Danny Setiawan | |
|---|---|
| Gubernur Jawa Baratke-12 | |
| Masa jabatan 13 Juni 2003 –13 Juni 2008 | |
| Presiden | Megawati Soekarnoputri Susilo Bambang Yudhoyono |
| Wakil | Nu'man Abdul Hakim |
| Pendahulu | R. Nuriana |
| Pengganti | Ahmad Heryawan |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Danny Setiawan (1945-08-28)28 Agustus 1945 Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia |
| Meninggal | 19 September 2026(2026-09-19) (umur 81) Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Partai politik | Partai Golkar |
| Suami/istri | Rinania Sastrawiguna |
| Almamater | APDN Bandung IIP Malang (Drs.) Universitas Padjadjaran (M.Si., Dr.) |
| Pekerjaan | Pegawai Negeri Sipil |
Danny Setiawan (28 Agustus 1945 – 19 September 2026) adalah seorang politikus dan birokrat Indonesia. Ia adalah Gubernur Jawa Barat dari tahun 2003 sampai 2008. Sebelum menduduki posisi ini, ia telah bertugas dalam berbagai jabatan sebagai pegawai negeri sipil selama 35 tahun. Setelah masa jabatannya berakhir pada tahun 2008, ia ditangkap dan kemudian dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena kasus korupsi, lalu dibebaskan pada tahun 2011. Pendidikan terakhirnya adalah S3. Ia juga pernah menempuh pendidikan di Sekolah Perwira Cadangan SEPACAD ABRI, Rindam VIII Brawijaya 1998. Setiawan telah berkeluarga. Istrinya bernama Rinania Sastrawiguna.
Kehidupan awal
Danny lahir di Purwakarta pada 28 Agustus 1945. Karena ayahnya adalah seorang tentara, Danny sering berpindah-pindah pada masa kecilnya mengikuti penempatan ayahnya. Ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di Cirebon, sekolah menengah pertama di Bogor, dan sekolah menengah atas di Purwakarta. Ia kemudian mendaftar di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Bandung, dan lulus pada tahun 1968.[1]
Karier
Setelah kelulusannya, ia direkrut menjadi ajudan bupati di Kabupaten Lebak. Satu tahun kemudian, ia dipindahtugaskan ke pemerintah daerah di Manokwari sebelum kembali ke Lebak, di mana ia bekerja selama lebih dari 10 tahun hingga kepindahannya ke pemerintah provinsi di Bandung pada tahun 1984. Ia memimpin berbagai dinas tingkat provinsi, hingga ia diangkat menjadi sekretaris daerah provinsi pada tahun 1998. Ia memegang jabatan ini hingga tahun 2003.[1]
Gubernur
Pada bulan Mei 2003, menjelang pemilihan gubernur, Danny mendapatkan dukungan dari Golkar untuk mencalonkan diri. Lawan politiknya adalah purnawirawan mayor jenderal yang didukung PDI-P, Tayo Tarmadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Panglima Kodam Siliwangi yang berbasis di Jawa Barat. Meskipun Tayo memiliki latar belakang militer, 10 dari 100 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat yang berasal dari fraksi TNI/Polri menolak untuk mendukungnya.[2] Dengan dukungan militer secara tersirat, Danny akhirnya terpilih sebagai gubernur Jawa Barat setelah memenangkan 49 dari 88 suara sah, sementara perwakilan militer memutuskan untuk abstain dalam pemungutan suara tersebut.[2][3] Masa jabatannya dimulai pada 13 Juni 2003.[4] Ia kembali mencalonkan diri dalam pemilihan langsung tahun 2008, tetapi menempati urutan terakhir dari tiga kandidat, di bawah pemenang Ahmad Heryawan dan peringkat kedua Agum Gumelar.[5]
Penangkapan dan hukuman penjara
Pada 21 Juli 2008, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Setiawan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran pada masa jabatannya. Setelah penyelidikan, ia ditahan pada 10 November 2008.[6] Ia divonis empat tahun penjara pada 30 Juni 2009, dan dikenakan denda tambahan sebesar Rp 100 juta.[7] Ia dibebaskan bersyarat pada 18 Februari 2011, meskipun masa hukuman penuhnya seharusnya berakhir pada 3 November 2012.[8]
Kematian
Danny meninggal dunia pada 19 September 2026, dalam usia 81 tahun.[9]
Kasus korupsi
Pada 2009 Danny Setiawan diajukan ke pengadilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atas tuduhan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat pada 2002–2003. Perkara ini menyebabkan negara dirugikan sekitar Rp 50 miliar.[10] Untuk kasus ini, Danny dijatuhi hukuman 4 tahun penjara.[11]
Pada Februari 2010, dengan alasan usia lanjut dan sakit-sakitan, Danny Setiawan diam-diam mengajukan permohonan grasi kepada Presiden.[12]
Karier
- 1968 – 1969 Camat Cimarga, Kabupaten Lebak
- 1969 – 1970 Wakil KPS Ransiki, Kabupaten Manokwari, Irian Barat
- 1973 – 1977 Kabag. Pemertintahan Setwilda Tk.II Lebak
- 1977 – 1984 Sekwilda Kabupaten Lebak
- 1984 – 1988 Kabid. Sosbud BAPPEDA Tk.I Jawa Barat
- 1988 – 1990 Karo Keuangan Setwilda Tk.I Jawa Barat
- 1990 – 1994 Karo Pembangunan Daerah Setwilda Tk.I Jawa Barat
- 1994 – 1997 Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat
- 1997 – 1998 Asisten Administrasi Pembangunan Setwilda Tk.I Jawa Barat
- 1998 – 2003 Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat
- 2003 – 2008 Gubernur Jawa Barat
Penghargaan
- 1969 Piagam Penghargaan dari Bupati Manokwari
- 1977 Piagam Penghargaan PEMILU dari Mendagri
- 1983 Penghargaan dari BKKBN
- 1983 Piagam Penghargaan sebagai Sekwilda dari Bupari Lebak
- 1983 Piagam Penghargaan Pembebasan Irian Barat (PEPERA) dari Presiden RI
- 1990 Piagam Penghargaan dari Pengurus KONI Jawa Barat
- 1998 Piagam Bhakti Koperasi, Pengusaha kecil dan menengah dari Menteri Koperasi & UKM
- 1998 Piagam Penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI
- 1999 Piagam Penghargaan Pengabdian 30 tahun dari Gubernur Jawa Barat
- 2000 Piagam Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari presiden RI
Rujukan
- 1 2 Rosidi, Ajip (1 Desember 2003). Apa Siapa Orang Sunda. Dunia Pustaka Jaya. hlm. 88. ISBN 978-979-419-980-0.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Aspinall, Edward; Fealy, Greg (1 Agustus 2010). Soeharto's New Order and Its Legacy: Essays in Honour of Harold Crouch (dalam bahasa Inggris). ANU E Press. hlm. 141–143. ISBN 978-1-921666-47-6.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Dani Setiawan-Nu'man Abdul, Gubernur dan Wagub Jabar". liputan6.com. 22 Mei 2003. Diakses tanggal 9 Desember 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Korupsi Pemadam Kebakaran, Danny Setiawan Ditahan". Kompas. 11 November 2008. Diakses tanggal 9 Desember 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Heryawan Terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat". KOMPAS.com. 22 April 2008. Diakses tanggal 9 Desember 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Eks Gubernur Jabar Danny Setiawan Ditahan KPK". detiknews. 10 November 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Desember 2022. Diakses tanggal 9 Desember 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Danny Setiawan Divonis 4 Tahun Penjara". detiknews. 30 Juni 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Desember 2022. Diakses tanggal 9 Desember 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Danny Setiawan Harusnya Bebas 3 November 2012". KOMPAS.com. 18 Februari 2011. Diakses tanggal 9 Desember 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Former Governor of West Java Danny Setiawan has passed away". Antara Foto. 19 September 2026. Diakses tanggal 19 September 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Mantan Gubernur Jabar Jalani Sidang Korupsi". Liputan6. 24 Januari 2017. Diakses tanggal 5 Mei 2025.
- ↑ Eks Gubernur Jabar Masuk Bui, Hengky Samuel Minta Maaf[pranala nonaktif permanen], detikNews, diakses 2 September 2010
- ↑ [pranala nonaktif permanen], detikBandung, diakses 2 September 2010
Pranala luar
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: R Nuriana |
Gubernur Jawa Barat 2003 - 2008 |
Diteruskan oleh: Ahmad Heryawan |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |