami fenomena yang disebut pembalikan massa air. Fenomena ini membuat air laut dalam bertukar yang dingin bertukar dengan air permukaan laut yang hangat. Pertukaran ini membawa naik nutrien ke permukaan laut dengan tingkat produktivitas yang tinggi.[4]

Pola pasang surut dan arus laut

Laut Sawu mengalami pasang surut setiap hari dengan pola ganda. Kondisi pasang dan surut terjadi dua kali dalam sehari. Namun ketinggian pasang dan surut berbeda setiap kali terjadi serta waktu terjadinya tidak menentu.[5] Pasang surut dan tiupan angin menimbulkan arus laut di Laut Sawu. Pada saat pasang, massa air naik di permukaan naik dan bergerak menuju ke utara memasuki perairan Laut Sawu dan melewati pulau-pulau di bagian selatan Laut Sawu. Sebaliknya, bagian laut dalam pada Laut Sawu menimbulkan arus laut menuju ke selatan ketika terjadi surut. Sementara itu, arus laut dari Laut Sawu di sekitar pesisir cenderung menuju ke bagian tenggara Laut Sawu dan menjauh dari pantai.[5]

Fungsi

Perhubungan laut

Laut Sawu menjadi salah satu yang menjadi jalur masuk ke perairan laut Indonesia.[6] Keberadaan Laut Sawu bersama dengan Selat Sumba telah menjadi perhubungan laut antara pulau-pulau yang termasuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.[7] Laut Sawu juga menjadi salah satu jalur lintasan perhubungan laut internasional di Indonesia pada Alur Laut Kepulauan Indonesia ke-III. Alurnya meliputi Samudra Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai dan Laut Sawu.[8] Pelayaran internasional yang melewati Laut Sawu menghubungkan antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik secara bolak-balik.[9]

Perikanan laut

Laut Sawu menjadi bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 573.[10] Sumber daya ikan di dalam Laut Sawu sangat penting bagi sebagian besar wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2014, Laut Sawu menyumbang sekitar 65% sumber daya ikan bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur.[11] Sumber perikanan skala kecil yang menyebar di Laut Sawu ialah ikan terbang.[12]

Keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati di Laut Sawu sangat tinggi karena memiliki keragaman spesies terumbu karang yang sangat tinggi. Keberadaan beragam terumbu karang menjadi habitat bagi 22 spesies dalam ordo Setasea. Dua spesies setasea yang langka dapat ditemukan di Laut Sawu, yakni paus biru dan paus sperma. Selain itu, pantai-pantai di sekitar Laut Sawu menjadi lokasi peneluran penyu yang termasuk dalam daftar spesies langka dan spesies terancam pada Daftar Merah IUCN dan CITES.[11]

Laut Sawu juga memiliki ekosistem laut dalam pada bagian palung lautnya. Keanekaragaman hayati dalam ekosistem ini hanya sedikit yang diketahui karena lokasinya berada di dasar laut yang kondisinya selalu gelap karena jauh dari permukaan laut.[13]

Konservasi

Laut Sawu termasuk salah satu kawasan suaka alam laut.[14] Pemerintah Nusa Tenggara Timur telah menjadikan Laut Sawu sebagai kawasan konservasi untuk melindungi satwa langka dari spesies paus. Penetapan Laut Sawu sebagai kawasan konservasi karena paus menjadikannya sebagai salah satu kawasan lalu lintas.[15] Fungsi Laut Sawu sebagai kawasan perikanan membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menjadikan kawasan konservasi perairan dengan nama Taman Nasional Perairan Laut Sawu (TNP Laut Sawu). Penetapannya melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5/KEPMEN-KP/2014. Luas TNP Laut Sawu ditetapkan seluas 3.355.352,82 hektar. Luas kawasan ini terbagi menjadi wilayah Perairan Selat Sumba dan sekitarnya seluas 557.837,40 hektar dan wilayah Perairan Pulau Timor-Rote-Sabu-Batek dan sekitarnya seluas 2.797.515,42 hektar.[16]

Rujukan

Catatan kaki

  1. Setiawati, Siti Mutiah (2023). Ummatin, Khoiro (ed.). Masalah Perbatasan dalam Politik Luar Negeri Indonesia. Surabaya: CV. Jakad Media Publishing. hlm. 51. ISBN 978-623-468-180-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Sarumpaet, Riris K., ed. (2011). Ilmu Pengetahuan Budaya dan Tanggung Jawabnya. Penerbit Universitas Indonesia. hlm. 32. ISBN 978-979-456-468-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Said, M. Noor (2020). Dinamika Penduduk. Alprin. hlm. 16. ISBN 978-623-263-060-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. The Nature Conservancy 2015, hlm. 17.
  5. 1 2 The Nature Conservancy 2015, hlm. 18.
  6. Wahyono S.K. (Juli 2007). Indonesia Negara Maritim. Jakarta Selatan: Penerbit Teraju. hlm. 155. ISBN 978-979-3603-94-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Wuryandari, Ganewati, ed. (November 2014). Pengembangan Wilayah Nusa Tenggara Timur dari Perspektif Sosial: Permasalahan dan Kebijakan. Jakarta: LIPI Press. hlm. 54. ISBN 978-979-799-783-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Umar, Harun (2020). Politik Kebijakan Poros Maritim (PDF). Jakarta Selatan: Lembaga Penerbitan Universitas Nasional. hlm. 229. ISBN 978-623-7376-514.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. Tribawono, Djoko (2013). Hukum Perikanan Indonesia (Edisi 2). Penerbit PT Citra Aditya Bakti. hlm. 56–57. ISBN 978-979-491-031-3.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. Yulianingsih, Indra (Desember 2021). Hukum Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI): Kerangka Hukum Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Surabaya: Scopindo Media Pustaka. hlm. 61. ISBN 978-623-365-181-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. 1 2 Hidayat, dkk. 2015, hlm. 1-2.
  12. Syaekhu, A., dan Hanis, H. (Maret 2022). Strategi Pengembangan Kearifan Lokal Masyarakat Patorani Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Sleman: Zahir Publishing. hlm. 24–25. ISBN 978-623-466-008-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. Sastrapradja, Setijati (Oktober 2010). Memupuk Kehidupan di Nusantara. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 97. ISBN 978-602-433-212-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. Supriadi, A., dkk. (Desember 2017). Kajian Dampak Hilirisasi Mangan terhadap Perekonomian Regional (PDF). Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. hlm. 63.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. Lelaona, Yohanes Antonius (2016). Dari Lautan Menuju Tuhan. Sleman: Penerbit PT Kanisius. hlm. 60. ISBN 978-979-21-4595-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. Hidayat, dkk. 2015, hlm. 2.

Daftar pustaka

Samudra
Laut
Selat
Teluk
Laguna
Laut dan samudra di Bumi
Samudra Arktik
Samudra Atlantik
Laut Adriatik · Laut Aegea · Laut Åland · Laut Albora · Laut Argentina · Laut Azov · Laut Balearik · Laut Baltik · Laut Bothnia · Laut Keltik · Selat Davis · Selat Denmark · Teluk Finlandia · Cekungan Foxe · Teluk Fundy · Laut Greenland · Teluk Guinea · Selat Inggris · Laut Hebrides · Laut Hitam · Teluk Hudson · Laut Ionia · Laut Irlandia · Laut Irminger · Teluk James · Laut Karibia · Laut Kreta · Laut Labrador · Laut Levantine · Laut Libya · Laut Liguria · Laut Marmara · Teluk Meksiko · Laut Mirtoa · Laut Norwegia · Teluk Saint Lawrence · Laut Sargasso · Laut Saaristomeri · Laut Tengah · Laut Thracia · Laut Tirrhenia · Laut Utara · Teluk Baffin · Teluk Biscay Teluk Bothnia · Teluk Campeche · Teluk Venezuela
Samudra Hindia
Samudra Pasifik
Samudra Selatan
Laut di dalam daratan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan