Sabtu, 17 Oktober 2026
23:02 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Buhun (agama asli Sunda)

Buhun (agama asli Sunda)

salah satu kepercayaan di dunia

Bagikan:
Artikel ini adalah bagian dari seri
Agama asli Nusantara
Kaligrafi kata Hyang dalam aksara Jawa
Sumatra
Ugamo Malim • Pemena • Arat Sabulungan • Fanömba adu • Melayu
Jawa
Sunda Wiwitan (Madraisme & Buhun) • Kapitayan • Kejawen • Hindu Jawa • Saminisme
Nusa Tenggara
Hindu Bali • Halaika • Wetu Telu • Marapu • Jingi Tiu • Koda Kirin
Kalimantan
Kaharingan • Momolianisme • Bungan
Sulawesi
Aluk Todolo • Tolotang • Tonaas Walian • Adat Musi • Masade • Hindu Sulawesi
Maluku dan Papua
Naurus • Wor • Asmat
Organisasi
Portal «Agama»

Buhun adalah ajaran kuno para leluhur Sunda pra-Hindu dan sudah ada jauh sebelum agama-agama dari daratan Asia masuk ke kepulauan Nusantara, sehingga ajaran Buhun yang murni tidak mengenal reinkarnasi, surga, neraka ataupun moksa, tetapi mereka mengenal tiga jenis kematian, yaitu Paéh Kasarad atau mati dengan sukma (ruh) menjadi tumbal siluman, Paéh Kakungkung atau mati tetapi sukmanya terperangkap di dalam waruga (raga) dan Sukmanya tersebut akan punah seiring membusuknya Waruga atau mati dalam kepunahan, dan Paéh Sawilujeungna atau sukmanya keluar dari waruga dengan selamat menuju alam kahyangan yang dipercaya sebagai alam keabadian.

Ajaran Buhun murni atau biasa disebut Kepercayaan Jati Buhun, memiliki ajaran yang terdiri dari Pikukuh-pikukuh atau ketetapan-ketetapan yang disampaikan secara turun-temurun dari generasi ke generasi berikutnya.

Aliran dalam Buhun

Kepercayaan Buhun terdiri dari beberapa aliran, berbeda dengan Sunda Wiwitan sebagai aliran kepercayaan terbesar di Indonesia yang tersebar di beberapa wilayah selatan Banten dan Jawa Barat mulai dari Kanekes di Banten yang penduduknya dikenal sebagai suku Baduy, kemudian Ciptagelar di Kabupaten Sukabumi yang didiami oleh orang Ciptagelar, Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya, Kampung Sindang Barang di Kabupaten Bogor dan Cigugur di Kabupaten Kuningan. Sedangkan untuk aliran kepercayaan Buhun pada saat ini hanya dianut oleh beberapa orang saja yang tersebar di beberapa wilayah kecil di wilayah utara Jawa Barat. Akan tetapi menurut Abdul Rozak, seorang peneliti kepercayaan Sunda, menyebutkan bahwa agama Sunda Wiwitan adalah bagian dari agama Buhun.[1]

  • Kepercayaan Jati Buhun dianut oleh beberapa orang di Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Jati Buhun dianggap sebagai aliran Buhun murni dan dimurnikan dan dipercaya pernah tersebar mulai dari Semenanjung Malaya, Pulau Sumatra, Pulau Jawa, dan Pulau-pulau kecil disekitarnya, merujuk dari ditemukannya konsep Sang Hyang milik kepercayaan Buhun di wilayah-wilayah tersebut.
  • Kepercayaan Buhun di Kampung Salapan, Kabupaten Karawang masyarakatnya sangat unik di mana kampung tersebut hanya ditempati oleh sembilan rumah yang dihuni oleh sembilan kepala keluarga (salapan berasal dari bahasa Sunda yang artinya salapan), bila ada yang menikah atau bertambahnya keluarga baru, maka harus ada yang pindah dari kampung tersebut, sehingga kampung tersebut hanya ditempati oleh sembilan rumah dan sembilan kepala keluarga saja. Kepercayaan Buhun di kampung Salapan sudah sangat terpengaruh oleh ajaran Islam yang semakin berkembang disekitarnya.
  • Aliran Kepercayaan Buhun Kranggan di Kranggan, Kota Bekasi, Jawa Barat sudah mulai terpengaruh oleh ajaran Hindu, Buddha, dan Islam sejak masa kejayaan kerajaan Pajajaran. Menurut keyakinan masyarakat setempat, tradisi Buhun mengandung arti ilmu kesaktian dan upacara sakral yang diwariskan secara turun-temurun oleh Prabu Siliwangi kepada orang-orang Kranggan. Ritual ini antara lain berupa upacara sedekah bumi yang diadakan setiap bulan Apit, atau dalam kalender Hijriah disebut Dzulkaidah.[2][3]

Referensi

  1. ↑ "Agama Sunda Wiwitan". web.archive.org. 2016-03-04. Diarsipkan dari versi asli pada 2016-03-04. Diakses tanggal 2022-05-02.
  2. ↑ "Agama Sunda Wiwitan" Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine, Podium.com, diakses 8 Oktober 2015.
  3. ↑ "Agama Lokal Kontributif dalam Memelihara Lingkungan" Diarsipkan 2016-03-06 di Wayback Machine, Situs Kementerian Agama Republik Indonesia, diakses 8 Oktober 2015
Agama dan
kepercayaan
Ireligiusitas
Sejarah
Kajian agama
Hukum dan hak


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan