Sabtu, 03 Oktober 2026
01:26 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Laut Solomon

Laut Solomon

laut

Bagikan:
250px-Papua_New_Guinea_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Laut Solomon

Laut Solomon adalah laut yang terletak di Samudera Pasifik. Laut ini terbentang antara Nugini dengan kepulauan Solomon dan terhubung dengan Laut Bismarck oleh selat Vitiaz.[1] . Banyak pertempuran utama terjadi di laut ini selama Perang Dunia II.

Geografis

Laut Solomon merupakan bagian dari Samudera Pasifik Selatan, tepatnya berada di bagian barat dan berbatasan langsung dengan Nugini (sebelah barat), Britania Baru (sebelah utara), dan Kepulauan Solomon (sebelah timur). Laut yang memiliki luas 280.000 mil persegi (720.000 km persegi) itu didiami oleh Kepulauan Louisiade, New Georgia, dan Pulau Guadalcanal. Laut Solomon membuka akses ke Laut Koral (selatan), Laut Bismarck (barat laut), dan laut terbuka (timur laut).

Secara umum, dasar Laut Solomon dibagi menjadi dua cekungan utama, yaitu cekungan utara dan selatan. Cekungan Britania Baru (di utara) memiliki kedalaman lebih dari 13.000 kaki (4.000 m). Daerah yang lebih dalam, termasuk Palung Britania Baru, kedalaman maksimumnya mencapai 29.988 kaki (9.140 m) di Planet Deep. Sementara itu, kedalaman cekungan Solomon selatan mencapai 23.000 kaki (7.000 m).

Selama musim dingin (Juli–September), aliran Arus Khatulistiwa Pasifik Selatan akan mengalir ke laut, mulai dari utara kemudian bercabang ke tenggara dan barat daya. Namun, ketika musim panas aliran akan berbalik arah.[2]

Laut Solomon merupakan jalur penting bagi pergerakan massa air dari wilayah subtropis menuju khatulistiwa. Sebagian besar transportasi air di lapisan termoklin memasuki Laut Solomon melalui bagian selatan dan kemudian mengalir melalui sistem arus batas barat, termasuk Arus Bawah Pantai Nugini (New Guinea Coastal Undercurrent). Arus tersebut kemudian bercabang di sekitar Kepulauan Woodlark sebelum sebagian alirannya keluar melalui Selat Vitiaz, Selat St. George, dan Selat Solomon.[3]

Biodiversitas

Sebuah buku yang ditulis oleh ahli lingkungan dari Solomon, Patrick Pikacha, berjudul "Wild West", menyebut bahwa secara luas wilayah di sekitar laut ini dihuni oleh spesies satwa liar mulai dari burung hingga kupu-kupu. Di laut, endemik yang banyak diketahui adalah ular laut air asin, atau biasa dikenal sebagai krait.[4]

Dalam hal spesies laut, Laut Solomon memiliki warisan alam yang unik. Jumlah mamalia di Laut Solomon tercatat lebih tinggi daripada wilayah-wilayah Pulau Pasifik lainnya. Di wilayah pesisir dan laut, keragaman ikan air asin dan spesies karang dinilai tinggi, oleh sebab itu Kepulauan Solomon ditempatkan di bawah Ekoregion Laut Bismarck Solomon yang meliputi Nugini Utara, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon (hingga provinsi Makira) dan Segitiga Karang. Fauna laut dicirikan dengan tingkat endemisme yang rendah dan keberadaan spesies bakau yang banyak dan tersebar luas.[5]

Sejarah

Laut Solomon pertama kali dilayari oleh seorang Polinesia, Arab, dan Cina. Sebelumnya, laut ini tidak dilintasi oleh orang Eropa hingga saat Álvaro de Mendaña de Neira tiba pada tahun 1567.

Laut Solomon adalah tempat pertemuan angkatan laut utama Amerika Serikat dan Jepang selama Perang Dunia II. Di tahun 2016, media internasional mengabarkan bahwa tiga pesawat tempur yang jatuh ditembak saat perang ditemukan telah berkarat di dasar laut. Sisa-sisa pesawat tempur yang ditembak jatuh selama pertempuran Perang Dunia Kedua ditemukan di kedalaman 185 kaki di bawah air laut. Pesawat-pesawat tersebut antara lain pesawat tempur jarak jauh Mitsubishi A6M Zero Jepang, pesawat America Grumman F6F 3-Hellcat, dan sebuah Boeing B-17 Flying Fortress. Ketiganya hilang pada 1943 selama pertempuran sengit di antara AS dan Jepang.[6]

Saat ditemukan, bangkai pesawat-pesawat tersebut telah berada dalam kondisi berkarat dengan karang berwarna-warni yang tumbuh di atasnya. Ketiga pesawat dinyatakan hilang selama Kampanye Kepulauan Solomon pada awal 1942.

Catatan kaki

  1. ↑ "Bismarck Sea". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 2007-07-15.
  2. ↑ "Solomon Sea | Pacific Ocean | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-11-20.
  3. ↑ Ganachaud, Alexandre; Cravatte, Sophie; Sprintall, Janet; Germineaud, Cyril; Alberty, Marion; Jeandel, Catherine; Eldin, Gerard; Metzl, Nicolas; Bonnet, Sophie (2017-06-30). Deming, Jody W.; Carmack, Eddy C. (ed.). "The Solomon Sea: its circulation, chemistry, geochemistry and biology explored during two oceanographic cruises". Elementa: Science of the Anthropocene. 5: 33. doi:10.1525/elementa.221. ISSN 2325-1026.
  4. ↑ "Learn About the Solomon Islands" (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2022-11-20.
  5. ↑ Unit, Biosafety. "Main Details". www.cbd.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-11-20.
  6. ↑ Robinson, Julian (2016-03-09). "WW2 fighters found rusting beneath the waves off the Solomon Islands". Mail Online. Diakses tanggal 2022-11-20.

Pranala luar

8°00′S 153°00′E / 8.000°S 153.000°E / -8.000; 153.000

Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan