Jumat, 30 Oktober 2026
08:02 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Aksi 2 Desember

Aksi 2 Desember

Aksi 212 dan Aksi Bela Islam III adalah sebuah unjuk rasa yang dipimpin oleh kelompok-kelompok Islamisme yang berlangsung pada tanggal 2 Desember 2016

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang aksi yang dilakukan pada tanggal 2 Desember 2016. Untuk aksi yang dilakukan pada tanggal 21 Februari 2017, lihat Aksi 212 (2017).
Artikel ini memiliki bagian pembuka yang perlu ditulis ulang. Silakan membaca panduan bagian pembuka dan bantu mengembangkan artikel ini semampu Anda. (Mei 2022) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
120px-Jokowi_berpidato_Aksi_2_Desember.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Bagian seri dari
Front Pembela Islam
Tokoh:
Insiden:
Aksi & Demonstrasi:
Lainnya:
250px-Jokowi_berpidato_Aksi_2_Desember.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Presiden Joko Widodo berpidato di hadapan peserta aksi.
250px-Aksi_2_Desember_%28VOA%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suasana Aksi 2 Desember di daerah Monas

Aksi 2 Desember atau yang disebut juga Aksi 212 dan Aksi Bela Islam III adalah sebuah unjuk rasa yang dipimpin oleh kelompok-kelompok Islamisme yang berlangsung pada tanggal 2 Desember 2016, di Jakarta, Indonesia. Selama unjuk rasa tersebut, para demonstran menuntut pemberhentian jabatan gubernur yang dipegang oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang telah dituduh melakukan penistaan agama.[1] Unjuk rasa ini merupakan unjuk rasa kedua terhadap Ahok pada tahun 2016 setelah unjuk rasa sebelumnya yang berlangsung pada tanggal 4 November, dan dilanjutkan oleh unjuk rasa Jakarta pada bulan Februari 2017.

Aksi ini dilaksanakan di halaman Monumen Nasional, Jakarta dalam keadaan hujan. Jumlah peserta hadir berkisar antara 200 ribu (klaim polisi[2][3][4]) hingga jutaan (klaim penyelenggara[5][6]). Dari bukti - bukti video yang tersebar di berbagai sosial media dan situs berbagi video melalui tangkapan kamera drone, dapat terlihat bahwa jumlah massa meluas hingga mamadati area Bundaran Hotel Indonesia (HI).[butuh rujukan]

Dalam aksi ini, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan adalah berdoa dan melakukan salat Jumat bersama. Presiden Joko Widodo hadir dalam acara ini dan disambut hangat oleh para peserta aksi.[7][8]

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Jakarta 2 December 2016 protests.

Latar Belakang

Lihat pula: Aksi 4 November

Gubernur Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama, yang sedang mengikuti pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017, didakwa atas pasal penodaan agama Islam setelah pidatonya pada tanggal 27 September 2016 di Kepulauan Seribu menimbulkan kontroversi.[9] Protes nasional terhadap tindakannya yang dianggap sebagai pelanggaran telah memicu protes berskala kecil pada tanggal 14 Oktober dan protes nasional pada bulan November 2016, yang kemudian dilaporkan secara luas di kalangan media internasional. Banyak yang menganggapnya sebagai krisis demokrasi dan konservatisme di kalangan Islam di Indonesia.[10] Menghadapi protes tandingan dari kelompok pro-Ahok pada tanggal 30 November, pihak oposisi dan kelompok Islamis bersama-sama merencanakan protes dengan skala yang lebih luas dan lebih inklusif.

Referensi

  1. ↑ "Fokus Berita - Aksi Damai 2 Desember". Diakses tanggal 12 Desember 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Mass prayer rally in Jakarta against governor 'Ahok'". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2016-12-02. Diakses tanggal 2016-12-03.
  3. ↑ Schonhardt, Sara; Sentana, I. Made (2016-12-03). "Indonesia Muslims Push to Jail Christian Politician Accused of Blasphemy". Wall Street Journal. ISSN 0099-9660. Diakses tanggal 2016-12-03.
  4. ↑ Varagur, Krithika. "Evicted Jakarta Residents Join Hardline Rally Against Governor". VOA. Diakses tanggal 2016-12-03.
  5. ↑ Rozie, Fachrur. Hatta, Raden Trimutia; Linawati, Mevi (ed.). "GNPF MUI: Peserta Demo 2 Desember Capai 3 Juta Orang". Liputan6.com. Diakses tanggal 2 Desember 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Muhyiddin; Aminah, Andi Nur. "Sudah Dua Juta Massa Aksi dari Daerah Berkumpul di Jakarta". Republika Online. Diakses tanggal 2 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Kusuma, Hendra. "Teriakan Takbir Sambut Presiden Jokowi di Monas". Okezone.com. Diakses tanggal 2 Desember 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Lestari, Reni. "Jalan Kaki ke Monas, Jokowi Salat Jumat Bersama Massa Aksi Damai 212". Okezone.com. Diakses tanggal 2 Desember 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Kurniawan, Vicky; Asnan, Gusti; Djalius, Yusmarni (2025-06-13). "Role of Media in Tentara Kandjeng Nabi Muhammad and Aksi Bela Islam 212". HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah (dalam bahasa Inggris). 14 (1): 11–22. doi:10.24127/hj.v14i1.10837. ISSN 2442-8728.
  10. ↑ Thousands of Hard-Line Muslims Rally Against Jakarta's Governor for Alleged Blasphemy. Time. Retrieved November 8, 2016.
Agama dan
kepercayaan
Ireligiusitas
Sejarah
Kajian agama
Hukum dan hak
Cabang lainnya
Tokoh utama
Era klasik
Era Kebangkitan
Nasional
Pasca-
kemerdekaan
Organisasi
Negara
Masyarakat sipil
Partai politik
Laskar
Sejarah
Pra-
kemerdekaan
Pasca-
kemerdekaan
Daerah
Sumatra
Jawa
Nusa Tenggara
Kalimantan
Sulawesi
Maluku
Papua
Kebudayaan
Pendidikan
Gerakan
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan