Tari Elengge adalah tarian tradisional Gorontalo yang diciptakan oleh seorang guru dari Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Namanya diambil dari bunyi alu penumbuk padi, "elenggengo". Tarian ini melukiskan kegotong-royongan muda-mudi menumbuk padi bersama dengan lesung (didingga) dan alu (wala'o didingga), ditambah properti wontuwo. Penarinya berbusana rakyat, diiringi musik etnis dan lagu berjudul Elengge. Tarian ini dibawakan minimal dua orang, dan gerakannya mengutamakan kebersamaan dan persatuan. Pada 1977, seribu penari dari Gorontalo membawakannya secara kolosal pada MTQ X di Manado. Tarian ini sempat diusulkan sebagai Warisan budaya takbenda (WBTB) pada 2019, tetapi ditangguhkan karena kajiannya masih minim dan belum memenuhi dua generasi.[1]
Tari Elengge ini merupakan tarian yang dilakukan oleh sekelompok orang, paling sedikit 2 orang. Tari Elengge menggambarkan nuansa kegotong-royongan muda-mudi ketika bersama-sama menumbuk padi menggunakan lesung atau dalam bahasa Gorontalo disebut didingga dan anak lesung yaitu (wala’o didingga). Ketika musim panen tiba, sambil bercanda muda-mudi menumbuk padi sampai jadi beras.
Busana penarinya adalah busana rakyat. Selain didingga dan wala’o didingga, ada juga properti tari lain, yakni wontuwo (tolu). Tarian ini dibawakan oleh tiga pasang putra dan putri atau lebih. Selain iringan musik tradisional Gorontalo, ada juga syair pengiring yang berjudul “Elengge”. Tari Elengge, yang namanya diangkat dari nama bunyi alu. Di ujung alat penumbuk padi tersebut disisipkan sepotong kayu pada lubang yang dibentuk segi empat. Ketika digerakkan akan mengeluarkan bunyi yang disebut ele-elenggengiyo atau mo’elengge. Tarian ini dapat digunakan untuk mengembangkan kerjasama, konsentrasi, kematangan emosi (terutama emosi gembira), taggung jawab, dan disiplin.[2]
Rujukan
Lihat pula
=Pranala luar
|
|---|
|
|
|
|
|
|
|---|
| Arfak | |
|---|
| Asmat | |
|---|
| Biak | |
|---|
| Dani | |
|---|
| Fakfak | |
|---|
| Isirawa | |
|---|
| Mimika (Kamoro) | |
|---|
| Kep. Maluku Tengah dan Selatan | |
|---|
| Kep. Maluku Utara | |
|---|
| Moi | |
|---|
| Sentani | |
|---|
| Serui dan Waropen | |
|---|
|
|
|
|