Senin, 28 September 2026
08:18 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Larantuka, Flores Timur

Larantuka, Flores Timur

ibu kota Kabupaten Flores Timur, Indonesia

Larantuka
Prosesi Semana Santa, umat Katolik di Larantuka pada masa Paskah
Prosesi Semana Santa, umat Katolik di Larantuka pada masa Paskah
Larantuka di Flores
Larantuka
Larantuka
Peta lokasi Kecamatan Larantuka
Tampilkan peta Flores
Larantuka di Nusa Tenggara Timur
Larantuka
Larantuka
Larantuka (Nusa Tenggara Timur)
Tampilkan peta Nusa Tenggara Timur
Koordinat: 8°20′20″S 122°59′03″E / 8.338810°S 122.984267°E / -8.338810; 122.984267
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
KabupatenFlores Timur
Pemerintahan
 • CamatYosep Tua Dollu, SP
Populasi
 (2021)
 • Total45.515 jiwa
 • Kepadatan599,59/km2 (1,552,9/sq mi)
Kode pos
86212 - 86219
Kode Kemendagri53.06.03 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS5309030 Suntingan nilai di Wikidata
Luas75,91 km²
Kepadatan599,59
Desa/kelurahan18 Kelurahan
2 Desa
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Larantuka%2C_Flores_Timur&revid=29847609&groups=_4490d4519a2070025caccf8e10c383361b696365&parser=parsoid

Larantuka adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Flores Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, dan sekaligus sebagai ibukota dari Kabupaten Flores Timur.[1] Larantuka dikenal sebagai tujuan wisata rohani bagi umat Katolik, khususnya bagi warga Nusa Tenggara Timur. Kota kecil yang terletak di kaki Gunung Ile Mandiri ini, memiliki tradisi peninggalan Portugis Semana Santa. [2] Luas wilayah Larantuka 75,91 km², dengan jumlah penduduk tahun 2020 sekitar 45.515 jiwa.[3]

Sejarah

Artikel utama: Kerajaan Larantuka

Asal Mula Kerajaan Larantuka

Beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa pada abad ke-13 dipastikan sudah ada sistem pemerintahan yang teratur di bawah pimpinan seorang raja. Kemudian, sumber-sumber tradisi lisan, yang sebagiannya masih terpelihara melalui "tutu maring usu-asa" (cerita asal-usul) yang dikeramatkan, merupakan bahan berharga yang membantu memberikan penjelasan tentang sejarah, kebudayaan, dan pandangan dunia masyarakat Flores Timur.[4]

Mitos dalam ceritera rakyat menyebutkan bahwa kerajaan Larantuka semula didirikan oleh seorang tokoh perempuan bernama Watowele bersama suaminya Pati Golo Arakian yang berasal dari keturunan bangsawan dari pulau Timor dari kerajaan Manuaman Lakaan merupakan tokoh peranakan perempuan bangsawan Jawa dan juga bangsawan kerajaan Manuaman Lakaan Fialaran. Kerajaan itu semula lebih dikenal dengani kerajaan Ata Jawa sebelum akhirnya bernama Larantuka.[4]

Kerajaan Katolik Larantuka

Kerajaan Larantuka merupakan sebuah kerajaan yang berada di Nusa Nipa yang berarti Pulau Naga dalam bahasa lokal, sedangkan dalam bahasa Portugis disebut Cabo de Flores yang sekarang disebut sebagai Pulau Flores. Dalam buku "Nāgarakṛtāgama" dikatakan sebagai Galiyao yang disebut sebagai penghasil kayu cendana. Wilayah kekuasaannya hingga mencapai Adonara. dengan raja pertama yaitu bernama Lorenzo I.[4]

Sebagai kerajaan penting, interaksi dengan kerajaan-kerjaan lain bahkan negara lain pun terjadi. Larantuka yang sempat dipengaruhi ajaran Hindu dari Majapahit, lalu menjelma menjadi kerajaan Kristen-Katolik pertama di Nusantara. Faktor inilah yang memperkuat hubungan Larantuka dengan Portugis.

Geografis

Secara Geografis Kecamatan Larantuka berbatasan dengan:

- Utara : Kecamatan Ile Mandiri
- Selatan : Selat Solor
- Timur : Selat Adonara
- Barat : Kecamatan Demon Pagong

Pembagian administrasi

Kecamatan Larantuka terdiri dari 18 Kelurahan dan 2 Desa, yaitu:

  1. Lamawalang
  2. Mokantarak

Demografi

Mayoritas penduduk Larantuka memeluk agama Kekristenan yakni 80,87%, di mana pemeluk agama Katolik sebanyak 74,65% dan Protestan 6,22%. Kemudian penduduk yang memeluk agama Islam sebanyak 18,92%, dan sebagian kecil memeluk agama Hindu 0,21%.[5]

Salah satu kegiatan keagamaan yang berada di Larantuka adalah ritual Semana Santa atau Sesta Vera. Pada puncak ritual Sesta Vera atau Jumat Agung, pintu kapel Tuan Ma dan juga kapel Tuan Ana (Patung Bunda Maria dan Patung Yesus Kristus) akan dibuka untuk umum sejak pukul 10 pagi, dan umat Katolik mulai berdatangan untuk berdoa mengenang Yesus.[6] Kegiatan ini telah menjadi kegiatan tahunan yang diadakan pada Jumat Agung, yang juga menjadi menjadi program wisata rohani unggulan di Nusa Tenggara Timur, dan di Flores Timur secara khusus.[6]

Agama di Larantuka, Flores Timur

  Kristen Katolik (74.65%)
  Islam (18.92%)
  Kristen Protestan (6.22%)
  Hindu (0.21%)

Referensi

  1. ↑ "Larantuka, Kota Tur Religi di Pesisir Pantai Timur Flores". cnnindonesia.com. diakses tanggal 27 Oktober 2018.
  2. ↑ "Jadikan Larantuka Kota Wisata Rohani Internasional". www.larantuka.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Kecamatan Larantuka Dalam Angka 2020" (pdf). www.florestimurkab.bps.go.id. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 "Sejarah Kerajaan Larantuka". www.dunia.pendidikan.co.id. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Pemeluk Agama di Kabupaten Flores Timur". www.florestimurkab.bps.go.id. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 "Jumat Agung di Larantuka Jadi Agenda Wisata Rohani". CNN Indonesia. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Larantuka.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan