Sirkuit Red Bull Ring di Austria kembali menjadi saksi persaingan ketat para talenta muda dunia dalam ajang Moto3 2026. Di tengah kecepatan tinggi dan tikungan menantang, para pembalap berjuang keras untuk menemukan ritme terbaik mereka, termasuk wakil dari Asia Tenggara yang menunjukkan potensi besar di kancah balap motor global.
Pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, menyelesaikan sesi latihan kedua (FP2) Moto3 Austria pada Sabtu (19/9) dengan menempati posisi ke-16. Rider berusia 17 tahun ini mencatatkan waktu terbaik 1 menit 51,15 detik. Hasil ini tentu menjadi motivasi bagi Veda Ega untuk meningkatkan performanya di sesi kualifikasi agar bisa memulai balapan dari barisan depan yang lebih menguntungkan.
Di puncak daftar waktu tercepat FP2, Brian Uriarte dari Spanyol tampil dominan dengan torehan 1 menit 47,74 detik. Posisi kedua juga diamankan oleh pembalap Spanyol lainnya, Joel Esteban, yang menunjukkan konsistensi. Sementara itu, rider tuan rumah, Leo Rammerstorfer, berhasil mengamankan posisi ketiga, memberikan kegembiraan bagi para penggemar di Red Bull Ring.
Sorotan lain datang dari pembalap muda Malaysia, Hakim Danish, yang menunjukkan performa impresif. Rider berusia 19 tahun ini berhasil menembus empat besar dengan catatan waktu 1 menit 48,58 detik. Pencapaian Danish ini menegaskan bahwa talenta-talenta dari Asia Tenggara mampu bersaing di panggung internasional, menantang dominasi pembalap Eropa.
Meskipun belum mendapatkan hasil optimal di FP2, Veda Ega Pratama masih memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki posisinya. Pembalap asal Wonosari ini akan kembali beraksi di sesi Kualifikasi 1 Moto3 yang dijadwalkan pukul 17.45 WIB, diikuti oleh Kualifikasi 2 Moto3 pada 18.30 WIB. Kedua sesi ini krusial untuk menentukan posisi startnya di balapan utama, yang sangat mempengaruhi peluang meraih poin.
Veda Ega juga sedang berjuang keras untuk memangkas jarak poin dengan para pesaingnya di klasemen Moto3 2026. Saat ini, ia menempati peringkat ketujuh dengan mengoleksi 97 poin. Ia hanya terpaut 17 angka dari rival terdekatnya, Valentine Perrone, yang berada di posisi keenam. Setiap poin yang diraih di Austria akan sangat berarti dalam perburuan posisi di klasemen akhir musim.
Dengan sesi kualifikasi yang semakin dekat, tekanan bagi Veda Ega Pratama untuk menunjukkan kecepatan sesungguhnya semakin besar. Dukungan dari penggemar di tanah air tentu menjadi semangat tambahan bagi rider muda ini untuk berjuang semaksimal mungkin, demi membawa nama Indonesia semakin bersinar di ajang balap motor dunia dan mengukir prestasi gemilang.