Tari Langga adalah tari dan seni bela diri tradisional Gorontalo yang kini juga ditampilkan sebagai tarian khas adat. Kapan awal mulanya tidak diketahui pasti, karena kisahnya diwariskan dari mulut ke mulut melalui legenda masyarakat. Gerakannya diambil dari bela diri tanpa senjata, bersifat bertahan, dan sebagian sumber menyebut Langga dahulu diperkenalkan ulama pada abad ke-16. Tarian ini bermakna penghormatan serta perlindungan bagi tamu, sehingga sering dibawakan menyambut tamu adat dan pejabat. Pemerintah menetapkan Langga sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2016 dalam domain seni pertunjukan. Di Gorontalo, Langga dikenal sebagai bela diri perempuan, sedangkan Longgo, yang memakai senjata, dilakukan laki-laki. Langga juga menjadi olahraga adu ketangkasan.[1][2]
Rujukan
- ↑ "Tujuh Karya Budaya Gorontalo Masuk WBTB". gorontaloprov.go.id. Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- ↑ "Mengenal Langga Seni Beladiri dari Gorontalo Sejak Abad ke-16". tempo.co. Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
Lihat pula
=Pranala luar
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||