Minggu, 11 Oktober 2026
20:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Tari Fataele

Bagikan:

Tari Fataele atau Tari Fatele adalah salah satu jenis tari perang yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tari dari Tanah Dalam ini, tidak bisa dilepaskan dengan hombo batu yaitu lompat batu setinggi 2 meter.

Dulu, pemimpin kampung Nias atau dikenal dengan Si'ulu mengumpulkan para pemuda desa untuk dilatih dalam peperangan. Si'ulu mengumpulkan para pemuda desa untuk dilatih dalam berperang dengan tujuan mempertahankan kekuasaan dan kampungnya dari serangan musuh. Si'ulu biasanya akan menyeleksi para pemuda, jika pemuda bisa melompati batu berarti ia lulus dan layak dijadikan prajurit untuk maju ke medan perang. Kalau para pemuda itu sukses, maka pemimpin kampung atau Si'ulu akan mengadakan perayaan bersama para penduduk dengan memotong babi. Kegiatan pesta tersebut sambil diselingi dengan pengumuman ke warga tentang siapa-siapa saja yang berhasil melompati Hombo Batu dan sudah pasti masuk dalam jajaran Fataele. Pastilah para pemuda bangga karena diapresiasi oleh Si'ulu dan penduduk kampung tersebut.

Tujuan dari pembentukan pasukan Fataele ini, tidak semata-mata untuk menyerang atau mempertahankan kampungnya sendiri, tetapi juga untuk kegiatan adat istiadat lainnya seperti pengangkatan pemimpin kampung, pesta perkawinan, juga pesta menyambut tamu kehormatan.

Tetapi seiring perkembangan zaman, fungsi pasukan Fataele berubah, yang dulu untuk menyerang musuh atau mempertahankan daerahnya,tetapi sekarang haya berfungsi dalam acara pesta saja. Ini karena tidak ada lagi perebutan masalah lahan dari penduduk lain.[1]

Rujukan

  1. ↑ Ensklopedi Tari- Tarian Nusantara. hlm. 10–13. ISBN 9789796659869.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan