Sabtu, 17 Oktober 2026
22:55 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Tari Legu Sahu

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Tari Legu Sahu adalah tarian yang berasal dari provinsi Maluku Utara. Tari legu Sahu berasal dari kata Legu yang artinya adalah pesta, dan Sahu adalah sebuah nama dari suku di maluku utara, sehingga tari Legu Sahu berarti Pesta Masyarakat Sahu yang mekspresikan kegembiraan masyarakat saat panen padi. Pesta perayaan panen padi dilakukan setiap tahunnya dan sudah menjadi tradisi di daerah tersebut, dari perayaan panen padi inilah muncul sebuah tarian yang mengekspresikan kegembiraan masyarakat Sahu pada saat musim panen padi. Tarian ini memperlihatkan rasa syukur rakyat akan keberhasilan panen padi didaerah tersebut.[1] Ketika tari Legu sahu sebagai hadiah dalam ulang tahun Sultan Ternate maupun dalam penyambutan Sultan atau tamu kebesaran, tarian ini menjadi tarian yang bersifat formal yang bisa digunakan sebagai tarian penyambutan. Di dalam tarian Legu Sahu tidak terdapat syair pengiring dan hanya mempergunakan alat musik tradisional. Alat musik yang digunakan dalam mengiringi tarian ini adalah tifa atau dalam bahasa setempat dikenal dengan sebutan didiwang dan gong besar serta gong kecil yang disebut juga kenong.[2]

Gerakan

Dalam gerakan tari Legu Sahu Penari Pria, terdapat gerakan kaki berupa ayunan kaki kedepan, ke samping kiri dan kebelakang yang menggambarkan pembersih rumput pada jalan yang akan dilalui. Untuk tarian yang akan dilakukan penari wanita melambangkan kasih sayang dengan yang lainnya, bergeser ke kiri dan ke kanan menggambarkan aktvitas menginjak padi setelah selesai dipanen. Sedangkan gerakan yang menunjukan interaksi antara pria dan wanita dalam tarian melambangkan keakraban, kebersamaan, dan kegembiraan dalam suasana pesta rakyat sahu yang sedang dirayakan.

Referensi

  1. ↑ KATALOG WARISAN BUDAYA TAKBENDA INDONESIA 2018. Jakarta: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. 2017. hlm. 105.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ diti (desember 17,2015). "Tari Legu Sahu". Platfrom kebudayaan. Diakses tanggal 18/01/2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan